Follow Us :              

Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi

  25 October 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 138 
Kategori :
Bagikan :

Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi

25 October 2026 | 09:00:00 | dibaca : 138
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi
Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi
Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi
Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi
Kebakaran di Gunung Sumbing Padam, Gubernur Minta Percepat Upaya Rehabilitasi

Foto : Fajar (Humas Jateng)

TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing telah padam. Titik api sudah tidak muncul di sejumlah petak yang terbakar. Saat ini, tim di kawasan Sumbing diminta melakukan evaluasi, patroli, serta mempercepat rehabilitasi pascakebakaran.

"Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery (pulihkan). Kemudian, lakukan reboisasi pascabencana. Beberapa masyarakat mengusulkan untuk diberikan tanaman-tanaman yang siap untuk (ditanam). Reboisasi kita lakukan bersama," ucapnya usai meninjau dan bertemu dengan relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Menurutnya, evaluasi dampak bencana kebakaran sangat penting. Data yang didapatkan harus faktual dan tepat, mulai dari dampak lingkungan berkaitan dengan vegetasi, hewan liar, hingga luasan petak yang terbakar di wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.

Berdasarkan temuan dan laporan masyarakat, kebakaran di wilayah Sumbing telah merusak sejumlah saluran pipa air bersih masyarakat. Selain itu, beberapa titik kebakaran juga sudah masuk ke kawasan hutan, sehingga ada pohon keras yang ikut terbakar.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan pencegahan dengan menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sembarangan di wilayah gunung, dan lainnya. Hal ini bertujuan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan, indikasi awal adalah _human error_ (kesalahan manusia). Jangan sampai nanti terulang lagi," ucap Gubernur didampingi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan; Bupati Temanggung, Agus Setyawan; dan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Guna mencegah adanya kejadian serupa, imbauan penutupan sementara jalur pendakian masih berlaku di semua gunung di Jawa Tengah sembari menunggu hasil evaluasi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kelompok masyarakat, BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, BNPB yang membantu memadamkan api,” ucap Gubernur.

Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, mengatakan bahwa kebakaran Gunung Sumbing yang ada di tiga kabupaten sudah padam sepenuhnya sejak Sabtu (24/10/2026). Hasil pantauan dari aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan juga sudah tidak menunjukkan adanya titik api dan asap. Meskipun demikian, penyisiran masih terus dilakukan.

"Kita pantau hari ini dari Sipongi, Gunung Sumbing bersih dari titik api dan asap kebakaran," ujarnya.

Sementara luasan kebakaran di Gunung Sumbing tercatat mencapai 974,29 hektare, meliputi wilayah Wonosobo seluas 362 hektare, Magelang 213 hektare, dan Temanggung 398,89 hektare. Total nilai kerugian ditaksir mencapai Rp189,3 juta.

"Wilayah yang terbakar itu berupa sabana yang dipenuhi ilalang dan rumput hutan, sebagian di wilayah Wonosobo memang ada tumbuhan keras," ucap Dimyati.


Bagikan :

TEMANGGUNG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing telah padam. Titik api sudah tidak muncul di sejumlah petak yang terbakar. Saat ini, tim di kawasan Sumbing diminta melakukan evaluasi, patroli, serta mempercepat rehabilitasi pascakebakaran.

"Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery (pulihkan). Kemudian, lakukan reboisasi pascabencana. Beberapa masyarakat mengusulkan untuk diberikan tanaman-tanaman yang siap untuk (ditanam). Reboisasi kita lakukan bersama," ucapnya usai meninjau dan bertemu dengan relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Menurutnya, evaluasi dampak bencana kebakaran sangat penting. Data yang didapatkan harus faktual dan tepat, mulai dari dampak lingkungan berkaitan dengan vegetasi, hewan liar, hingga luasan petak yang terbakar di wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.

Berdasarkan temuan dan laporan masyarakat, kebakaran di wilayah Sumbing telah merusak sejumlah saluran pipa air bersih masyarakat. Selain itu, beberapa titik kebakaran juga sudah masuk ke kawasan hutan, sehingga ada pohon keras yang ikut terbakar.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan pencegahan dengan menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sembarangan di wilayah gunung, dan lainnya. Hal ini bertujuan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan, indikasi awal adalah _human error_ (kesalahan manusia). Jangan sampai nanti terulang lagi," ucap Gubernur didampingi Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan; Bupati Temanggung, Agus Setyawan; dan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Guna mencegah adanya kejadian serupa, imbauan penutupan sementara jalur pendakian masih berlaku di semua gunung di Jawa Tengah sembari menunggu hasil evaluasi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kelompok masyarakat, BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, BNPB yang membantu memadamkan api,” ucap Gubernur.

Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Dimyati, mengatakan bahwa kebakaran Gunung Sumbing yang ada di tiga kabupaten sudah padam sepenuhnya sejak Sabtu (24/10/2026). Hasil pantauan dari aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan juga sudah tidak menunjukkan adanya titik api dan asap. Meskipun demikian, penyisiran masih terus dilakukan.

"Kita pantau hari ini dari Sipongi, Gunung Sumbing bersih dari titik api dan asap kebakaran," ujarnya.

Sementara luasan kebakaran di Gunung Sumbing tercatat mencapai 974,29 hektare, meliputi wilayah Wonosobo seluas 362 hektare, Magelang 213 hektare, dan Temanggung 398,89 hektare. Total nilai kerugian ditaksir mencapai Rp189,3 juta.

"Wilayah yang terbakar itu berupa sabana yang dipenuhi ilalang dan rumput hutan, sebagian di wilayah Wonosobo memang ada tumbuhan keras," ucap Dimyati.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu