Follow Us :              

Insentif Guru Keagamaan 2021 Tahap 2 Dibagikan, Taj Yasin Minta Update Data Berkala

  23 December 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 241 
Kategori :
Bagikan :


Insentif Guru Keagamaan 2021 Tahap 2 Dibagikan, Taj Yasin Minta Update Data Berkala

23 December 2021 | 14:00:00 | dibaca : 241
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemberian insentif tahap 2 tahun 2021 untuk pengajar keagamaan telah diserahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pemberian insentif ini merupakan apresiasi bagi pengajar keagamaan yang sudah memberikan pelajaran kepada anak-anak di Jawa Tengah. 

"Dari Biro Kesra, sudah kita kirimkan ke Kanwil Kemenag Jateng, dan sudah didistribusikan. Ini bentuk apresiasi Pemprov Jateng bagi pengajar keagamaan," kata Taj Yasin, melalui sambungan telefon, Kamis (23/12/2021). 

Wagub menambahkan, pihaknya meminta agar ke depan pemberian insentif juga menjadi indikator kinerja pengajar keagamaan. Selain itu, dia juga meminta ada update data yang dilakukan secara berkala.  

Menurutnya, hal ini diperlukan untuk mengukur sejauh mana program yang dilaksanakan bisa efisien dan tepat sasaran. 

"Kita perlu ada update data, jangan setiap semester. Kalau bisa ya tengah semester ada update, mana yang menerima, mana yang dikembalikan dengan alasan meninggal, atau pindah. Jadi kita lebih tepat sasaran nantinya," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala pada Bidang Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Nur Abadi, mengatakan distribusi kepada guru keagamaan telah dilakukan sejak tanggal 9 Desember kemarin. 

Pada tahap kedua ini, pihaknya telah menerima dan mendistribusikan sebanyak Rp.126 474.600,- untuk 210,791 pengajar agama Islam, Katholik, Kristen, Hindu, dan Buddha. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, atas hibah dana insentif ini. Program ini sangat membantu para pengajar keagamaan," kata dia. 

Nur menjelaskan, distribusi insentif kepada pengajar keagamaan tahap kedua ini telah berjalan lancar. Menurutnya, ada beberapa data yang telah disesuaikan dengan distribusi tahap pertama. 

"Kan pada tahap pertama itu ada beberapa penerima yang meninggal dunia, dan itu kami sesuaikan. Untuk saat ini kami sedang menunggu laporan transfer dari Bank Jateng. Kami rasa, tahap kedua ini relatif lancar," tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemberian insentif tahap 2 tahun 2021 untuk pengajar keagamaan telah diserahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pemberian insentif ini merupakan apresiasi bagi pengajar keagamaan yang sudah memberikan pelajaran kepada anak-anak di Jawa Tengah. 

"Dari Biro Kesra, sudah kita kirimkan ke Kanwil Kemenag Jateng, dan sudah didistribusikan. Ini bentuk apresiasi Pemprov Jateng bagi pengajar keagamaan," kata Taj Yasin, melalui sambungan telefon, Kamis (23/12/2021). 

Wagub menambahkan, pihaknya meminta agar ke depan pemberian insentif juga menjadi indikator kinerja pengajar keagamaan. Selain itu, dia juga meminta ada update data yang dilakukan secara berkala.  

Menurutnya, hal ini diperlukan untuk mengukur sejauh mana program yang dilaksanakan bisa efisien dan tepat sasaran. 

"Kita perlu ada update data, jangan setiap semester. Kalau bisa ya tengah semester ada update, mana yang menerima, mana yang dikembalikan dengan alasan meninggal, atau pindah. Jadi kita lebih tepat sasaran nantinya," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala pada Bidang Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Nur Abadi, mengatakan distribusi kepada guru keagamaan telah dilakukan sejak tanggal 9 Desember kemarin. 

Pada tahap kedua ini, pihaknya telah menerima dan mendistribusikan sebanyak Rp.126 474.600,- untuk 210,791 pengajar agama Islam, Katholik, Kristen, Hindu, dan Buddha. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, atas hibah dana insentif ini. Program ini sangat membantu para pengajar keagamaan," kata dia. 

Nur menjelaskan, distribusi insentif kepada pengajar keagamaan tahap kedua ini telah berjalan lancar. Menurutnya, ada beberapa data yang telah disesuaikan dengan distribusi tahap pertama. 

"Kan pada tahap pertama itu ada beberapa penerima yang meninggal dunia, dan itu kami sesuaikan. Untuk saat ini kami sedang menunggu laporan transfer dari Bank Jateng. Kami rasa, tahap kedua ini relatif lancar," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu