Follow Us :              

Pemprov Jateng Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani 

  03 May 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 93 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Qurani 

03 May 2026 | 09:00:00 | dibaca : 93
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

KEBUMEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memberikan tali asih atau bisyarah bagi para penghafal Al-Qur’an. Upaya ini dilakukan sebagai bukti komitmen Jawa Tengah untuk mencetak dan membangun generasi qurani di wilayahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menceritakan, suatu ketika ada orang tua santri yang menemuinya dan menyampaikan terima kasih perihal tali asih tersebut. 

"Saya kaget kok tiba-tiba mengucapkan terima kasih. Ternyata anaknya adalah salah satu santri asal Papua yang menerima bisyarah penghafal Qur'an dari Pemprov Jateng," ucapnya. 

Orang tua santri itu, awalnya mengaku kaget saat anaknya memiliki uang saku tambahan. Ternyata, uang tersebut merupakan tali asih dari Pemprov Jateng, karena anaknya telah berhasil menghafal Al-Qur'an saat berada di pondok pesantren di Jateng.

Wagub menyampaikan, manfaat tali asih ternyata sangat dirasakan oleh para penerimanya. Bukan hanya santri yang menerima, melainkan orang tua santri, bahkan beberapa di antaranya memberikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas pemberian tali asih tersebut.

"Bisyarah ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyarah, setiap anak sebesar Rp1 juta," ucapnya.

Ia menyampaikan, manfaat Al-Qur’an sangat besar bagi kehidupan umat muslim. Maka tidak heran banyak santri yang berjuang untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Dalam catatannya, setiap tahun ada sekitar 2.000-an santri yang mampu menghafalkan Al- Qur’an di Jateng.

Sementara itu, salah satu santri penghafal Al-Qur'an, Nisvia Nurlaila, menyampaikan terima kasih atas tali asih  yang diberikan oleh Pemprov Jateng. Ia mengungkapkan, akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. 

"Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat lagi mempelajari Al-Qur’an," ujarnya.

Nisvia menyelesaikan hafalan 30 juz sekitar 7 tahun. Sedangkan rekannya, Khairani selesai dalam waktu 3 tahun. Keduanya kini tengah menimba ilmu di MA NU Darussaadah Kebumen.


Bagikan :

KEBUMEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memberikan tali asih atau bisyarah bagi para penghafal Al-Qur’an. Upaya ini dilakukan sebagai bukti komitmen Jawa Tengah untuk mencetak dan membangun generasi qurani di wilayahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menceritakan, suatu ketika ada orang tua santri yang menemuinya dan menyampaikan terima kasih perihal tali asih tersebut. 

"Saya kaget kok tiba-tiba mengucapkan terima kasih. Ternyata anaknya adalah salah satu santri asal Papua yang menerima bisyarah penghafal Qur'an dari Pemprov Jateng," ucapnya. 

Orang tua santri itu, awalnya mengaku kaget saat anaknya memiliki uang saku tambahan. Ternyata, uang tersebut merupakan tali asih dari Pemprov Jateng, karena anaknya telah berhasil menghafal Al-Qur'an saat berada di pondok pesantren di Jateng.

Wagub menyampaikan, manfaat tali asih ternyata sangat dirasakan oleh para penerimanya. Bukan hanya santri yang menerima, melainkan orang tua santri, bahkan beberapa di antaranya memberikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas pemberian tali asih tersebut.

"Bisyarah ini tidak melihat orang Jateng atau luar Jateng. Setiap selesai menghafal 30 juz, kita akan memberikan tali asih atau bisyarah, setiap anak sebesar Rp1 juta," ucapnya.

Ia menyampaikan, manfaat Al-Qur’an sangat besar bagi kehidupan umat muslim. Maka tidak heran banyak santri yang berjuang untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Dalam catatannya, setiap tahun ada sekitar 2.000-an santri yang mampu menghafalkan Al- Qur’an di Jateng.

Sementara itu, salah satu santri penghafal Al-Qur'an, Nisvia Nurlaila, menyampaikan terima kasih atas tali asih  yang diberikan oleh Pemprov Jateng. Ia mengungkapkan, akan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. 

"Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat lagi mempelajari Al-Qur’an," ujarnya.

Nisvia menyelesaikan hafalan 30 juz sekitar 7 tahun. Sedangkan rekannya, Khairani selesai dalam waktu 3 tahun. Keduanya kini tengah menimba ilmu di MA NU Darussaadah Kebumen.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu