Follow Us :              

Keakraban Ganjar dan Rakyatnya Jadi Inspirasi Lukisan Seniman Jogja

  20 April 2021  |   20:00:00  |   dibaca : 909 
Kategori :
Bagikan :


Keakraban Ganjar dan Rakyatnya Jadi Inspirasi Lukisan Seniman Jogja

20 April 2021 | 20:00:00 | dibaca : 909
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Pelukis asal Semarang, Djoko Susilo (63) datang mengantarkan lukisan cat air berukuran 90x150 sentimeter kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (20/4) malam. Lukisan itu menggambarkan momen Ganjar makan satu meja dengan dua orang pengemis. 

“Ini lukisan sebenarnya. Lukisan dokumenter, jadi bukan imajiner. Bukan imajinasi kita pelukis, tapi kejadian yang sesungguhnya,” kata Djoko. 

Djoko berkisah, mulanya Ia ingin melukis momen pengemis makan. Kemudian, ia mencari gambar lewat mesin pencarian dan menemukan foto Ganjar sedang makan bersama pengemis. 

“Saya waktu itu, mencoba mencari objek. Saya buka google, kata kuncinya pengemis makan. Nah ketemu kok ada gambarnya Pak Gub. Saya lihat kok ketoke ngguyune tenanan, (iyo) opo ora. Keliatan bahagia,” tutur Djoko pada Ganjar. 

Mendengar itu, Ganjar pun menceritakan latar belakang gambar yang dilihat Djoko itu, menurut Ganjar itu adalah foto saat ia berkunjung ke Magelang tahun 2019. Saat itu, Ganjar mampir di warung Kupat Tahu Pojok di Kota Magelang. 

Begitu turun dari mobil, Ganjar yang hendak masuk warung, tiba-tiba dicegat dua wanita paruh baya, mereka hanya ingin bersalaman dengan orang nomor satu di Jawa Tengah itu. 

“Nah ini cerita dari (foto itu). Makanya saya terkejut ketika ada foto dikirim ke WA (WhatsApp), kok ada hitam putih, tak pikir ini foto dibuat hitam putih, dibuat sephia. Nah saya kaget ternyata lukisan beneran,” ujar Ganjar. 

“Dan ini memang menarik, karena apa? untune ketok kabeh. Pak Djoko matur nuwun, terus berkarya,” tandas Ganjar. 

Obrolan Ganjar dengan pelukis yang kini tinggal di Yogyakarta itu berlangsung seru. Djoko bercerita, di balik semua karyanya, ia sebenarnya tidak memiliki latar belakang sekolah seni lukis. Bahkan, Djoko sempat menjadi tukang kayu. 

Djoko mengaku, kegemarannya melukis sudah dimulai sejak ia duduk dibangku SMP. Namun saat itu bakatnya belum diasah dengan baik dan ia juga belum konsisten menekuni hobinya. Djoko mengaku baru mulai menekuni seni lukis beberapa tahun terakhir. 

“Jenengan ini sakjane istimewa, sinau dewe, inovasi sendiri, istimewa lho  jenengan,” kata Ganjar. 

Butuh waktu 5 hari untuk Djoko menyelesaikan lukisan tersebut. Djoko yang juga pernah melukis Presiden Joko Widodo dengan nuansa serupa, mengatakan bahwa ia memilih warna hitam putih agar lebih menarik perhatian. 

“Hitam putih itu lebih keliatan pak daripada warna. Warna itu orang lihat sudah biasa, kalau hitam putih orang pertama lihat kan oh ini kuno. Kan orang (jadi) lebih perhatian,” kata Djoko. 

Melalui lukisannya, pelukis otodidak itu ingin menunjukkan gambaran keakraban yang tulus seorang Gubernur dengan rakyatnya. Tidak berjarak, semua tampak gembira makan bersama dalam satu meja.


Bagikan :

SEMARANG - Pelukis asal Semarang, Djoko Susilo (63) datang mengantarkan lukisan cat air berukuran 90x150 sentimeter kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (20/4) malam. Lukisan itu menggambarkan momen Ganjar makan satu meja dengan dua orang pengemis. 

“Ini lukisan sebenarnya. Lukisan dokumenter, jadi bukan imajiner. Bukan imajinasi kita pelukis, tapi kejadian yang sesungguhnya,” kata Djoko. 

Djoko berkisah, mulanya Ia ingin melukis momen pengemis makan. Kemudian, ia mencari gambar lewat mesin pencarian dan menemukan foto Ganjar sedang makan bersama pengemis. 

“Saya waktu itu, mencoba mencari objek. Saya buka google, kata kuncinya pengemis makan. Nah ketemu kok ada gambarnya Pak Gub. Saya lihat kok ketoke ngguyune tenanan, (iyo) opo ora. Keliatan bahagia,” tutur Djoko pada Ganjar. 

Mendengar itu, Ganjar pun menceritakan latar belakang gambar yang dilihat Djoko itu, menurut Ganjar itu adalah foto saat ia berkunjung ke Magelang tahun 2019. Saat itu, Ganjar mampir di warung Kupat Tahu Pojok di Kota Magelang. 

Begitu turun dari mobil, Ganjar yang hendak masuk warung, tiba-tiba dicegat dua wanita paruh baya, mereka hanya ingin bersalaman dengan orang nomor satu di Jawa Tengah itu. 

“Nah ini cerita dari (foto itu). Makanya saya terkejut ketika ada foto dikirim ke WA (WhatsApp), kok ada hitam putih, tak pikir ini foto dibuat hitam putih, dibuat sephia. Nah saya kaget ternyata lukisan beneran,” ujar Ganjar. 

“Dan ini memang menarik, karena apa? untune ketok kabeh. Pak Djoko matur nuwun, terus berkarya,” tandas Ganjar. 

Obrolan Ganjar dengan pelukis yang kini tinggal di Yogyakarta itu berlangsung seru. Djoko bercerita, di balik semua karyanya, ia sebenarnya tidak memiliki latar belakang sekolah seni lukis. Bahkan, Djoko sempat menjadi tukang kayu. 

Djoko mengaku, kegemarannya melukis sudah dimulai sejak ia duduk dibangku SMP. Namun saat itu bakatnya belum diasah dengan baik dan ia juga belum konsisten menekuni hobinya. Djoko mengaku baru mulai menekuni seni lukis beberapa tahun terakhir. 

“Jenengan ini sakjane istimewa, sinau dewe, inovasi sendiri, istimewa lho  jenengan,” kata Ganjar. 

Butuh waktu 5 hari untuk Djoko menyelesaikan lukisan tersebut. Djoko yang juga pernah melukis Presiden Joko Widodo dengan nuansa serupa, mengatakan bahwa ia memilih warna hitam putih agar lebih menarik perhatian. 

“Hitam putih itu lebih keliatan pak daripada warna. Warna itu orang lihat sudah biasa, kalau hitam putih orang pertama lihat kan oh ini kuno. Kan orang (jadi) lebih perhatian,” kata Djoko. 

Melalui lukisannya, pelukis otodidak itu ingin menunjukkan gambaran keakraban yang tulus seorang Gubernur dengan rakyatnya. Tidak berjarak, semua tampak gembira makan bersama dalam satu meja.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu