Follow Us :              

Cek Pengungsian Merapi, Ganjar Minta Atap Bocor Diperbaiki dan Jamin Logistik Aman

  19 January 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 456 
Kategori :
Bagikan :


Cek Pengungsian Merapi, Ganjar Minta Atap Bocor Diperbaiki dan Jamin Logistik Aman

19 January 2021 | 16:00:00 | dibaca : 456
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KLATEN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau lokasi pengungsian Gunung Merapi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (19/1/2021). Kunjungan dilakukan untuk memastikan semua pengungsi dalam kondisi aman dan stok logistik tercukupi.

"Alhamdulillah bagus, dari segi logistik cukup, dari sisi bantuan-bantuan untuk kenyamanan seperti selimut dan lain-lain juga cukup. Tinggal saya titip pada petugas untuk terus memantau kondisi dan menjaga kesehatan mereka," kata Ganjar.

Saat mengecek ke dalam pengungsian yang telah disekat-sekat, Ganjar sempat melihat atap yang tampak berlubang. Ganjar pun menanyakan apakah lokasi pengungsian bocor atau tidak. 

"Bocor pak, kalau hujan airnya masuk semua," kata seorang pengungsi.

Ganjar langsung memerintahkan petugas untuk segera memperbaiki atap. Jika tidak ada genting, Ganjar meminta atap ditutup sementara menggunakan terpal.

" Sesuk didandani ya  (besok dibetulkan), biar nggak bocor. Kasihan ini kan musim penghujan. Pakai terpal dulu sementara, biar aman," ucap Ganjar.

Karena status Gunung Merapi masih level siaga, Ganjar mengimbau masyarakat yang ada di radius bahaya untuk mengikuti aturan pemerintah. Apabila pemerintah menginstruksikan warga untuk mengungsi, maka masyarakat harus mematuhinya.

"Kita memantau terus menerus (kondisi merapi) , maka kalau kami minta ayo ngungsi dan masyarakat ngungsi semuanya, insyaallah aman. Kondisi siaga ini, saya minta teman-teman pemda (Pemerintah Daerah), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terus memantau dan dampingi pengungsi. Termasuk aktivitas penambangan juga berhenti dulu, karena bahaya," pungkas Ganjar.

Seorang pengungsi, Lamiyem (50) mengaku senang dikunjungi Ganjar. Kunjungan itu membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

" Seneng, sekeca sanget (senang sekali) diperhatikan pemerintah," ucap Lamiyem.

Lamiyem mengatakan sudah hampir tiga bulan dia mengungsi di tempat itu. Menurutnya, semua pengungsi dalam kondisi sehat dan semua kebutuhan tercukupi.

"Bantuan semua cukup, makanan cukup, tempat tidur juga cukup. Sementara masih di sini, karena Merapinya masih bahaya. Disini saja biar selamat," tutur Lamiyem.


Bagikan :

KLATEN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau lokasi pengungsian Gunung Merapi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (19/1/2021). Kunjungan dilakukan untuk memastikan semua pengungsi dalam kondisi aman dan stok logistik tercukupi.

"Alhamdulillah bagus, dari segi logistik cukup, dari sisi bantuan-bantuan untuk kenyamanan seperti selimut dan lain-lain juga cukup. Tinggal saya titip pada petugas untuk terus memantau kondisi dan menjaga kesehatan mereka," kata Ganjar.

Saat mengecek ke dalam pengungsian yang telah disekat-sekat, Ganjar sempat melihat atap yang tampak berlubang. Ganjar pun menanyakan apakah lokasi pengungsian bocor atau tidak. 

"Bocor pak, kalau hujan airnya masuk semua," kata seorang pengungsi.

Ganjar langsung memerintahkan petugas untuk segera memperbaiki atap. Jika tidak ada genting, Ganjar meminta atap ditutup sementara menggunakan terpal.

" Sesuk didandani ya  (besok dibetulkan), biar nggak bocor. Kasihan ini kan musim penghujan. Pakai terpal dulu sementara, biar aman," ucap Ganjar.

Karena status Gunung Merapi masih level siaga, Ganjar mengimbau masyarakat yang ada di radius bahaya untuk mengikuti aturan pemerintah. Apabila pemerintah menginstruksikan warga untuk mengungsi, maka masyarakat harus mematuhinya.

"Kita memantau terus menerus (kondisi merapi) , maka kalau kami minta ayo ngungsi dan masyarakat ngungsi semuanya, insyaallah aman. Kondisi siaga ini, saya minta teman-teman pemda (Pemerintah Daerah), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terus memantau dan dampingi pengungsi. Termasuk aktivitas penambangan juga berhenti dulu, karena bahaya," pungkas Ganjar.

Seorang pengungsi, Lamiyem (50) mengaku senang dikunjungi Ganjar. Kunjungan itu membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini.

" Seneng, sekeca sanget (senang sekali) diperhatikan pemerintah," ucap Lamiyem.

Lamiyem mengatakan sudah hampir tiga bulan dia mengungsi di tempat itu. Menurutnya, semua pengungsi dalam kondisi sehat dan semua kebutuhan tercukupi.

"Bantuan semua cukup, makanan cukup, tempat tidur juga cukup. Sementara masih di sini, karena Merapinya masih bahaya. Disini saja biar selamat," tutur Lamiyem.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu