Follow Us :              

Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh

  26 October 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 132 
Kategori :
Bagikan :

Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh

26 October 2026 | 09:30:00 | dibaca : 132
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh
Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh
Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh
Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh
Kebakaran Gunung Lawu Tersisa Satu Titik, Gubernur Perintahkan Penyisiran Menyeluruh

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu masih menyisakan satu titik api di atas Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. 

Meskipun demikian, petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.

"Saya sudah koordinasi dengan Bupati dan BPBD, nanti heli BNPB di Lanud (Adi Soemarmo) akan diterjunkan 1 sorti (penerbangan) lagi. Satu titik api ini penting untuk kita evaluasi agar tidak timbul titik api lain," ucap Gubernur di sela meninjau dan melakukan rapat terbatas dengan relawan, Bupati Karanganyar, dan BPBD Karanganyar di Pos Sakura Hills, Tawangmangu, Karanganyar pada Senin, 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di Gunung Lawu dilakukan secara komprehensif oleh BPBD Provinsi Jateng dan Kabupaten Karanganyar, TNI, Polri, BNPB, serta relawan. 

Gubernur juga meminta agar upaya pencegahan karhutla dilakukan secara lebih masif, baik melalui imbauan, peringatan keras, dan sosialisasi kepada masyarakat. Penjelasan kepada masyarakat agar tidak menyalakan api atau membakar sembarangan, membuang puntung rokok sembarangan, atau membakar sampah sembarangan. 

Dalam rangka mengantisipasi adanya karhutla di kawasan Gunung Lawu, Gubernur sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Karanganyar serta Perhutani untuk membuat embung atau tandon air maupun saluran air, sehingga ketika terjadi force majeure (keadaan mendesak), embung bisa dimanfaatkan.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Menurutnya, masyarakat tahu betul kondisi di wilayah sekitarnya.

"Keterlibatan masyarakat itu paling utama, karena punya kearifan lokal dalam rangka menjaga wilayah,” katanya.

Terkait dengan karhutla, Gubernur menjelaskan, hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharto, menambahkan bahwa kondisi kebakaran hutan di Gunung Lawu sampai hari Minggu (25/10/2026) sudah padam. Namun dari pantauan terbaru pada Senin pagi (26/10) ditemukan titik api baru yang muncul, tepatnya di atas Desa Gondosuli. Penanganan kebakaran berupa water bombing akan dikerahkan dengan melihat situasi cuaca terkini di Lawu.

Secara umum, penanganan kebakaran di Lawu menggunakan water bombing sudah dilakukan sebanyak 34 kali. Setiap 1 kali siraman menggunakan 2.000 liter air. Secara keseluruhan, sudah 68 ribu liter air digunakan untuk memadamkan kebakaran di Lawu.

Ia menjelaskan, ada sebagian karakter tanah di Lawu yang  tertumpuk lapisan ilalang, bahkan ada yang sampai 30 cm, seperti lahan gambut. Jadi kondisi ini memerlukan penanganan khusus.


Bagikan :

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu masih menyisakan satu titik api di atas Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. 

Meskipun demikian, petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.

"Saya sudah koordinasi dengan Bupati dan BPBD, nanti heli BNPB di Lanud (Adi Soemarmo) akan diterjunkan 1 sorti (penerbangan) lagi. Satu titik api ini penting untuk kita evaluasi agar tidak timbul titik api lain," ucap Gubernur di sela meninjau dan melakukan rapat terbatas dengan relawan, Bupati Karanganyar, dan BPBD Karanganyar di Pos Sakura Hills, Tawangmangu, Karanganyar pada Senin, 26 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla di Gunung Lawu dilakukan secara komprehensif oleh BPBD Provinsi Jateng dan Kabupaten Karanganyar, TNI, Polri, BNPB, serta relawan. 

Gubernur juga meminta agar upaya pencegahan karhutla dilakukan secara lebih masif, baik melalui imbauan, peringatan keras, dan sosialisasi kepada masyarakat. Penjelasan kepada masyarakat agar tidak menyalakan api atau membakar sembarangan, membuang puntung rokok sembarangan, atau membakar sampah sembarangan. 

Dalam rangka mengantisipasi adanya karhutla di kawasan Gunung Lawu, Gubernur sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Karanganyar serta Perhutani untuk membuat embung atau tandon air maupun saluran air, sehingga ketika terjadi force majeure (keadaan mendesak), embung bisa dimanfaatkan.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Menurutnya, masyarakat tahu betul kondisi di wilayah sekitarnya.

"Keterlibatan masyarakat itu paling utama, karena punya kearifan lokal dalam rangka menjaga wilayah,” katanya.

Terkait dengan karhutla, Gubernur menjelaskan, hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharto, menambahkan bahwa kondisi kebakaran hutan di Gunung Lawu sampai hari Minggu (25/10/2026) sudah padam. Namun dari pantauan terbaru pada Senin pagi (26/10) ditemukan titik api baru yang muncul, tepatnya di atas Desa Gondosuli. Penanganan kebakaran berupa water bombing akan dikerahkan dengan melihat situasi cuaca terkini di Lawu.

Secara umum, penanganan kebakaran di Lawu menggunakan water bombing sudah dilakukan sebanyak 34 kali. Setiap 1 kali siraman menggunakan 2.000 liter air. Secara keseluruhan, sudah 68 ribu liter air digunakan untuk memadamkan kebakaran di Lawu.

Ia menjelaskan, ada sebagian karakter tanah di Lawu yang  tertumpuk lapisan ilalang, bahkan ada yang sampai 30 cm, seperti lahan gambut. Jadi kondisi ini memerlukan penanganan khusus.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu