Follow Us :              

Pertumbuhan Ekonomi Naik, Ganjar Terus Kejar Pengentasan Kemiskinan Dengan Berbagai Program

  17 January 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 300 
Kategori :
Bagikan :


Pertumbuhan Ekonomi Naik, Ganjar Terus Kejar Pengentasan Kemiskinan Dengan Berbagai Program

17 January 2022 | 15:00:00 | dibaca : 300
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Sejumlah program penurunan kemiskinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah semakin membuahkan hasil. Jumlah penduduk miskin berhasil turun hingga 175.740 . 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan di balik pencapaian ini pihaknya masih terus berupaya mengejar penurunan kemiskinan. Terutama di lima daerah yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Yakni Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang dan Brebes. 

Salah satu langkah yang dilakukan, adalah dengan menyempurnakan program bantuan sosial tunai sebesar Rp.300 ribu per bulan dari pemerintah pusat. Program yang telah berjalan dengan baik itu ditambah lagi dengan bantuan jenis lain seperti pembangunan rumah sehat layak huni, sambungan listrik gratis, dan jambanisasi dari anggaran yang didapat secara gotong royong. 

"Inisiatif kita di daerah ada dari CSR dan Baznas kita juga punya program satu OPD satu desa miskin," jelas Gubernur. 

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, tercatat yang mencatat pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin Jawa Tengah sebesar 4,11 juta orang. Namun pada September 2021, jumlah itu menurun menjadi 3,93 juta orang. Sehingga secara persentase, angka kemiskinan pada September 2021 adalah 11,25 persen. Jumlah itu menurun 0,54 persen dibanding pada Maret 2021 yaitu 11,79 persen. 

"Ada penurunan 175,740 orang," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Adhi Wiriana, dalam rilis lndeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk BPS Jawa Tengah 2021 Senin (17/1/2022). 

Jika dihitung sejak periode September 2020 hingga September 2021. Angka penurunan kemiskinan menjadi lebih besar. Yakni turun dari 4,12 juta jiwa menjadi 3,93 juta jiwa. Atau turun 185.920 jiwa. 

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun mengalami penurunan dari  6,48 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,95 persen pada Agustus 2021. Salah satu faktor penurunan kemiskinan dan pengangguran ini menurut Adhi adalah beragam program bantuan dari pemerintah. 

"Bantuan sosial dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat membantu penduduk di masa pandemi, terutama penduduk pada lapisan bawah," katanya. 

Laju penurunan angka jumlah kemiskinan Jawa Tengah diiringi dengan peningkatan ekonomi. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah naik 2,56 persen (year to year) selama triwulan tiga 2020 terhadap triwulan III tahun 2021. 

Terkait pertumbuhan ini, Gubernur mengatakan, pihaknya telah melakukan banyak program terobosan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya pemberdayaan ekonomi perempuan. 

"Dinas Koperasi UMKM ada pemberdayaan UMKM, Bank Jateng ada kredit lapak khusus ibu-ibu dengan bunga murah, BP3AKB ada pemberdayaan wanita, semua kita kerahkan," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Sejumlah program penurunan kemiskinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah semakin membuahkan hasil. Jumlah penduduk miskin berhasil turun hingga 175.740 . 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan di balik pencapaian ini pihaknya masih terus berupaya mengejar penurunan kemiskinan. Terutama di lima daerah yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Yakni Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang dan Brebes. 

Salah satu langkah yang dilakukan, adalah dengan menyempurnakan program bantuan sosial tunai sebesar Rp.300 ribu per bulan dari pemerintah pusat. Program yang telah berjalan dengan baik itu ditambah lagi dengan bantuan jenis lain seperti pembangunan rumah sehat layak huni, sambungan listrik gratis, dan jambanisasi dari anggaran yang didapat secara gotong royong. 

"Inisiatif kita di daerah ada dari CSR dan Baznas kita juga punya program satu OPD satu desa miskin," jelas Gubernur. 

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, tercatat yang mencatat pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin Jawa Tengah sebesar 4,11 juta orang. Namun pada September 2021, jumlah itu menurun menjadi 3,93 juta orang. Sehingga secara persentase, angka kemiskinan pada September 2021 adalah 11,25 persen. Jumlah itu menurun 0,54 persen dibanding pada Maret 2021 yaitu 11,79 persen. 

"Ada penurunan 175,740 orang," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Adhi Wiriana, dalam rilis lndeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk BPS Jawa Tengah 2021 Senin (17/1/2022). 

Jika dihitung sejak periode September 2020 hingga September 2021. Angka penurunan kemiskinan menjadi lebih besar. Yakni turun dari 4,12 juta jiwa menjadi 3,93 juta jiwa. Atau turun 185.920 jiwa. 

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun mengalami penurunan dari  6,48 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,95 persen pada Agustus 2021. Salah satu faktor penurunan kemiskinan dan pengangguran ini menurut Adhi adalah beragam program bantuan dari pemerintah. 

"Bantuan sosial dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat membantu penduduk di masa pandemi, terutama penduduk pada lapisan bawah," katanya. 

Laju penurunan angka jumlah kemiskinan Jawa Tengah diiringi dengan peningkatan ekonomi. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah naik 2,56 persen (year to year) selama triwulan tiga 2020 terhadap triwulan III tahun 2021. 

Terkait pertumbuhan ini, Gubernur mengatakan, pihaknya telah melakukan banyak program terobosan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya pemberdayaan ekonomi perempuan. 

"Dinas Koperasi UMKM ada pemberdayaan UMKM, Bank Jateng ada kredit lapak khusus ibu-ibu dengan bunga murah, BP3AKB ada pemberdayaan wanita, semua kita kerahkan," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu