Follow Us :              

Pahlawan Bagi ODGJ Terlantar, Adi dan Istrinya Ditemui Ganjar

  03 November 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 487 
Kategori :
Bagikan :


Pahlawan Bagi ODGJ Terlantar, Adi dan Istrinya Ditemui Ganjar

03 November 2021 | 10:00:00 | dibaca : 487
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

DEMAK -  Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menggelandang masih menjadi persoalan sosial. Di tengah keterbatasan sumberdaya pemerintah menanggulangi hal ini, bantuan masyarakat pada ODGJ masih sangat diperlukan. Karena itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi apresiasi tinggi pada Sukaryo Adi Putro, orang yang selama ini sangat peduli pada ODGJ terlantar. 

Sebagai wujud simpati, Ganjar Pranowo sengaja meluangkan waktu bergabung mengikuti Adi melakukan aksi sosialnya di sela kunjungan kerjanya ke Jepara, Selasa (3/11).  

Ganjar mengaku sangat tertarik dengan kiprah Adi setelah ia sekian lama mengamati channel YouTube  milik Adi yang diberi nama Sinau Hurip. Dari sinilah Ganjar ingin menyaksikan secara langsung bagaimana warga Kudus itu memanusiakan ODGJ. 

Saat Ganjar datang, Adi dan Heni, istrinya, sedang melakukan pendekatan pada Mamat. Sejak lama, Mamat yang merupakan warga desa Tlogoweru Demak ini mengidap gangguan jiwa. Penampilan Mamat sangat tidak terurus, rambutnya, kumis dan jenggot dibiarkan panjang dan kumuh serta seluruh badannya dipenuhi rantai. Tangan, kaki, kuku serta telinganya penuh dengan asesoris dari rantai, uang koin dan besi. 

Hampir setiap hari ia seringkali duduk di atas jembatan saluran air di desanya. Tidak ada orang yang berani mendekat, termasuk keluarganya. Selain galak, Mamat juga sering membawa sejumlah senjata tajam. 

Hari ini, Adi bersama istrinya dan Ganjar berkerjasama untuk membujuk Mamat agar mau dibersihkan. Setelah perjuangan panjang, akhirnya Mamat bisa dibersihkan. Rambut dan kukunya dipotong rapi dan rantai-rantai di seluruh tubuhnya berhasil dilepas. 

Ganjar mengaku salut dengan cara pendekatan Adi pada ODGJ.  Tidak hanya berkomunikasi, Adi bahkan tidak jengah untuk memeluk demi membuat mereka nyaman. Setelah dibersihkan bagi ODGJ tanpa identitas bahkan dibantu mengurus kependudukannya supaya bisa dimasukkan ke rumah sakit jiwa atau dikembalikan ke keluarga. 

"Kemarin saya ketemu dengan persatuan dokter jiwa. Saya ceritakan tentang kisah mas Adi ini. Ini momentum bagi kita untuk kita peduli pada orang-orang seperti mas Adi. Ini harus terus kita dorong, agar semua peduli pada ODGJ," pungkasnya. 

Sementara itu, Adi sendiri mengatakan, ia dan istrinya memang senang mencari ODGJ di jalanan. Mereka keliling untuk mencari, dan ketika ketemu langsung didekati, dibersihkan dan dibawa ke rumah sakit jiwa atau dikembalikan ke keluarganya. 

Berkat aksinya ia upload di chanel youtube nya, Sinahu Hurip, masyarakat yang mengenali ODGJ yang ditangani, akan menghubungi keluarnya pasien. Adi mengaku, dirinya telah beberapa kali mengantar ODGJ bahkan sampai ke Tangerang, Tasik dan kota lainnya. 

Sudah 87 ODGJ yang berhasil dipulangkan Adi ke keluarganya. Sementara lainnya ia masukkan ke rumah sakit jiwa terdekat. 

"Senang saja membantu, kan tidak banyak yang mau ngurusi ini. Memang bau, tapi ya memang saya niati agar mereka ODGJ di jalanan bisa terawat bahkan bisa bertemu keluarganya. Di Purworejo itu, ada ODGJ yang hilang selama 30 tahun, berhasil kita temukan dan kita antar ke keluarganya di Purbalingga. Senang sekali rasanya," pungkas Adi.


Bagikan :

DEMAK -  Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menggelandang masih menjadi persoalan sosial. Di tengah keterbatasan sumberdaya pemerintah menanggulangi hal ini, bantuan masyarakat pada ODGJ masih sangat diperlukan. Karena itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi apresiasi tinggi pada Sukaryo Adi Putro, orang yang selama ini sangat peduli pada ODGJ terlantar. 

Sebagai wujud simpati, Ganjar Pranowo sengaja meluangkan waktu bergabung mengikuti Adi melakukan aksi sosialnya di sela kunjungan kerjanya ke Jepara, Selasa (3/11).  

Ganjar mengaku sangat tertarik dengan kiprah Adi setelah ia sekian lama mengamati channel YouTube  milik Adi yang diberi nama Sinau Hurip. Dari sinilah Ganjar ingin menyaksikan secara langsung bagaimana warga Kudus itu memanusiakan ODGJ. 

Saat Ganjar datang, Adi dan Heni, istrinya, sedang melakukan pendekatan pada Mamat. Sejak lama, Mamat yang merupakan warga desa Tlogoweru Demak ini mengidap gangguan jiwa. Penampilan Mamat sangat tidak terurus, rambutnya, kumis dan jenggot dibiarkan panjang dan kumuh serta seluruh badannya dipenuhi rantai. Tangan, kaki, kuku serta telinganya penuh dengan asesoris dari rantai, uang koin dan besi. 

Hampir setiap hari ia seringkali duduk di atas jembatan saluran air di desanya. Tidak ada orang yang berani mendekat, termasuk keluarganya. Selain galak, Mamat juga sering membawa sejumlah senjata tajam. 

Hari ini, Adi bersama istrinya dan Ganjar berkerjasama untuk membujuk Mamat agar mau dibersihkan. Setelah perjuangan panjang, akhirnya Mamat bisa dibersihkan. Rambut dan kukunya dipotong rapi dan rantai-rantai di seluruh tubuhnya berhasil dilepas. 

Ganjar mengaku salut dengan cara pendekatan Adi pada ODGJ.  Tidak hanya berkomunikasi, Adi bahkan tidak jengah untuk memeluk demi membuat mereka nyaman. Setelah dibersihkan bagi ODGJ tanpa identitas bahkan dibantu mengurus kependudukannya supaya bisa dimasukkan ke rumah sakit jiwa atau dikembalikan ke keluarga. 

"Kemarin saya ketemu dengan persatuan dokter jiwa. Saya ceritakan tentang kisah mas Adi ini. Ini momentum bagi kita untuk kita peduli pada orang-orang seperti mas Adi. Ini harus terus kita dorong, agar semua peduli pada ODGJ," pungkasnya. 

Sementara itu, Adi sendiri mengatakan, ia dan istrinya memang senang mencari ODGJ di jalanan. Mereka keliling untuk mencari, dan ketika ketemu langsung didekati, dibersihkan dan dibawa ke rumah sakit jiwa atau dikembalikan ke keluarganya. 

Berkat aksinya ia upload di chanel youtube nya, Sinahu Hurip, masyarakat yang mengenali ODGJ yang ditangani, akan menghubungi keluarnya pasien. Adi mengaku, dirinya telah beberapa kali mengantar ODGJ bahkan sampai ke Tangerang, Tasik dan kota lainnya. 

Sudah 87 ODGJ yang berhasil dipulangkan Adi ke keluarganya. Sementara lainnya ia masukkan ke rumah sakit jiwa terdekat. 

"Senang saja membantu, kan tidak banyak yang mau ngurusi ini. Memang bau, tapi ya memang saya niati agar mereka ODGJ di jalanan bisa terawat bahkan bisa bertemu keluarganya. Di Purworejo itu, ada ODGJ yang hilang selama 30 tahun, berhasil kita temukan dan kita antar ke keluarganya di Purbalingga. Senang sekali rasanya," pungkas Adi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu