Follow Us :              

Terima Kunjungan Wali Kota Pariaman, Ganjar Sharing Reformasi Birokrasi

  10 January 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 566 
Kategori :
Bagikan :


Terima Kunjungan Wali Kota Pariaman, Ganjar Sharing Reformasi Birokrasi

10 January 2022 | 14:00:00 | dibaca : 566
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan Wali Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Genius Umar dan rombongan di ruang rapat gedung A lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (10/01/2022). 

Atas kunjungan Wali Kota Pariaman ke Jawa Tengah, Ganjar mengaku senang karena bisa saling berbagi terkait reformasi birokrasi dan peningkatan investasi. Menurutnya, pola kerjasama antar daerah dan saling sharing ini bisa menjadi modal untuk perbaikan di daerah masing-masing. 

"Pola kerjasama ini harus kita teruskan, dimana setiap daerah saling belajar satu sama lain. Kalau sama-sama bagus, kita bisa sharing. Kalau ada yang kurang, kita bisa belajar dari daerah lain. Kerjasama seperti ini harus kita tingkatkan untuk menjadikan semua daerah maju bersama," ujar Ganjar. 

Sementara itu, Genius Umar menyampaikan ketertarikannya atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melakukan reformasi birokrasi, sehingga ia bertujuan untuk mengkaji reformasi birokrasi dan pelayanan investasi dengan Ganjar Keduanya pun saling berbagi pengalaman terkait pengelolaan pemerintahan dalam pelayanan publik. 

"Saya tertarik datang menemui pak Ganjar karena saya ikuti medsos beliau. Beliau itu langsung aktif dalam mewujudkan budaya birokrasi di Jateng menjadi melayani. Memanfaatkan teknologi informasi yang sederhana untuk melayani masyarakat. Kami ingin belajar langsung dari beliau," ungkap Genius Umar. 

Ia juga mengaku kagum pada kecepatan pelayanan perizinan dan pelayanan masyarakat di Jawa Tengah saat ini.  

"Sistem complain handling juga cepat, hanya menggunakan medsos sudah bisa jalan. Birokrasi sangat responsif dan dipantau langsung oleh gubernur. Sistem pelaporan masyarakat bisa langsung dan cepat direspon. Hal-hal inilah yang bisa kita terapkan di Pariaman, termasuk bagaimana pelayanan perizinan investasi yang sangat menarik di Jateng ini," ucapnya. 

Genius Umar mengungkapkan bahwa ia  meneladani banyak hal penting dari pertemuan tersebut. Bagaimana Ganjar memanfaatkan teknologi informasi untuk berbagai ihwal, termasuk mengangkat ekonomi masyarakat melalui Lapak Ganjar. Ia berharap Kota Pariaman bisa mengikuti langkah tersebut dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang melayani. Dengan begitu, pembangunan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena persoalan yang muncul bisa ditangani dengan cepat pula. 

"Kami yakin dengan perubahan itu akan terjadi percepatan pembangunan, karena mengubah budaya birokrasi yang lebih melayani itu sangat penting. Kota Pariaman pasti mengikuti apa yang dilakukan Jawa Tengah," jelasnya. 

Menanggapi pujian itu, Ganjar mengatakan  bahwa dibutuhkan usaha yang keras untuk mewujudkan budaya birokrasi yang melayani. Namun, jika dilakukan dengan tekad yang kuat maka perubahan pasti bisa terjadi. 

"Kalau birokrasi berjalan dengan baik, semua tersistematisasi dan complain handling masyarakat bisa direspon cepat, maka itu awal yang baik. Memang butuh waktu, tapi kalau dilakukan serius, pasti ada perubahan," tutup Ganjar.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan Wali Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Genius Umar dan rombongan di ruang rapat gedung A lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (10/01/2022). 

Atas kunjungan Wali Kota Pariaman ke Jawa Tengah, Ganjar mengaku senang karena bisa saling berbagi terkait reformasi birokrasi dan peningkatan investasi. Menurutnya, pola kerjasama antar daerah dan saling sharing ini bisa menjadi modal untuk perbaikan di daerah masing-masing. 

"Pola kerjasama ini harus kita teruskan, dimana setiap daerah saling belajar satu sama lain. Kalau sama-sama bagus, kita bisa sharing. Kalau ada yang kurang, kita bisa belajar dari daerah lain. Kerjasama seperti ini harus kita tingkatkan untuk menjadikan semua daerah maju bersama," ujar Ganjar. 

Sementara itu, Genius Umar menyampaikan ketertarikannya atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam melakukan reformasi birokrasi, sehingga ia bertujuan untuk mengkaji reformasi birokrasi dan pelayanan investasi dengan Ganjar Keduanya pun saling berbagi pengalaman terkait pengelolaan pemerintahan dalam pelayanan publik. 

"Saya tertarik datang menemui pak Ganjar karena saya ikuti medsos beliau. Beliau itu langsung aktif dalam mewujudkan budaya birokrasi di Jateng menjadi melayani. Memanfaatkan teknologi informasi yang sederhana untuk melayani masyarakat. Kami ingin belajar langsung dari beliau," ungkap Genius Umar. 

Ia juga mengaku kagum pada kecepatan pelayanan perizinan dan pelayanan masyarakat di Jawa Tengah saat ini.  

"Sistem complain handling juga cepat, hanya menggunakan medsos sudah bisa jalan. Birokrasi sangat responsif dan dipantau langsung oleh gubernur. Sistem pelaporan masyarakat bisa langsung dan cepat direspon. Hal-hal inilah yang bisa kita terapkan di Pariaman, termasuk bagaimana pelayanan perizinan investasi yang sangat menarik di Jateng ini," ucapnya. 

Genius Umar mengungkapkan bahwa ia  meneladani banyak hal penting dari pertemuan tersebut. Bagaimana Ganjar memanfaatkan teknologi informasi untuk berbagai ihwal, termasuk mengangkat ekonomi masyarakat melalui Lapak Ganjar. Ia berharap Kota Pariaman bisa mengikuti langkah tersebut dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang melayani. Dengan begitu, pembangunan dapat dilakukan dengan lebih cepat karena persoalan yang muncul bisa ditangani dengan cepat pula. 

"Kami yakin dengan perubahan itu akan terjadi percepatan pembangunan, karena mengubah budaya birokrasi yang lebih melayani itu sangat penting. Kota Pariaman pasti mengikuti apa yang dilakukan Jawa Tengah," jelasnya. 

Menanggapi pujian itu, Ganjar mengatakan  bahwa dibutuhkan usaha yang keras untuk mewujudkan budaya birokrasi yang melayani. Namun, jika dilakukan dengan tekad yang kuat maka perubahan pasti bisa terjadi. 

"Kalau birokrasi berjalan dengan baik, semua tersistematisasi dan complain handling masyarakat bisa direspon cepat, maka itu awal yang baik. Memang butuh waktu, tapi kalau dilakukan serius, pasti ada perubahan," tutup Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu