Follow Us :              

Dongkrak Sektor Konsumsi, Rupiah Borobudur Playon 2026 Akan Diikuti Ribuan Peserta

  25 May 2026  |   15:30:00  |   dibaca : 29 
Kategori :
Bagikan :


Dongkrak Sektor Konsumsi, Rupiah Borobudur Playon 2026 Akan Diikuti Ribuan Peserta

25 May 2026 | 15:30:00 | dibaca : 29
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG Event lari menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan ekonomi daerah. Sebab, kegiatan tersebut dinilai mampu menarik banyak pendatang untuk mendongkrak sektor konsumsi di daerah.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di sela acara Launching dan Press Conference Rupiah Borobudur Playon (RPB) 2026 di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada Senin,  25 Mei 2026.  Rencananya, event tersebut akan digelar pada 4–5 Juli 2026 mendatang.  

Oleh karena itu, Sekda berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) yang konsisten berkomitmen untuk menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon. Ia menilai, olahraga lari adalah sarana paling mudah untuk mendatangkan orang ke Jateng. Dengan adanya banyak orang yang datang, maka konsumsi juga akan meningkat. 

“Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah paling besar berasal dari sektor konsumsi. Karenanya, perlu sering-sering mendatangkan orang ke provinsi ini,” ucapnya.

Apalagi, event lari tersebut juga menjadi salah satu upaya mengembangkan pariwisata olahraga (sport tourism) di Jateng. Tak hanya itu, Sekda juga memberikan apresiasi kepada BI yang menggelar event ini untuk misi sosial yang menyasar kepada masyarakat.  

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan, target peserta pada tahun 2026 sebanyak 4.000 pelari. Adapun pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang, sehingga total akan ada sekitar 10.000 orang yang terlibat dalam kegiatan ini. 

Ia menjelaskan, dana yang diperoleh dari pendaftaran peserta, akan disumbangkan kepada masyarakat di sekitar Borobudur. Sesuai dengan permintaan kepala daerah setempat, permintaan utamanya untuk pengolahan sampah. 

"Memang tidak semua desa yang mendapatkan bantuan, tetapi akan dipusatkan di beberapa desa. Jadi nanti sampah dari desa sekitarnya bisa dikumpulkan di satu tempat," katanya. 

Noor menambahkan, gelaran RBP 2026 menjadi salah satu upaya untuk membuat masyarakat paham dan bangga terhadap rupiah.  

"Supaya masyarakat lebih paham bagaimana seharusnya memberlakukan rupiah, sehingga punya daya tahan yang lebih lama,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG Event lari menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan ekonomi daerah. Sebab, kegiatan tersebut dinilai mampu menarik banyak pendatang untuk mendongkrak sektor konsumsi di daerah.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di sela acara Launching dan Press Conference Rupiah Borobudur Playon (RPB) 2026 di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada Senin,  25 Mei 2026.  Rencananya, event tersebut akan digelar pada 4–5 Juli 2026 mendatang.  

Oleh karena itu, Sekda berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) yang konsisten berkomitmen untuk menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon. Ia menilai, olahraga lari adalah sarana paling mudah untuk mendatangkan orang ke Jateng. Dengan adanya banyak orang yang datang, maka konsumsi juga akan meningkat. 

“Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah paling besar berasal dari sektor konsumsi. Karenanya, perlu sering-sering mendatangkan orang ke provinsi ini,” ucapnya.

Apalagi, event lari tersebut juga menjadi salah satu upaya mengembangkan pariwisata olahraga (sport tourism) di Jateng. Tak hanya itu, Sekda juga memberikan apresiasi kepada BI yang menggelar event ini untuk misi sosial yang menyasar kepada masyarakat.  

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jateng, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan, target peserta pada tahun 2026 sebanyak 4.000 pelari. Adapun pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang, sehingga total akan ada sekitar 10.000 orang yang terlibat dalam kegiatan ini. 

Ia menjelaskan, dana yang diperoleh dari pendaftaran peserta, akan disumbangkan kepada masyarakat di sekitar Borobudur. Sesuai dengan permintaan kepala daerah setempat, permintaan utamanya untuk pengolahan sampah. 

"Memang tidak semua desa yang mendapatkan bantuan, tetapi akan dipusatkan di beberapa desa. Jadi nanti sampah dari desa sekitarnya bisa dikumpulkan di satu tempat," katanya. 

Noor menambahkan, gelaran RBP 2026 menjadi salah satu upaya untuk membuat masyarakat paham dan bangga terhadap rupiah.  

"Supaya masyarakat lebih paham bagaimana seharusnya memberlakukan rupiah, sehingga punya daya tahan yang lebih lama,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu