Follow Us :              

Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen

  14 May 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 261 
Kategori :
Bagikan :

Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen

14 May 2026 | 00:00:00 | dibaca : 261
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen
Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen
Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen
Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen
Wagub Gerak Cepat Tangani Kejadian Atap Kelas Roboh di Sragen

Foto : Adit (Humas Jateng)

SRAGEN – Puing-puing reruntuhan atap masih berserakan di ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kabupaten Sragen saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi sekolah tersebut pada Kamis ,14 Mei 2026 siang. 

Pecahan genteng menutupi lantai kelas, rangka kayu atap tampak berantakan, sementara kaca-kaca jendela pecah akibat tertimpa material bangunan. Garis polisi melintang di tiga ruang kelas yang terdampak ambruknya atap sekolah itu.

Di sela peninjauan, Wagub terlihat menyusuri ruang kelas yang rusak sembari mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah dan tim teknis. Ia memastikan, proses belajar mengajar siswa tidak terhenti terlalu lama akibat kejadian tersebut.

“Hari ini saya asesmen (nilai) apa saja yang dibutuhkan. Tadi salah satunya meja untuk belajar. Insyaallah dari Dinas Pendidikan tinggal menyelesaikan administrasi, lalu langsung kita kirim. Pembelajaran kan tidak boleh berhenti,” ucapnya.

Pihaknya menargetkan perbaikan atap akan segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal dalam waktu dekat. Tidak hanya atap di ruangan yang ambruk, tiga kelas yang berada dalam satu rangkaian bangunan juga akan diperbaiki sekaligus.

“Yang ambruk memang satu (kelas), tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tidak usah berbelit-belit,” ujarnya.

Wagub mengatakan, insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala terhadap bangunan sekolah, terutama pada struktur atap dan material kayu penyangga yang rawan lapuk akibat usia maupun serangan rayap.

“Tadi kita lihat ternyata banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius. Yang paling utama sebenarnya controlling (pengendalian) dari pihak sekolah, supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah insiden terjadi. Prioritas utamanya adalah memastikan seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis.

“Biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Sragen,” katanya.

Selain itu, Pemkab Sragen juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Jateng, Kementerian Agama, dan Muhammadiyah terkait percepatan pembangunan kembali ruang kelas yang rusak.

“Tadi kami sudah berdiskusi dengan Pak Wagub mengenai pembagian porsi bantuan supaya pembangunan bisa segera dilakukan dan ruang kelas cepat dipakai kembali,” ujarnya.

Ia mengatakan, renovasi tidak hanya dilakukan pada satu ruang kelas yang roboh, tetapi juga tiga ruang kelas dalam satu bangunan sekaligus agar lebih aman digunakan. Nantinya, Pemkab Sragen juga akan membantu memenuhi kebutuhan mebel dan perlengkapan belajar yang rusak akibat insiden tersebut.

Sigit menilai, masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan rusak yang perlu segera dievaluasi. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kalau dilihat secara umum, sekolah rusak dan tidak layak itu sebenarnya cukup banyak di berbagai tempat. Ini akan menjadi evaluasi untuk diprioritaskan penanganannya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim teknis, bangunan sekolah sebenarnya masih terlihat cukup baik dari luar. Namun, struktur atapnya dinilai sudah tidak layak karena faktor usia.

“Jadi yang harus dicek itu kondisi existing bangunannya, sejauh mana masih layak atau tidak. Dari sisi dinding sebenarnya masih bagus, hanya struktur atapnya yang sudah tidak layak,” ujar Sigit.

Sebelumnya, atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Akibat kejadian itu, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan direncanakan kembali berlangsung pada pekan depan. Selama proses renovasi berlangsung, para siswa akan menjalani kegiatan belajar di tempat ibadah.


Bagikan :

SRAGEN – Puing-puing reruntuhan atap masih berserakan di ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kabupaten Sragen saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi sekolah tersebut pada Kamis ,14 Mei 2026 siang. 

Pecahan genteng menutupi lantai kelas, rangka kayu atap tampak berantakan, sementara kaca-kaca jendela pecah akibat tertimpa material bangunan. Garis polisi melintang di tiga ruang kelas yang terdampak ambruknya atap sekolah itu.

Di sela peninjauan, Wagub terlihat menyusuri ruang kelas yang rusak sembari mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah dan tim teknis. Ia memastikan, proses belajar mengajar siswa tidak terhenti terlalu lama akibat kejadian tersebut.

“Hari ini saya asesmen (nilai) apa saja yang dibutuhkan. Tadi salah satunya meja untuk belajar. Insyaallah dari Dinas Pendidikan tinggal menyelesaikan administrasi, lalu langsung kita kirim. Pembelajaran kan tidak boleh berhenti,” ucapnya.

Pihaknya menargetkan perbaikan atap akan segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal dalam waktu dekat. Tidak hanya atap di ruangan yang ambruk, tiga kelas yang berada dalam satu rangkaian bangunan juga akan diperbaiki sekaligus.

“Yang ambruk memang satu (kelas), tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tidak usah berbelit-belit,” ujarnya.

Wagub mengatakan, insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya pengecekan berkala terhadap bangunan sekolah, terutama pada struktur atap dan material kayu penyangga yang rawan lapuk akibat usia maupun serangan rayap.

“Tadi kita lihat ternyata banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius. Yang paling utama sebenarnya controlling (pengendalian) dari pihak sekolah, supaya kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah insiden terjadi. Prioritas utamanya adalah memastikan seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis.

“Biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Sragen,” katanya.

Selain itu, Pemkab Sragen juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Jateng, Kementerian Agama, dan Muhammadiyah terkait percepatan pembangunan kembali ruang kelas yang rusak.

“Tadi kami sudah berdiskusi dengan Pak Wagub mengenai pembagian porsi bantuan supaya pembangunan bisa segera dilakukan dan ruang kelas cepat dipakai kembali,” ujarnya.

Ia mengatakan, renovasi tidak hanya dilakukan pada satu ruang kelas yang roboh, tetapi juga tiga ruang kelas dalam satu bangunan sekaligus agar lebih aman digunakan. Nantinya, Pemkab Sragen juga akan membantu memenuhi kebutuhan mebel dan perlengkapan belajar yang rusak akibat insiden tersebut.

Sigit menilai, masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan rusak yang perlu segera dievaluasi. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kalau dilihat secara umum, sekolah rusak dan tidak layak itu sebenarnya cukup banyak di berbagai tempat. Ini akan menjadi evaluasi untuk diprioritaskan penanganannya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim teknis, bangunan sekolah sebenarnya masih terlihat cukup baik dari luar. Namun, struktur atapnya dinilai sudah tidak layak karena faktor usia.

“Jadi yang harus dicek itu kondisi existing bangunannya, sejauh mana masih layak atau tidak. Dari sisi dinding sebenarnya masih bagus, hanya struktur atapnya yang sudah tidak layak,” ujar Sigit.

Sebelumnya, atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Akibat kejadian itu, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan direncanakan kembali berlangsung pada pekan depan. Selama proses renovasi berlangsung, para siswa akan menjalani kegiatan belajar di tempat ibadah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu