Follow Us :              

Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis

  27 September 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 102 
Kategori :
Bagikan :

Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis

27 September 2026 | 07:00:00 | dibaca : 102
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis
Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis
Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis
Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis
Perkuat Pencegahan dan Jaga Status Bebas Rabies, Pemprov Jateng Alokasikan 10 Ribu Dosis Vaksin Gratis

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan 10.000 dosis vaksin rabies gratis pada tahun 2026, untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di wilayahnya. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara peringatan 'World Rabies Day 2026' di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang pada Minggu, 27 September 2026.  

Wagub menyampaikan, penyediaan ribuan dosis vaksin menjadi langkah penting untuk mempertahankan status Jawa Tengah sebagai provinsi bebas rabies yang telah disandang sejak tahun 1997. 

Ia mengatakan, upaya-upaya pencegahan rabies tetap terus dilakukan, mengingat adanya mobilitas dan perpindahan hewan antardaerah. 

“Bebas itu tidak harus terus kita santai. Kita juga harus waspada,” ucapnya.

Wagub menyampaikan, wilayah Jawa Tengah berbatasan dengan sejumlah daerah/provinsi lain. Sementara itu, perpindahan hewan tidak dapat sepenuhnya dikontrol setiap saat. Kondisi tersebut membuat vaksinasi menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga populasi hewan di Jateng agar tetap terlindungi.

Terlebih, jumlah masyarakat yang memelihara hewan, khususnya anjing dan kucing, semakin meningkat. Oleh karena itu, para pemilik hewan diimbau untuk melakukan konsultasi dengan dokter hewan serta memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi.

“Kita harus bersama-sama mendukung gerakan bebas rabies,” ucap Wagub.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para dokter hewan dan tenaga medis yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga Jateng tetap bebas rabies. Upaya tersebut dinilai penting, karena rabies merupakan penyakit yang membahayakan.

Wagub menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Menurutnya, langkah vaksinasi secara masif merupakan bagian dari upaya membangun perlindungan sejak dini, bukan hanya menunggu munculnya kasus, baru kemudian ditangani.

Ia berharap, gerakan vaksinasi rabies dengan dukungan 10.000 dosis tersebut dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan hewan, komunitas pecinta hewan, dan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, penyediaan vaksin gratis tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap hewan sekaligus mencegah ancaman rabies di tengah masyarakat.

Menurutnya, vaksinasi menjadi bagian penting untuk mempertahankan status Jawa Tengah yang telah dinyatakan bebas rabies sejak 1997. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat terdapat risiko masuknya penyakit rabies ke Jawa Tengah.

Sementara itu, para pemilik hewan menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng yang telah memfasilitasi program vaksin gratis.

"Kalau mandiri lumayan harganya, 300-an ribu," ucap Septi, warga yang membawa anjing tekel dan golden collie miliknya.

Hal senada disampaikan Rahma, yang membawa dua kucing ras Persia untuk mendapatkan vaksin dalam acara tersebut. 

"Senang sekali, karena gratis," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan 10.000 dosis vaksin rabies gratis pada tahun 2026, untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di wilayahnya. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara peringatan 'World Rabies Day 2026' di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang pada Minggu, 27 September 2026.  

Wagub menyampaikan, penyediaan ribuan dosis vaksin menjadi langkah penting untuk mempertahankan status Jawa Tengah sebagai provinsi bebas rabies yang telah disandang sejak tahun 1997. 

Ia mengatakan, upaya-upaya pencegahan rabies tetap terus dilakukan, mengingat adanya mobilitas dan perpindahan hewan antardaerah. 

“Bebas itu tidak harus terus kita santai. Kita juga harus waspada,” ucapnya.

Wagub menyampaikan, wilayah Jawa Tengah berbatasan dengan sejumlah daerah/provinsi lain. Sementara itu, perpindahan hewan tidak dapat sepenuhnya dikontrol setiap saat. Kondisi tersebut membuat vaksinasi menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga populasi hewan di Jateng agar tetap terlindungi.

Terlebih, jumlah masyarakat yang memelihara hewan, khususnya anjing dan kucing, semakin meningkat. Oleh karena itu, para pemilik hewan diimbau untuk melakukan konsultasi dengan dokter hewan serta memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi.

“Kita harus bersama-sama mendukung gerakan bebas rabies,” ucap Wagub.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para dokter hewan dan tenaga medis yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga Jateng tetap bebas rabies. Upaya tersebut dinilai penting, karena rabies merupakan penyakit yang membahayakan.

Wagub menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Menurutnya, langkah vaksinasi secara masif merupakan bagian dari upaya membangun perlindungan sejak dini, bukan hanya menunggu munculnya kasus, baru kemudian ditangani.

Ia berharap, gerakan vaksinasi rabies dengan dukungan 10.000 dosis tersebut dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan hewan, komunitas pecinta hewan, dan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, penyediaan vaksin gratis tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap hewan sekaligus mencegah ancaman rabies di tengah masyarakat.

Menurutnya, vaksinasi menjadi bagian penting untuk mempertahankan status Jawa Tengah yang telah dinyatakan bebas rabies sejak 1997. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat terdapat risiko masuknya penyakit rabies ke Jawa Tengah.

Sementara itu, para pemilik hewan menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng yang telah memfasilitasi program vaksin gratis.

"Kalau mandiri lumayan harganya, 300-an ribu," ucap Septi, warga yang membawa anjing tekel dan golden collie miliknya.

Hal senada disampaikan Rahma, yang membawa dua kucing ras Persia untuk mendapatkan vaksin dalam acara tersebut. 

"Senang sekali, karena gratis," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu