Follow Us :              

Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026

  23 October 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 109 
Kategori :
Bagikan :

Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026

23 October 2026 | 14:00:00 | dibaca : 109
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026
Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BATANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., optimis capaian investasi di wilayahnya bisa mencapai Rp110 triliun hingga akhir 2026. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi sudah mencapai sekitar Rp72,54 triliun. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada Jumat, 23 Oktober 2026.

"Kita optimis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp110 triliun," ucap Gubernur.

Optimisme tersebut bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan data, investasi di Jateng pada triwulan I-2026 sebesar Rp23 triliun. Jumlah itu bertambah selama triwulan II-2026, sehingga pada akhir semester I-2026 sudah membukukan sebesar Rp59,94 triliun. Selanjutnya, capaian triwulan III-2026 sudah mencapai Rp72,54 triliun.

Kinerja tersebut merupakan hasil kolaborasi dari seluruh stakeholder terkait dalam upaya menarik para investor asing dan dalam negeri untuk menanamkan investasi di Jateng. Upaya yang dilakukan, baik melalui forum bisnis dan investasi, kerja sama antardaerah, maupun kerja sama sister province dan sister city dengan negara sahabat.

"Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan, yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun," ucap Gubernur.

Hal itu juga didukung oleh peran kepala daerah yang bertindak sebagai manager marketing, termasuk menyiapkan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di Jateng. Saat ini, ada sekitar 7 kawasan industri eksisting di Jateng yang tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Kemudian, sekitar 12 kawasan baru sedang disiapkan di berbagai daerah untuk menumbuhkan perekonomian baru.

"Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80% atau di atas rata-rata nasional,” ucap Gubernur.

Oleh karena itu, ia berharap Jawa Tengah terus menjadi tujuan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.  

Berkat kinerja investasi yang positif tersebut, Gubernur Jateng menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh Detik.com di tengah acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026.

Gubernur menyampaikan, penghargaan ini menjadi pemicu untuk lebih giat dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya. 

Dalam forum itu, Pangdam IV/Diponegoro, Sudaryanto, dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, menyatakan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan dan kondusivitas wilayah. Sebab, kondusivitas wilayah dan jaminan kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor. 

"Kami memberikan jaminan untuk mengawal investasi dengan memberikan rasa nyaman ke semua pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Polri dan TNI berusaha melakukan tindakan tegas terhadap premanisme dan segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat," ucap Kapolda Jateng.

Selain itu, Polda Jateng juga akan membuat polsek khusus atau subsektor di kawasan industri untuk memudahkan pengamanan dan respons cepat apabila terjadi tindakan yang melanggar hukum. Tak hanya itu, Polda meneruskan sejumlah program yang sudah ada, seperti layanan aduan dan desk ketenagakerjaan yang selama ini sudah berjalan.

"Kami juga akan lakukan patroli rutin bersama TNI untuk peningkatan keamanan dan ketertiban sebagai salah satu syarat jaminan investasi," ujarnya.


Bagikan :

BATANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., optimis capaian investasi di wilayahnya bisa mencapai Rp110 triliun hingga akhir 2026. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi sudah mencapai sekitar Rp72,54 triliun. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada Jumat, 23 Oktober 2026.

"Kita optimis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp110 triliun," ucap Gubernur.

Optimisme tersebut bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan data, investasi di Jateng pada triwulan I-2026 sebesar Rp23 triliun. Jumlah itu bertambah selama triwulan II-2026, sehingga pada akhir semester I-2026 sudah membukukan sebesar Rp59,94 triliun. Selanjutnya, capaian triwulan III-2026 sudah mencapai Rp72,54 triliun.

Kinerja tersebut merupakan hasil kolaborasi dari seluruh stakeholder terkait dalam upaya menarik para investor asing dan dalam negeri untuk menanamkan investasi di Jateng. Upaya yang dilakukan, baik melalui forum bisnis dan investasi, kerja sama antardaerah, maupun kerja sama sister province dan sister city dengan negara sahabat.

"Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan, yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun," ucap Gubernur.

Hal itu juga didukung oleh peran kepala daerah yang bertindak sebagai manager marketing, termasuk menyiapkan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di Jateng. Saat ini, ada sekitar 7 kawasan industri eksisting di Jateng yang tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Kemudian, sekitar 12 kawasan baru sedang disiapkan di berbagai daerah untuk menumbuhkan perekonomian baru.

"Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80% atau di atas rata-rata nasional,” ucap Gubernur.

Oleh karena itu, ia berharap Jawa Tengah terus menjadi tujuan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.  

Berkat kinerja investasi yang positif tersebut, Gubernur Jateng menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh Detik.com di tengah acara Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026.

Gubernur menyampaikan, penghargaan ini menjadi pemicu untuk lebih giat dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya. 

Dalam forum itu, Pangdam IV/Diponegoro, Sudaryanto, dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, menyatakan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan dan kondusivitas wilayah. Sebab, kondusivitas wilayah dan jaminan kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor. 

"Kami memberikan jaminan untuk mengawal investasi dengan memberikan rasa nyaman ke semua pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Polri dan TNI berusaha melakukan tindakan tegas terhadap premanisme dan segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat," ucap Kapolda Jateng.

Selain itu, Polda Jateng juga akan membuat polsek khusus atau subsektor di kawasan industri untuk memudahkan pengamanan dan respons cepat apabila terjadi tindakan yang melanggar hukum. Tak hanya itu, Polda meneruskan sejumlah program yang sudah ada, seperti layanan aduan dan desk ketenagakerjaan yang selama ini sudah berjalan.

"Kami juga akan lakukan patroli rutin bersama TNI untuk peningkatan keamanan dan ketertiban sebagai salah satu syarat jaminan investasi," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu