Follow Us :              

Capaian Setahun Program Pesantren Obah, Jangkau Ratusan Ribu Guru dan Santri di Jawa Tengah

  28 February 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 219 
Kategori :
Bagikan :


Capaian Setahun Program Pesantren Obah, Jangkau Ratusan Ribu Guru dan Santri di Jawa Tengah

28 February 2026 | 00:00:00 | dibaca : 219
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintahan yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, genap berusia satu tahun pada 20 Februari 2026. Berbagai program telah dilaksanakan, tak  terkecuali program Pesantren Obah. 

Selama tahun 2025, setidaknya ada tiga kegiatan prioritas Pesantren Obah yang sudah dijalankan, yakni penyaluran insentif bagi guru agama, bisyarah (tali asih) bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta beasiswa santri dan pengasuh pesantren. 

Berdasarkan data Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Kesrataskin) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah, insentif guru agama telah disalurkan kepada 230.830 orang penerima pada tahun 2025. Masing-masing guru agama menerima insentif sebesar Rp1,2 juta per tahun. Dana yang dianggarkan mencapai Rp277 miliar, termasuk untuk operasional petugas.

"Tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesrataskin Setda Provinsi Jateng, Gunawan Sudharsono, di Kota Semarang pada Senin, 23 Februari 2026. 

Sementara untuk tali asih bagi penghafal Al-Qur’an, sebagian besar telah disalurkan. Pada tahun 2025, tali asih dialokasikan untuk 2.000 santri penghafal Al-Qur’an. Para penerimanya masing-masing mendapatkan Rp1 juta. Adapun untuk tahun 2026 pemberian tali asih dilanjutkan dengan jumlah penerima yang sama. 

Terkait beasiswa santri dan pengasuh pesantren, Gunawan menjelaskan bahwa program ini akan dimulai pada awal tahun 2026. Saat ini, proses pendaftaran dan seleksi masih berlangsung. Informasi pendaftaran bisa diunduh di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan www.Jatengprov.go.id. Khusus program ini, Pemprov Jateng telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang bertugas melakukan seleksi calon penerima beasiswa. 

Dalam pelaksanaan program beasiswa itu, Pemprov Jateng menyiapkan dana sebesar Rp6,8 milliar pada tahun 2026. Anggaran tersebut akan diberikan bagi 90 orang penerima beasiswa. Rinciannya, 24 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri dan 66 orang untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa pendidikan vokasi, S1, S2, dan S3, serta ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik. 

Ketua Tim Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Ali Ansori, mengatakan, pencairan insentif guru agama dan bisyarah santri penghafal Al-Qur’an disalurkan melalui Kanwil Kemenag Jateng melalui skema hibah.

Berbagai program yang telah diselenggarakan ini menjadi bukti komitmen Gubernur dan Wagub Jateng dalam membangun fondasi moral dan ilmu untuk masyarakat di kalangan pesantren. 

“Maka insentif ini sebagai salah satu instrumen yang didorong oleh Pemprov di tengah keterbatasan anggaran, sehingga insentif yang diberikan belum bisa maksimal. Maka harus dibagi rata,” ucap Gubernur beberapa waktu lalu. 

Wagub Jateng menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada di level yang sangat baik, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat. Upaya ini sebagai bukti nyata kehadiran Pemprov Jateng untuk para penghafal Al-Qur’an, guru agama, termasuk santri dan pengasuh pesantren. 

"Alhamdulillah Pemprov tetap dapat mengalokasikan tali asih, ini sebagai hadiah untuk para penghafal Al-Qur’an," ucapnya.

Santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Kaliwungu Kendal, Wafiq Salma, mengaku, senang dengan adanya program bisyarah penghafal Quran dari Pemprov Jateng. 

"Terima kasih kepada pemprov Jateng sudah membantu penghafal Qur’an. Kami berharap tali asih diberikan untuk tahun-tahun berikutnya," ucapnya, setelah menerima bisyarah yang diserahkan Wagub Jateng di pondoknya pada Minggu (25/1/2026).


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintahan yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, genap berusia satu tahun pada 20 Februari 2026. Berbagai program telah dilaksanakan, tak  terkecuali program Pesantren Obah. 

Selama tahun 2025, setidaknya ada tiga kegiatan prioritas Pesantren Obah yang sudah dijalankan, yakni penyaluran insentif bagi guru agama, bisyarah (tali asih) bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta beasiswa santri dan pengasuh pesantren. 

Berdasarkan data Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Kesrataskin) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah, insentif guru agama telah disalurkan kepada 230.830 orang penerima pada tahun 2025. Masing-masing guru agama menerima insentif sebesar Rp1,2 juta per tahun. Dana yang dianggarkan mencapai Rp277 miliar, termasuk untuk operasional petugas.

"Tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesrataskin Setda Provinsi Jateng, Gunawan Sudharsono, di Kota Semarang pada Senin, 23 Februari 2026. 

Sementara untuk tali asih bagi penghafal Al-Qur’an, sebagian besar telah disalurkan. Pada tahun 2025, tali asih dialokasikan untuk 2.000 santri penghafal Al-Qur’an. Para penerimanya masing-masing mendapatkan Rp1 juta. Adapun untuk tahun 2026 pemberian tali asih dilanjutkan dengan jumlah penerima yang sama. 

Terkait beasiswa santri dan pengasuh pesantren, Gunawan menjelaskan bahwa program ini akan dimulai pada awal tahun 2026. Saat ini, proses pendaftaran dan seleksi masih berlangsung. Informasi pendaftaran bisa diunduh di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan www.Jatengprov.go.id. Khusus program ini, Pemprov Jateng telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang bertugas melakukan seleksi calon penerima beasiswa. 

Dalam pelaksanaan program beasiswa itu, Pemprov Jateng menyiapkan dana sebesar Rp6,8 milliar pada tahun 2026. Anggaran tersebut akan diberikan bagi 90 orang penerima beasiswa. Rinciannya, 24 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri dan 66 orang untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa pendidikan vokasi, S1, S2, dan S3, serta ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik. 

Ketua Tim Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Ali Ansori, mengatakan, pencairan insentif guru agama dan bisyarah santri penghafal Al-Qur’an disalurkan melalui Kanwil Kemenag Jateng melalui skema hibah.

Berbagai program yang telah diselenggarakan ini menjadi bukti komitmen Gubernur dan Wagub Jateng dalam membangun fondasi moral dan ilmu untuk masyarakat di kalangan pesantren. 

“Maka insentif ini sebagai salah satu instrumen yang didorong oleh Pemprov di tengah keterbatasan anggaran, sehingga insentif yang diberikan belum bisa maksimal. Maka harus dibagi rata,” ucap Gubernur beberapa waktu lalu. 

Wagub Jateng menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada di level yang sangat baik, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat. Upaya ini sebagai bukti nyata kehadiran Pemprov Jateng untuk para penghafal Al-Qur’an, guru agama, termasuk santri dan pengasuh pesantren. 

"Alhamdulillah Pemprov tetap dapat mengalokasikan tali asih, ini sebagai hadiah untuk para penghafal Al-Qur’an," ucapnya.

Santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Kaliwungu Kendal, Wafiq Salma, mengaku, senang dengan adanya program bisyarah penghafal Quran dari Pemprov Jateng. 

"Terima kasih kepada pemprov Jateng sudah membantu penghafal Qur’an. Kami berharap tali asih diberikan untuk tahun-tahun berikutnya," ucapnya, setelah menerima bisyarah yang diserahkan Wagub Jateng di pondoknya pada Minggu (25/1/2026).


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu