Follow Us :              

Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng

  14 July 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 86 
Kategori :
Bagikan :

Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng

14 July 2026 | 09:00:00 | dibaca : 86
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng
Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng
Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng
Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng
Dari Rumah Berlantaikan Tanah, Kini Sailah Punya Hunian Layak Berkat Bantuan Perbaikan RTLH Pemprov Jateng

Foto : Adit (Humas Jateng)

KEBUMEN — Kebahagiaan terpancar dari wajah Sailah (50), warga Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding yang belum selesai diplester, kini ia bersama keluarganya dapat menempati rumah yang lebih layak, berkat bantuan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Rumah yang sudah selesai diperbaiki itu dikunjungi langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Selasa, 14 Juli 2026. 

"Ya, hari ini kita kontrol RTLH di desa dampingan di Kebumen. Kita cek, kita pastikan bukan hanya rumahnya, tetapi juga bagaimana kondisi keluarganya," ucap Wagub.

Dalam kunjungan itu, Wagub tidak hanya memastikan kondisi rumah yang telah diperbaiki, tetapi juga mencari tahu kondisi ekonomi pemilik rumah. 

Suami Sailah, Ade Suratman, saat ini merantau ke Cirebon, Jawa Barat, sebagai pedagang cilok, sedangkan Sailah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilan keduanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara, anak sulungnya yang telah lulus SMA, hingga kini belum memperoleh pekerjaan.

Mengetahui hal itu, Wagub mengatakan, Pemprov Jateng akan berupaya menghubungkan anak Sailah dengan berbagai peluang kerja dan peningkatan keterampilan, mulai dari bursa kerja, pelatihan vokasi, hingga program magang, termasuk jika tersedia kesempatan magang ke Jepang.

"Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan (hubungkan) ke dunia usaha atau pekerjaan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sailah menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng atas bantuan perbaikan rumah yang diberikan, sehingga kondisi tempat tinggalnya menjadi lebih baik. 

"Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus. Dulu rumah masih tanah, temboknya belum diplester. Sekarang sudah lebih layak," ucapnya.

Ketua RT 02 RW 02 Desa Ayamputih, Edi Mulyanto, menjelaskan, bantuan RTLH senilai Rp20 juta diperoleh melalui usulan dari tingkat RT yang diteruskan ke pemerintah desa, hingga akhirnya disetujui Pemprov Jateng.

Ia mengatakan, dana bantuan tersebut dilengkapi dengan swadaya keluarga dan gotong royong warga, sehingga renovasi rumah dapat diselesaikan dengan baik. Perbaikan rumah yang dilakukan, meliputi penggantian atap, genteng, balok dan kaso, kusen pintu serta jendela, hingga pembenahan bagian depan rumah.

Meskipun rumah Sailah sudah layak huni, Edi berharap, pemerintah dapat terus memberikan perhatian, terutama untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga Sailah.

"Kondisi rumah sudah jauh lebih baik. Sekarang harapan kami, Bu Sailah dan keluarganya juga bisa mendapatkan pendampingan ekonomi," ujarnya.

Sebagai informasi, Pemprov Jateng terus melakukan perbaikan RTLH di berbagai daerah, pada tahun 2025 bantuan RTLH mencapai 17.000 unit. Pada 2026, dilanjutkan kembali dengan target 5.000 unit.


Bagikan :

KEBUMEN — Kebahagiaan terpancar dari wajah Sailah (50), warga Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah berlantai tanah dengan dinding yang belum selesai diplester, kini ia bersama keluarganya dapat menempati rumah yang lebih layak, berkat bantuan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Rumah yang sudah selesai diperbaiki itu dikunjungi langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Selasa, 14 Juli 2026. 

"Ya, hari ini kita kontrol RTLH di desa dampingan di Kebumen. Kita cek, kita pastikan bukan hanya rumahnya, tetapi juga bagaimana kondisi keluarganya," ucap Wagub.

Dalam kunjungan itu, Wagub tidak hanya memastikan kondisi rumah yang telah diperbaiki, tetapi juga mencari tahu kondisi ekonomi pemilik rumah. 

Suami Sailah, Ade Suratman, saat ini merantau ke Cirebon, Jawa Barat, sebagai pedagang cilok, sedangkan Sailah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilan keduanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara, anak sulungnya yang telah lulus SMA, hingga kini belum memperoleh pekerjaan.

Mengetahui hal itu, Wagub mengatakan, Pemprov Jateng akan berupaya menghubungkan anak Sailah dengan berbagai peluang kerja dan peningkatan keterampilan, mulai dari bursa kerja, pelatihan vokasi, hingga program magang, termasuk jika tersedia kesempatan magang ke Jepang.

"Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan (hubungkan) ke dunia usaha atau pekerjaan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sailah menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng atas bantuan perbaikan rumah yang diberikan, sehingga kondisi tempat tinggalnya menjadi lebih baik. 

"Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus. Dulu rumah masih tanah, temboknya belum diplester. Sekarang sudah lebih layak," ucapnya.

Ketua RT 02 RW 02 Desa Ayamputih, Edi Mulyanto, menjelaskan, bantuan RTLH senilai Rp20 juta diperoleh melalui usulan dari tingkat RT yang diteruskan ke pemerintah desa, hingga akhirnya disetujui Pemprov Jateng.

Ia mengatakan, dana bantuan tersebut dilengkapi dengan swadaya keluarga dan gotong royong warga, sehingga renovasi rumah dapat diselesaikan dengan baik. Perbaikan rumah yang dilakukan, meliputi penggantian atap, genteng, balok dan kaso, kusen pintu serta jendela, hingga pembenahan bagian depan rumah.

Meskipun rumah Sailah sudah layak huni, Edi berharap, pemerintah dapat terus memberikan perhatian, terutama untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga Sailah.

"Kondisi rumah sudah jauh lebih baik. Sekarang harapan kami, Bu Sailah dan keluarganya juga bisa mendapatkan pendampingan ekonomi," ujarnya.

Sebagai informasi, Pemprov Jateng terus melakukan perbaikan RTLH di berbagai daerah, pada tahun 2025 bantuan RTLH mencapai 17.000 unit. Pada 2026, dilanjutkan kembali dengan target 5.000 unit.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu