Follow Us :              

Upaya Pemprov Jateng Jaga Ketahanan Pangan Jelang Lebaran

  06 March 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 53 
Kategori :
Bagikan :


Upaya Pemprov Jateng Jaga Ketahanan Pangan Jelang Lebaran

06 March 2026 | 08:30:00 | dibaca : 53
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan menjelang Lebaran 2026. 

Sejumlah upaya yang telah dilakukan, antara lain menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, hingga menyalurkan subsidi distribusi bahan pokok penting. Berbagai intervensi tersebut tentunya dilakukan bersama pihak-pihak terkait.

"Bahan pokok penting ini sangat krusial. Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Saat ini, harga yang terpantau naik adalah cabai, kita sudah siapkan langkah intervensi dan penetrasi (penetapan) harga," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Hotel Tentrem, Kota Semarang pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Dalam pertemuan itu dibahas terkait kesiapan Jawa Tengah dalam menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, terutama dalam hal ketahanan pangan dan kesiapan pelayanan publik perbankan.

Gubernur mengatakan, pemetaan secara komprehensif telah dilakukan agar Jateng siap menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri, mulai dari kesiapan sarana prasarana, ketahanan pangan, hingga pemantapan pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan pasokan energi.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mengatakan, kesiapan terkait ketahanan pangan dan pelayanan perbankan sangat penting untuk menghadapi lalu-lalang mudik selama Idulfitri. Maka dari itu, agenda reses kali ini juga menghadirkan Bulog, ID Food, serta bank-bank milik negara, seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.

"Kami ingin mendengar tentang ketahanan pangan serta persiapan berbagai komoditas untuk masyarakat, kaitannya dengan harga bahan pokok penting. Untuk perbankan, tentu kesiapan terkait likuiditas selama hari raya Idulfitri, jangan sampai masyarakat kesulitan," katanya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan, sejumlah bahan kebutuhan pokok relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan ke depan, termasuk selama Idulfitri. Namun, masih ada komoditas yang jumlahnya di bawah pasokan normal, sehingga hal ini menjadi penyebab tingginya harga komoditas.

"Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi HET, hanya satu, yaitu cabai rawit merah. Terima kasih Pak Gubernur telah menjaga harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah," jelasnya.

Ia menambahkan, sudah ada komitmen bahwa distribusi bahan kebutuhan pokok dilakukan lebih awal untuk Ramadan dan Idulfitri. Hal itu karena ada informasi dari BMKG terkait tingginya curah hujan hingga akhir Maret 2026.

"Komitmen ini sudah dilakukan sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu," katanya.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan menjelang Lebaran 2026. 

Sejumlah upaya yang telah dilakukan, antara lain menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, hingga menyalurkan subsidi distribusi bahan pokok penting. Berbagai intervensi tersebut tentunya dilakukan bersama pihak-pihak terkait.

"Bahan pokok penting ini sangat krusial. Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Saat ini, harga yang terpantau naik adalah cabai, kita sudah siapkan langkah intervensi dan penetrasi (penetapan) harga," ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Hotel Tentrem, Kota Semarang pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Dalam pertemuan itu dibahas terkait kesiapan Jawa Tengah dalam menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, terutama dalam hal ketahanan pangan dan kesiapan pelayanan publik perbankan.

Gubernur mengatakan, pemetaan secara komprehensif telah dilakukan agar Jateng siap menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri, mulai dari kesiapan sarana prasarana, ketahanan pangan, hingga pemantapan pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan pasokan energi.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mengatakan, kesiapan terkait ketahanan pangan dan pelayanan perbankan sangat penting untuk menghadapi lalu-lalang mudik selama Idulfitri. Maka dari itu, agenda reses kali ini juga menghadirkan Bulog, ID Food, serta bank-bank milik negara, seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.

"Kami ingin mendengar tentang ketahanan pangan serta persiapan berbagai komoditas untuk masyarakat, kaitannya dengan harga bahan pokok penting. Untuk perbankan, tentu kesiapan terkait likuiditas selama hari raya Idulfitri, jangan sampai masyarakat kesulitan," katanya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan, sejumlah bahan kebutuhan pokok relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan ke depan, termasuk selama Idulfitri. Namun, masih ada komoditas yang jumlahnya di bawah pasokan normal, sehingga hal ini menjadi penyebab tingginya harga komoditas.

"Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi HET, hanya satu, yaitu cabai rawit merah. Terima kasih Pak Gubernur telah menjaga harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah," jelasnya.

Ia menambahkan, sudah ada komitmen bahwa distribusi bahan kebutuhan pokok dilakukan lebih awal untuk Ramadan dan Idulfitri. Hal itu karena ada informasi dari BMKG terkait tingginya curah hujan hingga akhir Maret 2026.

"Komitmen ini sudah dilakukan sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu