Follow Us :              

Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng

  16 September 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 111 
Kategori :
Bagikan :

Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng

16 September 2026 | 09:00:00 | dibaca : 111
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng
Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng
Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng
Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng
Puluhan Santri Belajar Kepemimpinan Bersama Wagub Jateng

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar mengunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, untuk belajar tentang kepemimpinan. 

Para santri itu ditemui langsung di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Rabu, 16 September 2026. Dalam pertemuan itu, para santri berdialog langsung dengan Wagub untuk menanyakan berbagai hal terkait kepemimpinan. 

Salah seorang santri, Taufik, bertanya tentang cara membentuk jiwa kepemimpinan setelah berada di luar pondok pesantren. 

Menanggapi hal itu, Wagub menyampaikan bahwa proses membentuk karakter kepemimpinan tidak bisa diraih secara instan, tetapi melalui perjalanan panjang serta fondasi spiritual yang kuat.

"Menjadi pemimpin itu ada tahapannya, seperti teladan Nabi Muhammad saw. maupun Imam Syafi'i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah (latihan/pembiasaan). Di usia adik-adik santri saat inilah fondasi itu dibangun," ucapnya.

Ia menambahkan, kunci utama bagi seorang santri agar bisa menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan adalah keistiqomahan atau konsistensi dalam beribadah dan menjaga nilai-nilai kebaikan.

Pada kesempatan itu, Wagub juga merespons pertanyaan mengenai kesiapan lulusan pesantren dalam bersaing di era global serta tantangan pembangunan di Jateng.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen untuk mendukung akses pendidikan bagi para santri, salah satunya melalui alokasi program beasiswa tingkat perguruan tinggi.

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta, maupun Ma'had Aly yang setara S1. Kita ingin santri tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga siap bersaing secara akademis dan global," tegasnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus menyalurkan insentif kepada ribuan pengajar agama di Jateng. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendidik generasi muda.

Kepala Unit Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus, Tri Musthofa, mengatakan, pihaknya sengaja mengajak para santri untuk mendatangi tempat-tempat yang berkaitan langsung dengan ilmu yang sedang dipelajari.

“Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung,” ucapnya.

Kunjungan ke Pemprov Jateng juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi para santri. 

“Kami berharap para santri mendapatkan arahan, nasihat, dan wejangan. Mereka merupakan penerus generasi bangsa dan dengan kemampuan-kemampuan yang ada, kami berharap mereka bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG — Puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar mengunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, untuk belajar tentang kepemimpinan. 

Para santri itu ditemui langsung di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Rabu, 16 September 2026. Dalam pertemuan itu, para santri berdialog langsung dengan Wagub untuk menanyakan berbagai hal terkait kepemimpinan. 

Salah seorang santri, Taufik, bertanya tentang cara membentuk jiwa kepemimpinan setelah berada di luar pondok pesantren. 

Menanggapi hal itu, Wagub menyampaikan bahwa proses membentuk karakter kepemimpinan tidak bisa diraih secara instan, tetapi melalui perjalanan panjang serta fondasi spiritual yang kuat.

"Menjadi pemimpin itu ada tahapannya, seperti teladan Nabi Muhammad saw. maupun Imam Syafi'i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah (latihan/pembiasaan). Di usia adik-adik santri saat inilah fondasi itu dibangun," ucapnya.

Ia menambahkan, kunci utama bagi seorang santri agar bisa menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan adalah keistiqomahan atau konsistensi dalam beribadah dan menjaga nilai-nilai kebaikan.

Pada kesempatan itu, Wagub juga merespons pertanyaan mengenai kesiapan lulusan pesantren dalam bersaing di era global serta tantangan pembangunan di Jateng.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen untuk mendukung akses pendidikan bagi para santri, salah satunya melalui alokasi program beasiswa tingkat perguruan tinggi.

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta, maupun Ma'had Aly yang setara S1. Kita ingin santri tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga siap bersaing secara akademis dan global," tegasnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga terus menyalurkan insentif kepada ribuan pengajar agama di Jateng. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendidik generasi muda.

Kepala Unit Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus, Tri Musthofa, mengatakan, pihaknya sengaja mengajak para santri untuk mendatangi tempat-tempat yang berkaitan langsung dengan ilmu yang sedang dipelajari.

“Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung,” ucapnya.

Kunjungan ke Pemprov Jateng juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi para santri. 

“Kami berharap para santri mendapatkan arahan, nasihat, dan wejangan. Mereka merupakan penerus generasi bangsa dan dengan kemampuan-kemampuan yang ada, kami berharap mereka bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu