Foto : Sigit (Humas Jateng)
Foto : Sigit (Humas Jateng)
KAB TEGAL — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dimaknai sebagai dorongan kuat bagi generasi muda agar tidak hanya berjuang lewat kata-kata, tetapi juga mewujudkannya melalui aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Perjuangan pemuda bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga diimplementasikan dengan gerakan nyata,” ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Aksi nyata itu, salah satu caranya diwujudkan dengan terlibat dalam upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi saat musim penghujan.
“Saya berharap para pemuda ini menjadi garda terdepan, bersama-sama dengan kami yang ada di pemerintahan, dengan TNI, Polri, dan para stakeholder, untuk menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Bentuk aksinya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih sungai, reboisasi hutan, hingga upaya meningkatkan daya serap air di lingkungan permukiman.
Wagub menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng juga telah meluncurkan program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) atau satu rumah satu sumur resapan. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko genangan saat musim hujan.
Ia mencontohkan, keberadaan sumur resapan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Semarang, salah satunya membantu menjaga ketersediaan air ketika musim kemarau.
“Kemarin di Kabupaten Semarang, mereka sudah merasakan bagaimana manfaat sumur resapan itu. Ketika musim (kemarau), mereka tidak sampai mengalami kekurangan air,” ungkapnya.
Selain upaya pencegahan di kawasan hulu dan permukiman, pemerintah juga melakukan penanganan di wilayah hilir. Beberapa di antaranya melalui upaya normalisasi sejumlah sungai serta pembangunan hybrid sea wall.
Sebelumnya, saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, Wagub menyampaikan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.
Patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus disertai pengabdian dan tindakan nyata. Sementara itu, kegigihan diperlukan untuk menghadapi tantangan, dan empati menjadi landasan agar kemajuan juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Wagub.
Semangat Sumpah Pemuda juga dirasakan para pelajar yang bertugas dalam upacara tersebut. Salah satunya siswa SMA Negeri 1 Balapulang, Rajasa, yang mendapat kesempatan menjadi bagian dari petugas pengibar bendera Merah Putih.
Rajasa mengaku, bangga dapat mengambil peran dalam upacara tingkat provinsi itu. Keterlibatannya sebagai pengibar bendera menjadi pengalaman berkesan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
“Senang, ikut senang bisa memperingati, bahagia,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Kevin, yang bertugas sebagai pengerek bendera. Ia bersyukur seluruh rangkaian pengibaran bendera berlangsung lancar tanpa kendala.
Ia berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berusaha mencapai tujuan dan cita-citanya.
KAB TEGAL — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dimaknai sebagai dorongan kuat bagi generasi muda agar tidak hanya berjuang lewat kata-kata, tetapi juga mewujudkannya melalui aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Perjuangan pemuda bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga diimplementasikan dengan gerakan nyata,” ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Aksi nyata itu, salah satu caranya diwujudkan dengan terlibat dalam upaya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi saat musim penghujan.
“Saya berharap para pemuda ini menjadi garda terdepan, bersama-sama dengan kami yang ada di pemerintahan, dengan TNI, Polri, dan para stakeholder, untuk menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Bentuk aksinya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih sungai, reboisasi hutan, hingga upaya meningkatkan daya serap air di lingkungan permukiman.
Wagub menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng juga telah meluncurkan program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) atau satu rumah satu sumur resapan. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko genangan saat musim hujan.
Ia mencontohkan, keberadaan sumur resapan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kabupaten Semarang, salah satunya membantu menjaga ketersediaan air ketika musim kemarau.
“Kemarin di Kabupaten Semarang, mereka sudah merasakan bagaimana manfaat sumur resapan itu. Ketika musim (kemarau), mereka tidak sampai mengalami kekurangan air,” ungkapnya.
Selain upaya pencegahan di kawasan hulu dan permukiman, pemerintah juga melakukan penanganan di wilayah hilir. Beberapa di antaranya melalui upaya normalisasi sejumlah sungai serta pembangunan hybrid sea wall.
Sebelumnya, saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, Wagub menyampaikan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.
Patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus disertai pengabdian dan tindakan nyata. Sementara itu, kegigihan diperlukan untuk menghadapi tantangan, dan empati menjadi landasan agar kemajuan juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Wagub.
Semangat Sumpah Pemuda juga dirasakan para pelajar yang bertugas dalam upacara tersebut. Salah satunya siswa SMA Negeri 1 Balapulang, Rajasa, yang mendapat kesempatan menjadi bagian dari petugas pengibar bendera Merah Putih.
Rajasa mengaku, bangga dapat mengambil peran dalam upacara tingkat provinsi itu. Keterlibatannya sebagai pengibar bendera menjadi pengalaman berkesan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
“Senang, ikut senang bisa memperingati, bahagia,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Kevin, yang bertugas sebagai pengerek bendera. Ia bersyukur seluruh rangkaian pengibaran bendera berlangsung lancar tanpa kendala.
Ia berharap, peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berusaha mencapai tujuan dan cita-citanya.