Follow Us :              

Berkat Program Rumah Subsidi, Mimpi Buruh Pabrik Miliki Rumah Bisa Terwujud

  09 May 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 180 
Kategori :
Bagikan :


Berkat Program Rumah Subsidi, Mimpi Buruh Pabrik Miliki Rumah Bisa Terwujud

09 May 2026 | 13:00:00 | dibaca : 180
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BREBES — Harapan Nur Atikah untuk memiliki rumah sendiri akhirnya terwujud. Berkat program subsidi dari pemerintah, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik itu bisa membeli rumah di Perumahan Grand Amartha, Kelurahan Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. 

Dari rumahnya pula, ia menyambut kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Sabtu, 9 Mei 2026. 

Bagi Atikah, membeli rumah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perempuan single parent itu harus mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk mengangsur rumah dengan tipe 30/60 tersebut. 

Melalui pembiayaan rumah subdisi, ia mengangsur Rp1 juta setiap bulan selama 20 tahun. Angsuran itu diambil dari gajinya yang sebesar Rp2,4 juta. Kemudian, sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baginya, angka itu bukan jumlah kecil. Namun, keputusan membeli rumah harus ia ambil agar bisa memiliki tempat tinggal sendiri untuknya pulang dan membesarkan anak-anaknya.

Sehari-hari, Nur Atikah bekerja di pabrik rokok. Dari rumahnya, jarak menuju tempat kerja dapat ditempuh sekitar 20 menit. Hal itu menjadi salah satu alasan rumah subsidi yang dibelinya sangat membantu.

Di hadapan Menteri dan Gubernur Jateng, ia juga menjelaskan bahwa lingkungan perumahan yang ditempatinya cukup nyaman. Infrastruktur jalannya sudah baik, penerangannya tersedia, dan pengangkutan sampah rutin dilakukan.

“Alhamdulillah di sini aman, tidak pernah banjir. Kondisinya juga jalannya bagus,” ucapnya.

Kunjungan kerja Menteri dan Gubernur Jateng menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung bagaimana program rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah. 

Sebagai informasi, rumah subsidi tipe 30/60 dipasarkan dengan harga sekitar Rp166 juta di Perumahan Grand Amartha. PT Anugrah Jaya Land mengembangkan kawasan perumahan tersebut di atas lahan sekitar 13,5 hektare dengan total 116 unit rumah.  

Perumahan itu pun dilengkapi listrik PLN 1.300 watt, air dari sumur artetis, jalan utama beton selebar tujuh meter, drainase, taman bermain, serta ruang interaksi warga berupa joglo. Lokasinya berada tidak jauh dari fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat Kota Brebes, dan Mal Pelayanan Publik.


Bagikan :

BREBES — Harapan Nur Atikah untuk memiliki rumah sendiri akhirnya terwujud. Berkat program subsidi dari pemerintah, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik itu bisa membeli rumah di Perumahan Grand Amartha, Kelurahan Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. 

Dari rumahnya pula, ia menyambut kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Sabtu, 9 Mei 2026. 

Bagi Atikah, membeli rumah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perempuan single parent itu harus mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk mengangsur rumah dengan tipe 30/60 tersebut. 

Melalui pembiayaan rumah subdisi, ia mengangsur Rp1 juta setiap bulan selama 20 tahun. Angsuran itu diambil dari gajinya yang sebesar Rp2,4 juta. Kemudian, sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baginya, angka itu bukan jumlah kecil. Namun, keputusan membeli rumah harus ia ambil agar bisa memiliki tempat tinggal sendiri untuknya pulang dan membesarkan anak-anaknya.

Sehari-hari, Nur Atikah bekerja di pabrik rokok. Dari rumahnya, jarak menuju tempat kerja dapat ditempuh sekitar 20 menit. Hal itu menjadi salah satu alasan rumah subsidi yang dibelinya sangat membantu.

Di hadapan Menteri dan Gubernur Jateng, ia juga menjelaskan bahwa lingkungan perumahan yang ditempatinya cukup nyaman. Infrastruktur jalannya sudah baik, penerangannya tersedia, dan pengangkutan sampah rutin dilakukan.

“Alhamdulillah di sini aman, tidak pernah banjir. Kondisinya juga jalannya bagus,” ucapnya.

Kunjungan kerja Menteri dan Gubernur Jateng menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung bagaimana program rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah. 

Sebagai informasi, rumah subsidi tipe 30/60 dipasarkan dengan harga sekitar Rp166 juta di Perumahan Grand Amartha. PT Anugrah Jaya Land mengembangkan kawasan perumahan tersebut di atas lahan sekitar 13,5 hektare dengan total 116 unit rumah.  

Perumahan itu pun dilengkapi listrik PLN 1.300 watt, air dari sumur artetis, jalan utama beton selebar tujuh meter, drainase, taman bermain, serta ruang interaksi warga berupa joglo. Lokasinya berada tidak jauh dari fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat Kota Brebes, dan Mal Pelayanan Publik.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu