Follow Us :              

Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten

  26 June 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 203 
Kategori :
Bagikan :

Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten

26 June 2026 | 07:30:00 | dibaca : 203
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten
Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten
Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten
Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten
Posyandu Jiwa Gemas Ketawa & Museum Besalen Koripan Bukti Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa Kranggan Klaten

Foto : Mizan (Humas Jateng)

KLATEN – Keberhasilan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng menjadikan desa tersebut sebagai contoh pengembangan program Desa Dampingan. 

"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas kita, untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang," ucapnya dalam Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan pada Jumat, 26 Juni 2026. 

Menurutnya, kemajuan Desa Kranggan tak lepas dari kerja sama antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengembangkan seluruh potensi desa. 

Salah satu inovasi yang dinilai menarik adalah keberadaan Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa). Program tersebut tidak hanya mendampingi warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga mendorong mereka agar kembali produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Wagub menilai, model pelayanan tersebut selaras dengan program Pemprov Jateng yang tengah merancang Klinik Disabilitas.

Keberhasilan Desa Kranggan tidak lepas dari kolaborasi dengan perguruan tinggi. Melalui pendampingan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), desa tersebut juga berhasil mengembangkan Museum Besalen Koripan. Bahkan, museum metalurgi pertama di Indonesia ini dikelola langsung oleh pemerintah desa setempat.

Melihat keberhasilan desa tersebut, Wagub meminta Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Jateng melakukan evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD di Jateng. Nantinya, desa-desa yang masih mengalami kendala akan diajak belajar langsung ke desa yang telah berhasil.

"Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki," tegasnya.

Wagub mengatakan, pendampingan desa tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi juga harus membangun kapasitas masyarakat agar bisa mandiri, memiliki jejaring, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Wakil Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Dodi Aryawan, mengatakan, program pendampingan yang berlangsung selama Juni–November 2025 berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Selama masa pendampingan, tercatat ratusan wisatawan mengunjungi Museum Besalen Koripan. Pendapatan museum meningkat hampir 10 kali lipat dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta. Sementara penjualan produk pisau hasil para pande besi melonjak 9 kali lipat dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, berharap perhatian dari Pemprov Jateng mampu memberikan semangat bagi masyarakat untuk terus membangun desa. 

"Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan, sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya. 

Selama berada di Desa Kranggan, Wagub Jateng juga meninjau peternakan ayam milik BUMDes, serta mengunjungi Museum Besalen Koripan dan berbagai stan pelayanan publik yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

Pada kesempatan itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta bantuan satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.


Bagikan :

KLATEN – Keberhasilan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng menjadikan desa tersebut sebagai contoh pengembangan program Desa Dampingan. 

"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas kita, untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang," ucapnya dalam Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan pada Jumat, 26 Juni 2026. 

Menurutnya, kemajuan Desa Kranggan tak lepas dari kerja sama antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengembangkan seluruh potensi desa. 

Salah satu inovasi yang dinilai menarik adalah keberadaan Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa). Program tersebut tidak hanya mendampingi warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga mendorong mereka agar kembali produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Wagub menilai, model pelayanan tersebut selaras dengan program Pemprov Jateng yang tengah merancang Klinik Disabilitas.

Keberhasilan Desa Kranggan tidak lepas dari kolaborasi dengan perguruan tinggi. Melalui pendampingan dari Universitas Sebelas Maret (UNS), desa tersebut juga berhasil mengembangkan Museum Besalen Koripan. Bahkan, museum metalurgi pertama di Indonesia ini dikelola langsung oleh pemerintah desa setempat.

Melihat keberhasilan desa tersebut, Wagub meminta Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Jateng melakukan evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD di Jateng. Nantinya, desa-desa yang masih mengalami kendala akan diajak belajar langsung ke desa yang telah berhasil.

"Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki," tegasnya.

Wagub mengatakan, pendampingan desa tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi juga harus membangun kapasitas masyarakat agar bisa mandiri, memiliki jejaring, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Wakil Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Dodi Aryawan, mengatakan, program pendampingan yang berlangsung selama Juni–November 2025 berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Selama masa pendampingan, tercatat ratusan wisatawan mengunjungi Museum Besalen Koripan. Pendapatan museum meningkat hampir 10 kali lipat dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta. Sementara penjualan produk pisau hasil para pande besi melonjak 9 kali lipat dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, berharap perhatian dari Pemprov Jateng mampu memberikan semangat bagi masyarakat untuk terus membangun desa. 

"Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan, sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya. 

Selama berada di Desa Kranggan, Wagub Jateng juga meninjau peternakan ayam milik BUMDes, serta mengunjungi Museum Besalen Koripan dan berbagai stan pelayanan publik yang menghadirkan layanan administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

Pada kesempatan itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta bantuan satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu