Follow Us :              

SDM Jateng Disebut Setara Global, Gubernur Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja Lokal

  06 May 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 94 
Kategori :
Bagikan :


SDM Jateng Disebut Setara Global, Gubernur Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja Lokal

06 May 2026 | 09:00:00 | dibaca : 94
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KENDAL — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H.,  S.St.M.K., meminta para investor yang menanamkan modal/investasi di wilayahnya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sebab, sumber daya manusia (SDM) di Jateng memiliki kompetensi yang sama dengan negara lain.

Hal itu terlihat saat ia melakukan tinjauan di PT Borine Technology Indonesia, Kawasan Ekonomi Kendal (KEK) pada Rabu, 6 Mei 2026. 

Dalam kunjungan itu, Gubernur melihat proses produksi serta berdialog langsung dengan para pimpinan perusahaan. 

Berdasarkan tinjauan, diketahui bahwa hasil produksi PT Borine Technology Indonesia dialokasikan untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Secara kualitas, hasil produksinya pun sama dengan produk yang dihasilkan oleh pekerja di China atau negara asal perusahaan. 

"Artinya, selama kita mempunyai niat untuk bekerja, khususnya wilayah Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika Purnamasari.

Ia menyampaikan, kompetensi SDM menjadi salah satu syarat utama untuk menarik investasi masuk ke Jateng. Menurutnya, kepercayaan dari PT Borine Technology Indonesia turut serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Bahkan, perusahaan tersebut mengajak 6 perusahaan lain menjadi supplier bahan baku.

Tercatat, nilai investasi PT Borine Technology Indonesia pada fase 1 mencapai USD 700 juta. Saat ini, mereka sudah berkomitmen untuk memperluas pabrik di KEK melalui investasi fase 2 dengan nilai mencapai sekitar USD 1,4 miliar. Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti bahwa para investor percaya, Jateng merupakan destinasi investasi yang aman, stabil, dan kompetitif bagi pemodal global.

Oleh karena itu, Gubernur menegaskan, kepercayaan dari para investor menjadi hal yang harus terus dijaga. Maka seluruh kepala daerah dan kepala dinas diminta menjadi manajer marketing untuk menawarkan potensi investasi di masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendengarkan berbagai masukan dan kekurangan yang perlu dituntaskan bersama. Salah satu masukan datang dari pihak investor dan pengelola KEK terkait dengan Pelabuhan Kendal. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur akan mengintensifkan koordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Kementerian Perhubungan, untuk membuka kembali Pelabuhan Kendal dan Batang serta mempercepat revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.


Bagikan :

KENDAL — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H.,  S.St.M.K., meminta para investor yang menanamkan modal/investasi di wilayahnya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sebab, sumber daya manusia (SDM) di Jateng memiliki kompetensi yang sama dengan negara lain.

Hal itu terlihat saat ia melakukan tinjauan di PT Borine Technology Indonesia, Kawasan Ekonomi Kendal (KEK) pada Rabu, 6 Mei 2026. 

Dalam kunjungan itu, Gubernur melihat proses produksi serta berdialog langsung dengan para pimpinan perusahaan. 

Berdasarkan tinjauan, diketahui bahwa hasil produksi PT Borine Technology Indonesia dialokasikan untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Secara kualitas, hasil produksinya pun sama dengan produk yang dihasilkan oleh pekerja di China atau negara asal perusahaan. 

"Artinya, selama kita mempunyai niat untuk bekerja, khususnya wilayah Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain," ucap Gubernur usai melakukan peninjauan didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika Purnamasari.

Ia menyampaikan, kompetensi SDM menjadi salah satu syarat utama untuk menarik investasi masuk ke Jateng. Menurutnya, kepercayaan dari PT Borine Technology Indonesia turut serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Bahkan, perusahaan tersebut mengajak 6 perusahaan lain menjadi supplier bahan baku.

Tercatat, nilai investasi PT Borine Technology Indonesia pada fase 1 mencapai USD 700 juta. Saat ini, mereka sudah berkomitmen untuk memperluas pabrik di KEK melalui investasi fase 2 dengan nilai mencapai sekitar USD 1,4 miliar. Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti bahwa para investor percaya, Jateng merupakan destinasi investasi yang aman, stabil, dan kompetitif bagi pemodal global.

Oleh karena itu, Gubernur menegaskan, kepercayaan dari para investor menjadi hal yang harus terus dijaga. Maka seluruh kepala daerah dan kepala dinas diminta menjadi manajer marketing untuk menawarkan potensi investasi di masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendengarkan berbagai masukan dan kekurangan yang perlu dituntaskan bersama. Salah satu masukan datang dari pihak investor dan pengelola KEK terkait dengan Pelabuhan Kendal. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur akan mengintensifkan koordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Kementerian Perhubungan, untuk membuka kembali Pelabuhan Kendal dan Batang serta mempercepat revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu