Follow Us :              

Hadiri Manaqib Qubra di Cilacap, Wagub Minta Doa Ulama untuk Bangsa dan Negara

  04 July 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 104 
Kategori :
Bagikan :


Hadiri Manaqib Qubra di Cilacap, Wagub Minta Doa Ulama untuk Bangsa dan Negara

04 July 2026 | 08:00:00 | dibaca : 104
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

CILACAP - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap doa para ahli tarekat dan ulama terus mengiringi para pemimpin, agar bisa menjalankan amanah dan membawa pemerintahan berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Manaqib Qubra, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurutnya, tarekat atau upaya memahami syariat lebih mendalam memiliki peran penting dalam membangun spiritualitas. Zikir yang diamalkan dalam tarekat tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri atau jemaah, tetapi juga menjadi doa bagi seluruh makhluk, termasuk bangsa, negara, dan jalannya pemerintahan.

"Ini yang penting dan benar-benar saya harapkan," ucap Wagub.

Wagub berharap, doa para ulama dan jemaah senantiasa mengiringi para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

"Semoga jalannya roda pemerintahan masuk dalam doa-doa panjenengan. Pemerintahan akan berlangsung dengan baik berkat doa ahli toriqoh dan ulama," ujarnya.

Menurutnya, penguatan keimanan merupakan ajaran pertama yang ditanamkan Rasulullah SAW kepada umat Islam. Dalam konteks tersebut, tarekat menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkokoh kualitas keimanan.

Ia menambahkan, seseorang yang istiqomah dalam berzikir akan memiliki kesadaran spiritual yang mampu mencegah dirinya melakukan perbuatan tercela.

Sementara itu, Rais Jatman Jawa Tengah-DIY, Achmad Chalwani Nawawi, menyampaikan bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama dan ahli tarekat. Ia menyebut sejumlah tokoh bangsa yang memiliki kedekatan dengan dunia pesantren dan tarekat, seperti Mohammad Hatta dan Pangeran Diponegoro.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diwariskan para ulama menjadi fondasi penting dalam perjuangan membangun bangsa dan negara.


Bagikan :

CILACAP - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap doa para ahli tarekat dan ulama terus mengiringi para pemimpin, agar bisa menjalankan amanah dan membawa pemerintahan berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Manaqib Qubra, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurutnya, tarekat atau upaya memahami syariat lebih mendalam memiliki peran penting dalam membangun spiritualitas. Zikir yang diamalkan dalam tarekat tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri atau jemaah, tetapi juga menjadi doa bagi seluruh makhluk, termasuk bangsa, negara, dan jalannya pemerintahan.

"Ini yang penting dan benar-benar saya harapkan," ucap Wagub.

Wagub berharap, doa para ulama dan jemaah senantiasa mengiringi para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

"Semoga jalannya roda pemerintahan masuk dalam doa-doa panjenengan. Pemerintahan akan berlangsung dengan baik berkat doa ahli toriqoh dan ulama," ujarnya.

Menurutnya, penguatan keimanan merupakan ajaran pertama yang ditanamkan Rasulullah SAW kepada umat Islam. Dalam konteks tersebut, tarekat menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkokoh kualitas keimanan.

Ia menambahkan, seseorang yang istiqomah dalam berzikir akan memiliki kesadaran spiritual yang mampu mencegah dirinya melakukan perbuatan tercela.

Sementara itu, Rais Jatman Jawa Tengah-DIY, Achmad Chalwani Nawawi, menyampaikan bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama dan ahli tarekat. Ia menyebut sejumlah tokoh bangsa yang memiliki kedekatan dengan dunia pesantren dan tarekat, seperti Mohammad Hatta dan Pangeran Diponegoro.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diwariskan para ulama menjadi fondasi penting dalam perjuangan membangun bangsa dan negara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu