Follow Us :              

Tekan Angka Kemiskinan Jateng, Perusahaan Padat Karya di Brebes Serap 4.044 Tenaga Kerja

  07 May 2026  |   11:00:00  |   dibaca : 331 
Kategori :
Bagikan :


Tekan Angka Kemiskinan Jateng, Perusahaan Padat Karya di Brebes Serap 4.044 Tenaga Kerja

07 May 2026 | 11:00:00 | dibaca : 331
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BREBES — Investasi di bidang padat karya yang ada di Jawa Tengah dinilai mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu terlihat saat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., berkunjung ke PT Gold Emperor Indonesia, Kabupaten Brebes pada Kamis, 7 Mei 2026. 

Dalam kunjungan itu, ia berkeliling ke tempat produksi serta menyapa para karyawan yang tengah bekerja. Sambutan hangat datang dari para pekerja, bahkan beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa mereka merasa senang bisa bekerja di perusahaan tersebut.

"Kita cek salah satu karyawan tadi, ada yang dapat uang lembur sampai Rp4 juta. Ini sudah cukup bagi mereka," ucap Gubernur di sela tinjauan. 

Per Maret 2026, perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur alas kaki atau sepatu itu memiliki karyawan sebanyak 4.044 orang, terdiri dari 3.274 tenaga kerja perempuan dan 770 tenaga kerja laki-laki. Dalam beberapa tahun mendatang, perusahaan tersebut menargetkan jumlah karyawannya mencapai sekitar 10.000 orang.

"Kami melakukan pengecekan di PT Gold Emperor Indonesia yang sifatnya padat karya. Karyawannya sekitar 4.044 orang, dengan produksinya berupa alas kaki atau sepatu yang diekspor ke banyak negara," ucap Gubernur. 

Sebagai informasi, PT Gold Emperor Indonesia merupakan perusahaan asal Cina yang menanamkan investasi di Jateng. Realisasi investasi perusahaan tersebut dari tahun 2024–2025 mencapai Rp1,65 triliun. Ada kemungkinan nilai investasinya akan bertambah melihat kondisi saat ini yang dapat dikatakan stabil.

Gubernur mengungkapkan, tingginya investasi itu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah. 

Tak hanya itu, investasi yang masuk juga akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang dapat mendukung penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memangkas angka kemiskinan. Apalagi, saat ini juga didorong adanya kawasan industri di Kabupaten Brebes.

Maka dari itu, Gubernur akan terus memberikan dukungan terkait penyediaan tenaga kerja kompetitif melalui sekolah vokasi, politeknik, hingga balai latihan kerja (BLK).  

"Kita akan manfaatkan BLK dan sekolah vokasi agar dapat menyediakan tenaga kerja yang kompetitif," ucapnya.

Salah seorang karyawan, Tri Dewi Martini, mengaku sangat senang bekerja di PT Gold Emperor Indonesia. Selain gaji yang sudah sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK), ia juga mendapatkan fasilitas, seperti BPJS dan uang makan.

"Banyak sukanya di sini, banyak lemburan, banyak cuannya. Gaji UMR, tambahannya dari lemburan setiap harinya. Kita lima hari kerja, Sabtu dihitungnya lembur. Terus ada juga tunjangan kehadiran, jadi kalau berangkat terus dapat bonus uang kehadiran," ujar Tri yang sudah bekerja selama 1,5 tahun di perusahaan tersebut.

Di tengah banyaknya investasi dan industri yang terus berkembang, Tri berharap Brebes dan Jawa Tengah ke depannya bisa lebih maju.


Bagikan :

BREBES — Investasi di bidang padat karya yang ada di Jawa Tengah dinilai mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu terlihat saat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., berkunjung ke PT Gold Emperor Indonesia, Kabupaten Brebes pada Kamis, 7 Mei 2026. 

Dalam kunjungan itu, ia berkeliling ke tempat produksi serta menyapa para karyawan yang tengah bekerja. Sambutan hangat datang dari para pekerja, bahkan beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa mereka merasa senang bisa bekerja di perusahaan tersebut.

"Kita cek salah satu karyawan tadi, ada yang dapat uang lembur sampai Rp4 juta. Ini sudah cukup bagi mereka," ucap Gubernur di sela tinjauan. 

Per Maret 2026, perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur alas kaki atau sepatu itu memiliki karyawan sebanyak 4.044 orang, terdiri dari 3.274 tenaga kerja perempuan dan 770 tenaga kerja laki-laki. Dalam beberapa tahun mendatang, perusahaan tersebut menargetkan jumlah karyawannya mencapai sekitar 10.000 orang.

"Kami melakukan pengecekan di PT Gold Emperor Indonesia yang sifatnya padat karya. Karyawannya sekitar 4.044 orang, dengan produksinya berupa alas kaki atau sepatu yang diekspor ke banyak negara," ucap Gubernur. 

Sebagai informasi, PT Gold Emperor Indonesia merupakan perusahaan asal Cina yang menanamkan investasi di Jateng. Realisasi investasi perusahaan tersebut dari tahun 2024–2025 mencapai Rp1,65 triliun. Ada kemungkinan nilai investasinya akan bertambah melihat kondisi saat ini yang dapat dikatakan stabil.

Gubernur mengungkapkan, tingginya investasi itu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah. 

Tak hanya itu, investasi yang masuk juga akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang dapat mendukung penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memangkas angka kemiskinan. Apalagi, saat ini juga didorong adanya kawasan industri di Kabupaten Brebes.

Maka dari itu, Gubernur akan terus memberikan dukungan terkait penyediaan tenaga kerja kompetitif melalui sekolah vokasi, politeknik, hingga balai latihan kerja (BLK).  

"Kita akan manfaatkan BLK dan sekolah vokasi agar dapat menyediakan tenaga kerja yang kompetitif," ucapnya.

Salah seorang karyawan, Tri Dewi Martini, mengaku sangat senang bekerja di PT Gold Emperor Indonesia. Selain gaji yang sudah sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK), ia juga mendapatkan fasilitas, seperti BPJS dan uang makan.

"Banyak sukanya di sini, banyak lemburan, banyak cuannya. Gaji UMR, tambahannya dari lemburan setiap harinya. Kita lima hari kerja, Sabtu dihitungnya lembur. Terus ada juga tunjangan kehadiran, jadi kalau berangkat terus dapat bonus uang kehadiran," ujar Tri yang sudah bekerja selama 1,5 tahun di perusahaan tersebut.

Di tengah banyaknya investasi dan industri yang terus berkembang, Tri berharap Brebes dan Jawa Tengah ke depannya bisa lebih maju.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu