Follow Us :              

Ganjar Minta Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Laporkan Diri

  21 April 2020  |   09:00:00  |   dibaca : 501 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Minta Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Laporkan Diri

21 April 2020 | 09:00:00 | dibaca : 501
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warganya yang sempat mengikuti ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, pada medio Maret lalu untuk melaporkan dan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Pasalnya dari 1.500 warga Jateng yang berangkat untuk menghadiri acara tersebut, 26 orang di antaranya dinyatakan positif covid-19. Sebelas orang berasal dari Banjarnegara, sebelas dari Wonosobo, dua orang Klaten dan dua dari Surakarta. “Ada satu orang dari Karanganyar yang sudah dinyatakan positif dan telah meninggal dunia,” kata Ganjar di rumah dinas Gubernur Jateng, Selasa (21/4/2020).

Saat ini, Dinas Kesehatan Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota tengah melakukan penelusuran siapa saja warganya yang mengikuti acara tersebut. Meski demikian, Ganjar meminta kesadaran warga untuk melaporkan diri.

"Yang dari Gowa tolong lapor lewat medsos, sms atau WA kepada RT, RW, lurah, camat, dinas kesehatan atau rumah sakit. Agar kita bisa bantu panjenengan. Tolong jujur, tolong cerita, kalau diam-diam akan bahaya, jujur itu penting. Kalau perlu sekarang ngacung yang dari Gowa atau episentrum, tolong dengan kesadaran diri untuk melapor bahwa dari sana, bantu kami," kata Ganjar. 

Imbauan serupa juga berlaku untuk warga Jateng yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah maupun daerah terjangkit lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

"Sampaikan kabar, habis datang dari zona merah, Jabodetabek, TKI atau mungkin dari Gowa yang lagi banyak," kata Ganjar.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warganya yang sempat mengikuti ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, pada medio Maret lalu untuk melaporkan dan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Pasalnya dari 1.500 warga Jateng yang berangkat untuk menghadiri acara tersebut, 26 orang di antaranya dinyatakan positif covid-19. Sebelas orang berasal dari Banjarnegara, sebelas dari Wonosobo, dua orang Klaten dan dua dari Surakarta. “Ada satu orang dari Karanganyar yang sudah dinyatakan positif dan telah meninggal dunia,” kata Ganjar di rumah dinas Gubernur Jateng, Selasa (21/4/2020).

Saat ini, Dinas Kesehatan Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota tengah melakukan penelusuran siapa saja warganya yang mengikuti acara tersebut. Meski demikian, Ganjar meminta kesadaran warga untuk melaporkan diri.

"Yang dari Gowa tolong lapor lewat medsos, sms atau WA kepada RT, RW, lurah, camat, dinas kesehatan atau rumah sakit. Agar kita bisa bantu panjenengan. Tolong jujur, tolong cerita, kalau diam-diam akan bahaya, jujur itu penting. Kalau perlu sekarang ngacung yang dari Gowa atau episentrum, tolong dengan kesadaran diri untuk melapor bahwa dari sana, bantu kami," kata Ganjar. 

Imbauan serupa juga berlaku untuk warga Jateng yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah maupun daerah terjangkit lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

"Sampaikan kabar, habis datang dari zona merah, Jabodetabek, TKI atau mungkin dari Gowa yang lagi banyak," kata Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu