Follow Us :              

Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah

  30 August 2026  |   05:30:00  |   dibaca : 170 
Kategori :
Bagikan :

Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah

30 August 2026 | 05:30:00 | dibaca : 170
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah
Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah
Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah
Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah
Semarak Penutupan HUT ke-81 Jateng: Lari 5K, Kuliner Gratis, hingga Gerakan Pangan Murah

Foto : Sigit (Humas Jateng)

BOYOLALI - Ribuan warga tumplek blek memadati penutupan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali pada Minggu, 30 Agustus 2026. Berbagai acara dan layanan disuguhkan panitia kepada warga pada momentum tersebut. 

Ribuan warga itu ada yang mengikuti Borobudur Friendship Run 5K, menikmati 4.500 porsi soto Boyolali dan sego tumpang gratis, Gerakan Pangan Murah (GPM), pameran  UMKM, senam bersama, cek kesehatan gratis, serta menikmati hiburan rakyat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan sesuai tema HUT ke-81 Jateng, "Jawa Tengah Wolung Pulo Siji, Gumregut Nyawiji".

"Ini adalah bentuk dari apa yang selalu disampaikan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, kita bukan superman, tapi kita harusnya super team," ucapnya seusai mengikuti Friendship Run. 

Menurutnya, semangat gumregut berarti bersemangat, sedangkan nyawiji berarti menyatu. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat serta mendorong kolaborasi dari berbagai pihak.

"Jadi kita berkolaborasi, gumregut itulah bersemangat, nyawiji kita menyatu," ucap Sekda.

Friendship Run menjadi bagian dari rangkaian event menuju Bank Jateng Borobudur Marathon yang akan digelar pada 15 November 2026. Pada kegiatan ini, sekitar 1.000 peserta mengikuti lari sejauh 5 kilometer di Boyolali.

Sekda mengatakan, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, aktivitas fisik dapat membangun energi positif sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan integritas.

Selain olahraga, Sekda menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi lokal. Sebab, sebanyak 4.500 porsi soto Boyolali dan sego tumpang disediakan gratis untuk masyarakat.

"Ini bagian kita mempromosikan kuliner-kuliner di Boyolali," katanya.

Menurutnya, Boyolali memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari kuliner, susu, hingga wisata alam di kawasan lereng Gunung Merapi-Merbabu. Pengembangan olahraga berbasis alam, seperti trail run juga dinilai dapat memperkuat sport tourism di Jawa Tengah.

Ia mengatakan, event olahraga bisa menjadi pintu masuk kedatangan masyarakat dari luar daerah, sehingga mereka ikut menikmati kuliner, berbelanja, dan datang ke berbagai destinasi wisata di Jateng.

Dukungan terhadap pelaku usaha lokal juga diberikan Bank Jateng dalam acara ini. Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, mengatakan, pihaknya menghadirkan 10 UMKM yang telah diseleksi dan dikurasi. Mereka mendapat booth gratis, sehingga bisa langsung mengakses pasar dan bertemu dengan ribuan masyarakat yang hadir.  

Menurutnya, kehadiran event seperti ini mampu menciptakan perputaran uang secara langsung sekaligus menjadi sarana edukasi transaksi digital bagi masyarakat.

Salah seorang peserta Friendship Run, Zida Haskaria, mengaku antusias mengikuti gelaran ini. Ia memakai kostum petani sembari memanggul hasil bumi berupa pisang, daun singkong, singkong, telur, dan ubi-ubian.

"Saya dari Boyolali bagian utara, yang mayoritas adalah petani. Jadi ini hasil kebunnya saya bawa," ucapnya.

Zida mengaku sengaja membawa hasil kebun sebagai bentuk representasi kehidupan masyarakat di wilayahnya. Ia tetap mampu menyelesaikan rute 5 kilometer dengan, waktu sekitar 45 menit pun berlari sambil membawa berbagai hasil bumi.

"Event-nya ini seru, rutenya juga asyik. Lima kilo itu terasa bahagia, enggak begitu capek, karena enggak ada tanjakan cintanya," ujarnya.


Bagikan :

BOYOLALI - Ribuan warga tumplek blek memadati penutupan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali pada Minggu, 30 Agustus 2026. Berbagai acara dan layanan disuguhkan panitia kepada warga pada momentum tersebut. 

Ribuan warga itu ada yang mengikuti Borobudur Friendship Run 5K, menikmati 4.500 porsi soto Boyolali dan sego tumpang gratis, Gerakan Pangan Murah (GPM), pameran  UMKM, senam bersama, cek kesehatan gratis, serta menikmati hiburan rakyat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan sesuai tema HUT ke-81 Jateng, "Jawa Tengah Wolung Pulo Siji, Gumregut Nyawiji".

"Ini adalah bentuk dari apa yang selalu disampaikan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, kita bukan superman, tapi kita harusnya super team," ucapnya seusai mengikuti Friendship Run. 

Menurutnya, semangat gumregut berarti bersemangat, sedangkan nyawiji berarti menyatu. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat serta mendorong kolaborasi dari berbagai pihak.

"Jadi kita berkolaborasi, gumregut itulah bersemangat, nyawiji kita menyatu," ucap Sekda.

Friendship Run menjadi bagian dari rangkaian event menuju Bank Jateng Borobudur Marathon yang akan digelar pada 15 November 2026. Pada kegiatan ini, sekitar 1.000 peserta mengikuti lari sejauh 5 kilometer di Boyolali.

Sekda mengatakan, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, aktivitas fisik dapat membangun energi positif sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan integritas.

Selain olahraga, Sekda menilai bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi lokal. Sebab, sebanyak 4.500 porsi soto Boyolali dan sego tumpang disediakan gratis untuk masyarakat.

"Ini bagian kita mempromosikan kuliner-kuliner di Boyolali," katanya.

Menurutnya, Boyolali memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari kuliner, susu, hingga wisata alam di kawasan lereng Gunung Merapi-Merbabu. Pengembangan olahraga berbasis alam, seperti trail run juga dinilai dapat memperkuat sport tourism di Jawa Tengah.

Ia mengatakan, event olahraga bisa menjadi pintu masuk kedatangan masyarakat dari luar daerah, sehingga mereka ikut menikmati kuliner, berbelanja, dan datang ke berbagai destinasi wisata di Jateng.

Dukungan terhadap pelaku usaha lokal juga diberikan Bank Jateng dalam acara ini. Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, mengatakan, pihaknya menghadirkan 10 UMKM yang telah diseleksi dan dikurasi. Mereka mendapat booth gratis, sehingga bisa langsung mengakses pasar dan bertemu dengan ribuan masyarakat yang hadir.  

Menurutnya, kehadiran event seperti ini mampu menciptakan perputaran uang secara langsung sekaligus menjadi sarana edukasi transaksi digital bagi masyarakat.

Salah seorang peserta Friendship Run, Zida Haskaria, mengaku antusias mengikuti gelaran ini. Ia memakai kostum petani sembari memanggul hasil bumi berupa pisang, daun singkong, singkong, telur, dan ubi-ubian.

"Saya dari Boyolali bagian utara, yang mayoritas adalah petani. Jadi ini hasil kebunnya saya bawa," ucapnya.

Zida mengaku sengaja membawa hasil kebun sebagai bentuk representasi kehidupan masyarakat di wilayahnya. Ia tetap mampu menyelesaikan rute 5 kilometer dengan, waktu sekitar 45 menit pun berlari sambil membawa berbagai hasil bumi.

"Event-nya ini seru, rutenya juga asyik. Lima kilo itu terasa bahagia, enggak begitu capek, karena enggak ada tanjakan cintanya," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu