Follow Us :              

Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah

  10 July 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 18910 
Kategori :
Bagikan :

Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah

10 July 2026 | 12:30:00 | dibaca : 18910
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah
Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah
Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah
Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah
Bendungan Jlantah Diresmikam, Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Tengah

Foto : Ebron (Humas Jateng)

KARANGANYAR – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah mendapat dukungan baru dengan beroperasinya Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan tersebut menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring, Jumat 10 Juli 2026.

Dalam agenda tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, hadir langsung di lokasi Bendungan Jlantah.

Sekda mengatakan, pembangunan Bendungan Jlantah menjadi wujud nyata dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah. Keberadaan bendungan tersebut memiliki peran strategis untuk mendukung sektor pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air baku masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Bendungan ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya," ujar Sekda.

Ia menjelaskan, Bendungan Jlantah mampu mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian eksisting serta mendukung pengembangan sekitar 229 hektare lahan sawah baru.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, lahan pertanian di kawasan tersebut berpotensi memasuki tiga kali musim tanam dalam setahun. Dengan rata-rata produksi 6 ton gabah per hektare setiap musim tanam, Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi hingga sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.

Selain mendukung pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik. Ketersediaan tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan layanan air bersih.

Sebagai infrastruktur multifungsi, Bendungan Jlantah juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Meski telah diresmikan, Sekda menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu diselesaikan, terutama pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).

Sementara itu, keberadaan Bendungan Jlantah mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani di Desa Tlobo. Pasokan air yang lebih stabil membuat petani kini dapat melakukan tiga kali musim tanam dalam setahun.

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengatakan sebelum bendungan tersebut beroperasi, keterbatasan air menjadi kendala utama petani, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam," katanya.

Sugeng menceritakan, sebelumnya petani harus bergiliran mendapatkan pasokan air irigasi agar seluruh lahan tetap teraliri. Namun, upaya tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan air saat musim kemarau.

Kondisi berbeda kini mulai dirasakan. Pada Juni hingga Juli, yang sebelumnya menjadi periode rawan kekeringan, pasokan air untuk pertanian tetap tersedia.

Sugeng menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah membangun Bendungan Jlantah dan menjawab kebutuhan para petani.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar, karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi," tuturnya.

Meski demikian, Sugeng berharap dukungan pemerintah terus berlanjut melalui penyempurnaan jaringan irigasi di wilayah hilir. Sebab, masih terdapat dua bendung kecil yang membutuhkan perbaikan agar distribusi air semakin optimal.

Dengan penyempurnaan jaringan irigasi tersebut, manfaat Bendungan Jlantah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lahan pertanian serta semakin memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Karanganyar dan Jawa Tengah.


Bagikan :

KARANGANYAR – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah mendapat dukungan baru dengan beroperasinya Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan tersebut menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring, Jumat 10 Juli 2026.

Dalam agenda tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, hadir langsung di lokasi Bendungan Jlantah.

Sekda mengatakan, pembangunan Bendungan Jlantah menjadi wujud nyata dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah. Keberadaan bendungan tersebut memiliki peran strategis untuk mendukung sektor pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air baku masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Bendungan ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya," ujar Sekda.

Ia menjelaskan, Bendungan Jlantah mampu mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian eksisting serta mendukung pengembangan sekitar 229 hektare lahan sawah baru.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, lahan pertanian di kawasan tersebut berpotensi memasuki tiga kali musim tanam dalam setahun. Dengan rata-rata produksi 6 ton gabah per hektare setiap musim tanam, Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi hingga sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.

Selain mendukung pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik. Ketersediaan tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan layanan air bersih.

Sebagai infrastruktur multifungsi, Bendungan Jlantah juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Meski telah diresmikan, Sekda menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu diselesaikan, terutama pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).

Sementara itu, keberadaan Bendungan Jlantah mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani di Desa Tlobo. Pasokan air yang lebih stabil membuat petani kini dapat melakukan tiga kali musim tanam dalam setahun.

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengatakan sebelum bendungan tersebut beroperasi, keterbatasan air menjadi kendala utama petani, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam," katanya.

Sugeng menceritakan, sebelumnya petani harus bergiliran mendapatkan pasokan air irigasi agar seluruh lahan tetap teraliri. Namun, upaya tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan air saat musim kemarau.

Kondisi berbeda kini mulai dirasakan. Pada Juni hingga Juli, yang sebelumnya menjadi periode rawan kekeringan, pasokan air untuk pertanian tetap tersedia.

Sugeng menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah membangun Bendungan Jlantah dan menjawab kebutuhan para petani.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar, karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi," tuturnya.

Meski demikian, Sugeng berharap dukungan pemerintah terus berlanjut melalui penyempurnaan jaringan irigasi di wilayah hilir. Sebab, masih terdapat dua bendung kecil yang membutuhkan perbaikan agar distribusi air semakin optimal.

Dengan penyempurnaan jaringan irigasi tersebut, manfaat Bendungan Jlantah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lahan pertanian serta semakin memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Karanganyar dan Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu