Follow Us :              

Tingkatkan Okupansi Bandara Ngloram dan JBS, Ganjar Minta Pemda Ciptakan Event

  18 December 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 781 
Kategori :
Bagikan :


Tingkatkan Okupansi Bandara Ngloram dan JBS, Ganjar Minta Pemda Ciptakan Event

18 December 2021 | 09:00:00 | dibaca : 781
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku optimis okupansi Bandara Ngloram akan terus meningkat meski dibayangi situasi pandemi. Keyakinan yang sama juga ditujukan pada Bandara Jendral Besar Sudirman (JBS) di Purbalingga. Dan kini pihaknya bahkan sedang mempersiapkan Bandara Dewandaru di Karimunjawa. 

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara Nitilaku Dies Natalis Universitas Gadjah Mada, di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Sabtu (18/12). Optimisme itu, lanjut Ganjar, berdasarkan data okupansi capai 90 persen setelah selesai dibangun sebulan lalu. 

“Kemarin itu tiketnya penuh terus, okupansinya 90 persen terus. Tiket yang kosong itu paling dua tiga seat saja,” ujarnya 

Gubernur mengatakan, yang harus dipikirkan ke depan adalah bagaimana menciptakan event untuk menarik kedatangan penumpang ke Bandara Ngloram. 

Di sisi lain, ia menegaskan, jika daerah sekitar Bandara Ngloram seperti Kabupaten Blora, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Grobogan dan sekitarnya bersatu maka hal itu akan sangat bermanfaat. 

Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (17/12) kemarin. Bandara itu merupakan bandara milik PT Pertamina (Persero) sejak 1984. Kemudian dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan dengan anggaran Rp 132 miliar. Menggunakan APBN, pengembangan Bandara Ngloram berlangsung sejak 2018 hingga 2021. 

Optimisme pembangunan bandara ini antara lain karena didukung oleh tingkat kebutuhan yang cukup tinggi khususnya untuk mendukung mobilitas jarak jauh di kawasan blok Cepu. 

“Tapi kan di sana sudah ada market yang bagus ya karena ada blok Cepu, sehingga kita bisa fasilitasi itu,” ujar Ganjar. 

Optimisme ini yang sama jug ditujukan pada keberadaan Bandara Jenderal Besar Sudirman (JBS) di Purbalingga. Bahkan Gubernur mengungkapkan, pihaknya sedang mempersiapkan bandara baru yakni Bandara Dewandaru di Karimunjawa. 

“Insyaallah tahun depan jadi. Maka tugas kita sekarang satu tahun kemarin itu mengevaluasi untuk menyiapkan agar pariwisatanya bisa dibuka tapi aman,” tandasnya.


Bagikan :

YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku optimis okupansi Bandara Ngloram akan terus meningkat meski dibayangi situasi pandemi. Keyakinan yang sama juga ditujukan pada Bandara Jendral Besar Sudirman (JBS) di Purbalingga. Dan kini pihaknya bahkan sedang mempersiapkan Bandara Dewandaru di Karimunjawa. 

Hal itu disampaikan Ganjar, usai menghadiri acara Nitilaku Dies Natalis Universitas Gadjah Mada, di Grha Sabha Pramana, Yogyakarta, Sabtu (18/12). Optimisme itu, lanjut Ganjar, berdasarkan data okupansi capai 90 persen setelah selesai dibangun sebulan lalu. 

“Kemarin itu tiketnya penuh terus, okupansinya 90 persen terus. Tiket yang kosong itu paling dua tiga seat saja,” ujarnya 

Gubernur mengatakan, yang harus dipikirkan ke depan adalah bagaimana menciptakan event untuk menarik kedatangan penumpang ke Bandara Ngloram. 

Di sisi lain, ia menegaskan, jika daerah sekitar Bandara Ngloram seperti Kabupaten Blora, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Grobogan dan sekitarnya bersatu maka hal itu akan sangat bermanfaat. 

Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (17/12) kemarin. Bandara itu merupakan bandara milik PT Pertamina (Persero) sejak 1984. Kemudian dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan dengan anggaran Rp 132 miliar. Menggunakan APBN, pengembangan Bandara Ngloram berlangsung sejak 2018 hingga 2021. 

Optimisme pembangunan bandara ini antara lain karena didukung oleh tingkat kebutuhan yang cukup tinggi khususnya untuk mendukung mobilitas jarak jauh di kawasan blok Cepu. 

“Tapi kan di sana sudah ada market yang bagus ya karena ada blok Cepu, sehingga kita bisa fasilitasi itu,” ujar Ganjar. 

Optimisme ini yang sama jug ditujukan pada keberadaan Bandara Jenderal Besar Sudirman (JBS) di Purbalingga. Bahkan Gubernur mengungkapkan, pihaknya sedang mempersiapkan bandara baru yakni Bandara Dewandaru di Karimunjawa. 

“Insyaallah tahun depan jadi. Maka tugas kita sekarang satu tahun kemarin itu mengevaluasi untuk menyiapkan agar pariwisatanya bisa dibuka tapi aman,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu