Follow Us :              

Temui Korban Atap Kelas Roboh di Sragen, Wagub Pastikan Penanganan dan Dampingi Pemulihan 

  14 May 2026  |   12:00:00  |   dibaca : 66 
Kategori :
Bagikan :


Temui Korban Atap Kelas Roboh di Sragen, Wagub Pastikan Penanganan dan Dampingi Pemulihan 

14 May 2026 | 12:00:00 | dibaca : 66
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SRAGEN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjenguk para korban robohnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro pada Kamis, 14 Mei 2026.

Kedatangan Wagub bertujuan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang baik, sekaligus memberi dukungan moral agar mereka tetap semangat kembali sekolah.

Di ruang perawatan, ia menyapa para siswa satu per satu. Suasana hangat terlihat, ketika Wagub mengajak para korban berbincang santai. Senyum terlihat dari para korban, bahkan sesekali canda dan tawa juga terlontar di antara mereka. Kunjungan ini tak lain dan tak bukan bertujuan untuk membantu memulihkan trauma anak-anak pascakejadian.

“Masih berani sekolah to?” tanya Wagub kepada salah satu siswa korban.

“Berani, Pak,” jawab Juna singkat.

Insiden robohnya atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Akibat kejadian itu, 7 siswa dan 1 guru mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. 

Hingga Kamis (14/5/2026), 5 siswa masih dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, 1 siswa menjalani perawatan di RSI Amal Sehat, sementara 2 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah,” ucap Wagub.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan kepada para korban.

Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan bahwa robohnya atap kelas terjadi secara tiba-tiba. Saat kejadian, proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.

“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung, tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat 12 siswa dan 1 guru di dalam kelas saat kejadian terjadi. Beruntung, sebagian siswa berada di dekat tembok, sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan.

“Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan sudah menjalani operasi,” kata Mualif.


Bagikan :

SRAGEN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjenguk para korban robohnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro pada Kamis, 14 Mei 2026.

Kedatangan Wagub bertujuan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang baik, sekaligus memberi dukungan moral agar mereka tetap semangat kembali sekolah.

Di ruang perawatan, ia menyapa para siswa satu per satu. Suasana hangat terlihat, ketika Wagub mengajak para korban berbincang santai. Senyum terlihat dari para korban, bahkan sesekali canda dan tawa juga terlontar di antara mereka. Kunjungan ini tak lain dan tak bukan bertujuan untuk membantu memulihkan trauma anak-anak pascakejadian.

“Masih berani sekolah to?” tanya Wagub kepada salah satu siswa korban.

“Berani, Pak,” jawab Juna singkat.

Insiden robohnya atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Akibat kejadian itu, 7 siswa dan 1 guru mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. 

Hingga Kamis (14/5/2026), 5 siswa masih dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, 1 siswa menjalani perawatan di RSI Amal Sehat, sementara 2 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah,” ucap Wagub.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan kepada para korban.

Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan bahwa robohnya atap kelas terjadi secara tiba-tiba. Saat kejadian, proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.

“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung, tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat 12 siswa dan 1 guru di dalam kelas saat kejadian terjadi. Beruntung, sebagian siswa berada di dekat tembok, sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan.

“Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan sudah menjalani operasi,” kata Mualif.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu