Follow Us :              

Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

  30 June 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 132 
Kategori :
Bagikan :

Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

30 June 2026 | 19:00:00 | dibaca : 132
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
Di Tengah Tantangan Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memastikan iklim investasi di wilayahnya tetap kondusif di tengah berbagai tantangan geopolitik dan tekanan fiskal. 

Bahkan, Jawa Tengah dinilai masih menjadi magnet bagi investor berkat berbagai kemudahan dan dukungan yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Hal itu disampaikannya dalam acara Business Dinner bersama Pelaku Usaha dan Stakeholders Perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma, Kota Semarang pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Kegiatan itu dihadiri oleh 105 investor dan para pelaku usaha, mulai dari investor Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pengelola kawasan industri, hingga jajaran direksi Bank Jateng

“Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal,” ucap Gubernur.  

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat daya saing investasi dengan memberikan kemudahan perizinan, jaminan keamanan, hingga penyediaan tenaga kerja siap pakai melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada periode Januari-Maret 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23% dari target investasi tahun ini sebesar Rp99,09 triliun. Investasi tersebut terdiri dari PMA Rp12,98 triliun dan PMDN Rp10,04 triliun, dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja dari 24.957 proyek.

Sementara sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Jateng mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan 418.138 tenaga kerja.

Selain memperkuat pelayanan investasi, Pemprov Jateng juga menyiapkan pengembangan 12 kawasan industri baru yang tersebar di berbagai daerah, antara lain Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, dan Kota Semarang.

Pemerintah juga tengah memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan dry port (tempat bongkar muat) di Kawasan Industri Batang dan Kendal guna mendukung aktivitas industri.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong untuk investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah. Menurutnya, penggunaan bank tersebut akan memperkuat perputaran ekonomi di Jawa Tengah, karena mayoritas saham Bank Jateng dimiliki pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

“Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis investor melalui layanan pembiayaan investasi, modal kerja, hingga transaksi perbankan. Bank Jateng juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan para pelaku usaha untuk mendukung pertumbuhan investasi di Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memastikan iklim investasi di wilayahnya tetap kondusif di tengah berbagai tantangan geopolitik dan tekanan fiskal. 

Bahkan, Jawa Tengah dinilai masih menjadi magnet bagi investor berkat berbagai kemudahan dan dukungan yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

Hal itu disampaikannya dalam acara Business Dinner bersama Pelaku Usaha dan Stakeholders Perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma, Kota Semarang pada Selasa malam, 30 Juni 2026. Kegiatan itu dihadiri oleh 105 investor dan para pelaku usaha, mulai dari investor Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), pengelola kawasan industri, hingga jajaran direksi Bank Jateng

“Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal,” ucap Gubernur.  

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat daya saing investasi dengan memberikan kemudahan perizinan, jaminan keamanan, hingga penyediaan tenaga kerja siap pakai melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada periode Januari-Maret 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23% dari target investasi tahun ini sebesar Rp99,09 triliun. Investasi tersebut terdiri dari PMA Rp12,98 triliun dan PMDN Rp10,04 triliun, dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja dari 24.957 proyek.

Sementara sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Jateng mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan 418.138 tenaga kerja.

Selain memperkuat pelayanan investasi, Pemprov Jateng juga menyiapkan pengembangan 12 kawasan industri baru yang tersebar di berbagai daerah, antara lain Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, dan Kota Semarang.

Pemerintah juga tengah memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan dry port (tempat bongkar muat) di Kawasan Industri Batang dan Kendal guna mendukung aktivitas industri.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong untuk investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah. Menurutnya, penggunaan bank tersebut akan memperkuat perputaran ekonomi di Jawa Tengah, karena mayoritas saham Bank Jateng dimiliki pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi.

“Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis investor melalui layanan pembiayaan investasi, modal kerja, hingga transaksi perbankan. Bank Jateng juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan para pelaku usaha untuk mendukung pertumbuhan investasi di Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu