Follow Us :              

Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng

  05 September 2026  |   10:30:00  |   dibaca : 83 
Kategori :
Bagikan :

Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng

05 September 2026 | 10:30:00 | dibaca : 83
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng
Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng
Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng
Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng
Hafal Al-Qur’an di Usia Belia, 41 Santri di Pati Dapat Tali Asih dari Wagub Jateng

Foto : Adit (Humas Jateng)

PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan tali asih (bisyaroh) kepada 41 anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam Haflah Khotmil Qur’an XVI di Pondok Pesantren Al-Qur’an Tahfidzul Qur’an (PPATQ) Raudlatul Falah Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati pada Sabtu, 5 September 2026. 

Sebanyak 41 anak yang terdiri dari 11 santri putra dan 30 putri ini berhasil menyelesaikan hafalan pada usia yang masih belia. Peserta termuda berusia 9 tahun, sedangkan rata-rata berusia sekitar 11 tahun.

Pada kesempatan itu, Wagub mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan anak-anak dalam menyelesaikan hafalan di usia belia menjadi bekal positif untuk melanjutkan pendidikan serta mengembangkan kemampuan mereka di bidang lain.

Ia berharap, capaian tersebut tidak membuat para santri berhenti belajar. Justru, kemampuan yang telah diperoleh perlu menjadi pijakan untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan potensi masing-masing.

Wagub mengambil contoh perjalanan Imam Syafi’i yang telah menghafalkan Al-Qur’an sejak usia 7 tahun. Setelah itu, proses belajarnya terus berlanjut dengan mempelajari bahasa dan mendalami fikih.

“Khatam Al-Qur’an bukan capaian akhir. Ini adalah permulaan. Masih banyak yang perlu dipelajari,” ujarnya.

Ia juga berharap, proses belajar mengajar di pesantren tidak sekadar untuk menguasai ilmu, tetapi juga membentuk karakter baik para santri. Oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya untuk menyampaikan materi, tetapi juga membimbing anak-anak dalam membentuk karakter, sikap, dan kepribadiannya.

Dalam kesempatan itu, Wagub secara langsung menyerahkan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka.

Pemberian tali asih merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada anak-anak yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, khususnya para santri penghafal Al-Qur’an di Jawa Tengah. Hal ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus dorongan agar mereka terus mengembangkan kemampuan dan pendidikannya.


Bagikan :

PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan tali asih (bisyaroh) kepada 41 anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam Haflah Khotmil Qur’an XVI di Pondok Pesantren Al-Qur’an Tahfidzul Qur’an (PPATQ) Raudlatul Falah Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati pada Sabtu, 5 September 2026. 

Sebanyak 41 anak yang terdiri dari 11 santri putra dan 30 putri ini berhasil menyelesaikan hafalan pada usia yang masih belia. Peserta termuda berusia 9 tahun, sedangkan rata-rata berusia sekitar 11 tahun.

Pada kesempatan itu, Wagub mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan anak-anak dalam menyelesaikan hafalan di usia belia menjadi bekal positif untuk melanjutkan pendidikan serta mengembangkan kemampuan mereka di bidang lain.

Ia berharap, capaian tersebut tidak membuat para santri berhenti belajar. Justru, kemampuan yang telah diperoleh perlu menjadi pijakan untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan potensi masing-masing.

Wagub mengambil contoh perjalanan Imam Syafi’i yang telah menghafalkan Al-Qur’an sejak usia 7 tahun. Setelah itu, proses belajarnya terus berlanjut dengan mempelajari bahasa dan mendalami fikih.

“Khatam Al-Qur’an bukan capaian akhir. Ini adalah permulaan. Masih banyak yang perlu dipelajari,” ujarnya.

Ia juga berharap, proses belajar mengajar di pesantren tidak sekadar untuk menguasai ilmu, tetapi juga membentuk karakter baik para santri. Oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya untuk menyampaikan materi, tetapi juga membimbing anak-anak dalam membentuk karakter, sikap, dan kepribadiannya.

Dalam kesempatan itu, Wagub secara langsung menyerahkan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka.

Pemberian tali asih merupakan bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada anak-anak yang memiliki prestasi di bidang keagamaan, khususnya para santri penghafal Al-Qur’an di Jawa Tengah. Hal ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus dorongan agar mereka terus mengembangkan kemampuan dan pendidikannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu