Follow Us :              

Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan

  25 June 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 1193 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan

25 June 2026 | 13:00:00 | dibaca : 1193
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan
Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan
Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan
Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan
Pemprov Jateng Ajukan Sekitar 1.000 Formasi CPNS 2026, Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Mayoritas formasi tersebut diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat yang hingga kini masih sangat dibutuhkan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan di Jateng masih cukup tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Yang diajukan tahun ini sekitar 1.000 formasi, mayoritas tenaga kesehatan," ucapnya dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis, 25 Juni 2026. 

Meskipun demikian, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ia mengatakan, selama ini usulan formasi yang diajukan pemerintah daerah tidak selalu dapat dipenuhi secara penuh oleh pemerintah pusat.

Sekda menyampaikan, hampir seluruh sektor pelayanan publik di lingkungan Pemprov Jateng masih membutuhkan tambahan pegawai. Namun, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama mengingat tingginya kebutuhan layanan masyarakat.

Selain kekurangan tenaga perawat, Jateng juga masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis, terutama yang bertugas di rumah sakit daerah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, karena dokter spesialis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan.

Dalam kesempatan itu, Sekda melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 231 pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Jateng yang dilakukan secara luring maupun daring.

Kepada para ASN yang baru dilantik, Sekda berpesan agar mereka meningkatkan semangat kerja serta mengedepankan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan penuh tanggung jawab.

"Sebagai abdi masyarakat itu benar-benar memposisikan sebagai abdi, bagaimana merespons cepat, melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan penuh keikhlasan," tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut diikuti oleh 231 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan fungsional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 225 orang merupakan tenaga kesehatan dan 6 orang merupakan tenaga teknis.

Tingginya kebutuhan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemprov Jateng. Penambahan perawat dan dokter spesialis dinilai sangat penting untuk meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Dengan usulan 1.000 formasi baru yang diajukan tahun ini, Pemprov Jateng berharap kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi secara bertahap, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan merata.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Mayoritas formasi tersebut diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat yang hingga kini masih sangat dibutuhkan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan di Jateng masih cukup tinggi, seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Yang diajukan tahun ini sekitar 1.000 formasi, mayoritas tenaga kesehatan," ucapnya dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis, 25 Juni 2026. 

Meskipun demikian, pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ia mengatakan, selama ini usulan formasi yang diajukan pemerintah daerah tidak selalu dapat dipenuhi secara penuh oleh pemerintah pusat.

Sekda menyampaikan, hampir seluruh sektor pelayanan publik di lingkungan Pemprov Jateng masih membutuhkan tambahan pegawai. Namun, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama mengingat tingginya kebutuhan layanan masyarakat.

Selain kekurangan tenaga perawat, Jateng juga masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis, terutama yang bertugas di rumah sakit daerah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, karena dokter spesialis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan.

Dalam kesempatan itu, Sekda melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 231 pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Jateng yang dilakukan secara luring maupun daring.

Kepada para ASN yang baru dilantik, Sekda berpesan agar mereka meningkatkan semangat kerja serta mengedepankan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan penuh tanggung jawab.

"Sebagai abdi masyarakat itu benar-benar memposisikan sebagai abdi, bagaimana merespons cepat, melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan penuh keikhlasan," tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto, menjelaskan bahwa pelantikan tersebut diikuti oleh 231 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan fungsional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 225 orang merupakan tenaga kesehatan dan 6 orang merupakan tenaga teknis.

Tingginya kebutuhan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemprov Jateng. Penambahan perawat dan dokter spesialis dinilai sangat penting untuk meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Dengan usulan 1.000 formasi baru yang diajukan tahun ini, Pemprov Jateng berharap kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi secara bertahap, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan merata.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu