Follow Us :              

Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta

  19 June 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 389 
Kategori :
Bagikan :

Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta

19 June 2026 | 19:00:00 | dibaca : 389
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta
Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit, Perantau Asal Jawa Tengah Persembahkan Gebyar Harmoni Budaya di Jakarta

Foto : Fajar (Humas Jateng)

JAKARTA — Perkumpulan perantau yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 19 Juni 2026. 

Acara itu menampilkan dua pagelaran wayang kulit, yaitu wayang kulit gagrak atau gaya Betawi dengan dalang Ki Sukadana dan wayang kulit gagrak Jawa dengan dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. Selain wayang kulit, juga ada fragmen pentas teater kolaborasi.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada warga Jateng yang merantau di Jabodetabek tersebut. Acara ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Periode 1997-2007, Sutiyoso (Bang Yos); Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri; Duta Besar Bahrain untuk Indonesia, Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri; serta sejumlah tokoh lain.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan, gelaran Gebyar Harmoni Budaya ini menunjukkan bahwa masyarakat Jateng dapat beradaptasi dan berkolaborasi di perantauan. Sama halnya dengan adanya pertunjukan wayang kulit ini, menandakan bahwa warga Jateng di perantauan tidak melupakan tempat asalnya. 

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah (di tempat) ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur," katanya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan di wilayahnya terus berkembang. Bahkan, Jateng sedang menjadi magnet investasi bagi berbagai daerah di dalam negeri maupun luar negeri. 

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, mengatakan, gelaran wayang kulit sengaja dipilih untuk ditampilkan sebagai produk budaya yang sudah menjadi aset negara Indonesia. Maka dari itu, budaya ini sangat penting untuk dilestarikan oleh seluruh masyarakat, termasuk generasi muda Indonesia, terutama orang Jawa dan Betawi.

"Harmoni Budaya adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. Maka dari itu, kita terus upayakan karena Gubernur DKI Jakarta bersama Gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya," katanya.


Bagikan :

JAKARTA — Perkumpulan perantau yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 19 Juni 2026. 

Acara itu menampilkan dua pagelaran wayang kulit, yaitu wayang kulit gagrak atau gaya Betawi dengan dalang Ki Sukadana dan wayang kulit gagrak Jawa dengan dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. Selain wayang kulit, juga ada fragmen pentas teater kolaborasi.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada warga Jateng yang merantau di Jabodetabek tersebut. Acara ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Periode 1997-2007, Sutiyoso (Bang Yos); Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri; Duta Besar Bahrain untuk Indonesia, Ahmed Abdulla Alharmasi Alhajeri; serta sejumlah tokoh lain.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan, gelaran Gebyar Harmoni Budaya ini menunjukkan bahwa masyarakat Jateng dapat beradaptasi dan berkolaborasi di perantauan. Sama halnya dengan adanya pertunjukan wayang kulit ini, menandakan bahwa warga Jateng di perantauan tidak melupakan tempat asalnya. 

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah (di tempat) ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur," katanya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan di wilayahnya terus berkembang. Bahkan, Jateng sedang menjadi magnet investasi bagi berbagai daerah di dalam negeri maupun luar negeri. 

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, mengatakan, gelaran wayang kulit sengaja dipilih untuk ditampilkan sebagai produk budaya yang sudah menjadi aset negara Indonesia. Maka dari itu, budaya ini sangat penting untuk dilestarikan oleh seluruh masyarakat, termasuk generasi muda Indonesia, terutama orang Jawa dan Betawi.

"Harmoni Budaya adalah kolaborasi seni budaya antara wong Jawa dan Betawi. Maka dari itu, kita terus upayakan karena Gubernur DKI Jakarta bersama Gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu