Follow Us :              

Staf Kepresidenan Apresiasi Program Perlindungan Disabilitas Jateng

  11 February 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 422 
Kategori :
Bagikan :


Staf Kepresidenan Apresiasi Program Perlindungan Disabilitas Jateng

11 February 2021 | 09:00:00 | dibaca : 422
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG - Berbagai program ramah disabilitas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), mendapat apresiasi dari staf Kepresidenan. Program-program tersebut dinilai menjadi model perlindungan disabilitas yang bermartabat.

"Kami terinspirasi dengan berbagai program bagi penyandang disabilitas yang ada di Pemprov Jateng. Ini bisa menjadi model perlindungan disabilitas yang bermartabat dengan capaian kemanusiaan," ujar Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani saat webinar dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Kamis (11/2/2021).

Menurut Jaleswari, Pemprov Jateng telah memberdayakan penyandang disabilitas di berbagai sektor usaha termasuk di lingkungan pemerintahann sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu program pemberdayaan, juga terdapat penyediaan bangunan atau sarana umum ramah disabilitas, serta beasiswa bagi penyandang disabilitas berprestasi. 

Menanggapi apresiasi itu, Taj Yasin mengatakan Pemprov Jateng bergerak bersama instansi dan lembaga, dalam membantu dan memberdayakan penyandang disabilitas. 

"Kami juga mendorong perusahaan dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di berbagai sektor agar dapat menerima dan memberdayakan penyandang disabilitas sebagai karyawan. Seperti di perusahaan batik dan UKM yang ada di Boyolali dan daerah lainnya yang juga memperkerjakan disabilitas," jelas Taj Yasin. 

Taj Yasin juga menerangkan, di lingkungan Pemprov Jateng telah menerima penyandang disabilitas sebagai ASN. Pada 15 Januari 2021, saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik puluhan ASN, enam diantaranya adalah penyandang disabilitas baik tuna netra, tuli, dan tuna daksa yang akan bertugas di lingkungan Pemprov Jateng. 

"Untuk bidang pendidikan, ada tuna netra dari salah satu panti di Jawa Tengah yang mendapatkan beasiswa dan berhasil menyelesaikan pendidikan S2 di Australia," sambung Taj Yasin. 

Terkait bantuan dan perlindungan sosial, Pemprov Jateng telah memerbitkan "Kartu Jateng Sejahtera" yang diperuntukkan bagi warga miskin non produktif, termasuk para penyandang disabilitas di daerah Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG - Berbagai program ramah disabilitas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), mendapat apresiasi dari staf Kepresidenan. Program-program tersebut dinilai menjadi model perlindungan disabilitas yang bermartabat.

"Kami terinspirasi dengan berbagai program bagi penyandang disabilitas yang ada di Pemprov Jateng. Ini bisa menjadi model perlindungan disabilitas yang bermartabat dengan capaian kemanusiaan," ujar Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani saat webinar dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Kamis (11/2/2021).

Menurut Jaleswari, Pemprov Jateng telah memberdayakan penyandang disabilitas di berbagai sektor usaha termasuk di lingkungan pemerintahann sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu program pemberdayaan, juga terdapat penyediaan bangunan atau sarana umum ramah disabilitas, serta beasiswa bagi penyandang disabilitas berprestasi. 

Menanggapi apresiasi itu, Taj Yasin mengatakan Pemprov Jateng bergerak bersama instansi dan lembaga, dalam membantu dan memberdayakan penyandang disabilitas. 

"Kami juga mendorong perusahaan dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di berbagai sektor agar dapat menerima dan memberdayakan penyandang disabilitas sebagai karyawan. Seperti di perusahaan batik dan UKM yang ada di Boyolali dan daerah lainnya yang juga memperkerjakan disabilitas," jelas Taj Yasin. 

Taj Yasin juga menerangkan, di lingkungan Pemprov Jateng telah menerima penyandang disabilitas sebagai ASN. Pada 15 Januari 2021, saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik puluhan ASN, enam diantaranya adalah penyandang disabilitas baik tuna netra, tuli, dan tuna daksa yang akan bertugas di lingkungan Pemprov Jateng. 

"Untuk bidang pendidikan, ada tuna netra dari salah satu panti di Jawa Tengah yang mendapatkan beasiswa dan berhasil menyelesaikan pendidikan S2 di Australia," sambung Taj Yasin. 

Terkait bantuan dan perlindungan sosial, Pemprov Jateng telah memerbitkan "Kartu Jateng Sejahtera" yang diperuntukkan bagi warga miskin non produktif, termasuk para penyandang disabilitas di daerah Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu