Follow Us :              

Kolaborasi Pemprov Jateng dan Baznas, Fasilitasi Hunian Layak bagi Warga 

  13 May 2026  |   00:00:13  |   dibaca : 25 
Kategori :
Bagikan :


Kolaborasi Pemprov Jateng dan Baznas, Fasilitasi Hunian Layak bagi Warga 

13 May 2026 | 00:00:13 | dibaca : 25
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah untuk memfasilitasi hunian layak bagi warganya. 

Kolaborasi dilakukan dengan memberikan bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2026, Baznas Jateng menyalurkan bantuan perbaikan RTLH kepada 111 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp2.143.020.000.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, program perbaikan RTLH tidak hanya memfasilitasi pembangunan rumah, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi warga penerima manfaat.

Menurutnya, rumah yang layak merupakan fondasi penting untuk membangun keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera. Namun, ia menekankan bahwa kenyamanan tidak hanya lahir dari bangunan rumah, tetapi juga dari lingkungan sosial yang saling peduli.

Oleh karena itu, Wagub mengajak masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong. Ia mengatakan, ketika ada warga yang mengalami kesulitan seharusnya semua warga ikut hadir dan saling membantu.

“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung bantu. Ini yang penting,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub menyampaikan terima kasih kepada Baznas Jateng yang terus berupaya membantu pemerintah untuk menangani persoalan kemiskinan di wilayahnya, termasuk melalui program perbaikan RTLH.

Ia menjelaskan, kebutuhan rumah layak huni di Jateng masih cukup besar. Bahkan, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, Baznas, CSR, hingga masyarakat.

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang telah menyisihkan zakat penghasilan melalui Baznas. Nantinya, dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk perbaikan RTLH.

Berdasarkan data, backlog atau kebutuhan perumahan di Jawa Tengah pada awal 2025 mencapai 1.332.968 unit. Hingga akhir tahun lalu, realisasi penanganan backlog mencapai 274.514 unit, sehingga sisanya ada sebanyak 1.058.454 unit.

Pada Triwulan I 2026, realisasi penanganan RTLH mencapai 6.798 unit. Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit, dan masih menyisakan backlog sebesar 1.051.656 unit.

Wagub meminta dinas terkait, khususnya yang menangani perumahan dan kawasan permukiman di kabupaten/kota untuk mengawal pelaksanaan bantuan perbaikan RTLH dengan baik. Harapannya, rehab rumah dapat dilakukan dengan semangat gotong royong.

Salah seorang penerima bantuan perbaikan RTLH, Rohmiyati, menyampaikan terima kasih kepada Wagub, Baznas, serta para muzakki (pemberi zakat) yang telah membantu masyarakat kurang mampu.

Perempuan berusia 54 tahun asal Getasan Kabupaten Semarang itu, selama ini tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni. Di tengah keterbatasan ekonomi, Rohmiyati juga harus merawat suaminya yang menderita gagal ginjal. Bahkan, saat ini sang suami harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.

Pekerjaan Rohmiyati yang serabutan tak cukup untuk menyisihkan biaya merenovasi rumah. Oleh karena itu, bantuan rehab rumah RTLH dari Baznas Jateng  menjadi kabar yang sangat disyukuri.

“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucapnya.

Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan. Lebih dari itu, bantuan rehab RTLH menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani hidup dengan lebih layak.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah untuk memfasilitasi hunian layak bagi warganya. 

Kolaborasi dilakukan dengan memberikan bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2026, Baznas Jateng menyalurkan bantuan perbaikan RTLH kepada 111 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp2.143.020.000.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, program perbaikan RTLH tidak hanya memfasilitasi pembangunan rumah, tetapi juga menghadirkan kembali harapan bagi warga penerima manfaat.

Menurutnya, rumah yang layak merupakan fondasi penting untuk membangun keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera. Namun, ia menekankan bahwa kenyamanan tidak hanya lahir dari bangunan rumah, tetapi juga dari lingkungan sosial yang saling peduli.

Oleh karena itu, Wagub mengajak masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong. Ia mengatakan, ketika ada warga yang mengalami kesulitan seharusnya semua warga ikut hadir dan saling membantu.

“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung bantu. Ini yang penting,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub menyampaikan terima kasih kepada Baznas Jateng yang terus berupaya membantu pemerintah untuk menangani persoalan kemiskinan di wilayahnya, termasuk melalui program perbaikan RTLH.

Ia menjelaskan, kebutuhan rumah layak huni di Jateng masih cukup besar. Bahkan, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, Baznas, CSR, hingga masyarakat.

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang telah menyisihkan zakat penghasilan melalui Baznas. Nantinya, dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk perbaikan RTLH.

Berdasarkan data, backlog atau kebutuhan perumahan di Jawa Tengah pada awal 2025 mencapai 1.332.968 unit. Hingga akhir tahun lalu, realisasi penanganan backlog mencapai 274.514 unit, sehingga sisanya ada sebanyak 1.058.454 unit.

Pada Triwulan I 2026, realisasi penanganan RTLH mencapai 6.798 unit. Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit, dan masih menyisakan backlog sebesar 1.051.656 unit.

Wagub meminta dinas terkait, khususnya yang menangani perumahan dan kawasan permukiman di kabupaten/kota untuk mengawal pelaksanaan bantuan perbaikan RTLH dengan baik. Harapannya, rehab rumah dapat dilakukan dengan semangat gotong royong.

Salah seorang penerima bantuan perbaikan RTLH, Rohmiyati, menyampaikan terima kasih kepada Wagub, Baznas, serta para muzakki (pemberi zakat) yang telah membantu masyarakat kurang mampu.

Perempuan berusia 54 tahun asal Getasan Kabupaten Semarang itu, selama ini tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni. Di tengah keterbatasan ekonomi, Rohmiyati juga harus merawat suaminya yang menderita gagal ginjal. Bahkan, saat ini sang suami harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan.

Pekerjaan Rohmiyati yang serabutan tak cukup untuk menyisihkan biaya merenovasi rumah. Oleh karena itu, bantuan rehab rumah RTLH dari Baznas Jateng  menjadi kabar yang sangat disyukuri.

“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucapnya.

Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan. Lebih dari itu, bantuan rehab RTLH menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani hidup dengan lebih layak.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu