Follow Us :              

Ungkap Sosok Wayang Parikesit, Taj Yasin Harap Pandemi Segera Usai

  24 March 2022  |   20:00:00  |   dibaca : 345 
Kategori :
Bagikan :


Ungkap Sosok Wayang Parikesit, Taj Yasin Harap Pandemi Segera Usai

24 March 2022 | 20:00:00 | dibaca : 345
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyerahkan wayang Parikesit kepada dalang muda Ki Sindhunata Gesit Widiharto. Parikesit yang merupakan cucu tokoh Pandawa, Arjuna, diharapkan menjadi simbol kesejahteraan bagi Indonesia setelah mengalami terpaan pandemi Covid-19. 

Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen pada pagelaran Wayang Malam Jumat Kliwon, dalam rangka HUT ke-42 Teater Lingkar Semarang di auditorium RRI Semarang, Kamis (24/03/2022). 

Wagub menjelaskan, Parikesit sebagai tokoh raja yang lahir setelah perang Bharatayudha merupakan pengambaran tepat upaya kebangkitan Indonesia pasca pandemi. 

"Parikesit ini adalah simbol dari raja yang lahir setelah ada peperangan Bharatayudha, perang yang kacau balau. Setelah kita perang dengan Covid-19, sekarang muncul Parikesit. Insyaallah lambang ini menunjukkan bahwa akan muncul kesejahteraan setelah pandemi Covid-19. Saya berikan ke mas Dalang," kata Taj Yasin diikuti tepuk tangan penonton. 

Dalam sambutannya, Taj Yasin menyebutkan bahwa kebudayaan nenek moyang harus dilestarikan oleh generasi muda. Karena itu upaya yang telah dilakukan oleh teater yang sudah 28 tahun menggelar pertunjukkan Wayang Kulit di Kota Semarang ini, patut diapresiasi. 

Bukan hanya itu, Wagub juga merasa senang menyaksikan Teater Lingkar Semarang bisa menampilkan Karawitan yang dilakukan oleh anak-anak. Dia memuji upaya mereka karena mampu mengajak anak-anak mencintai kesenian dan kebudayaan bangsa. 

"Saya lihat, Karawitan yang diasuh Teater Lingkar yang sudah berusia 40 (tahun lebih), sudah menemukan bakat-bakat (anak) yang baru dilatih seminggu, dan sudah terlihat (hasilnya). Artinya ini adalah hadiah yang harus kita syukuri dari Tuhan, bahwa budaya Jawa itu tidak habis. Budaya ini masih ada yang meneruskan," tambahnya. 

Taj Yasin meyakini, untuk terus melestarikan kebudayaan nenek moyang diperlukan peran dari seluruh elemen masyarakat. Upaya gotong royong harus selalu ditegakkan agar kesenian tradisi yang bernilai tinggi tidak pudar di mata dunia. 

Turut dikisahnkan, bahwa presiden pertama Indonesia pernah menyerukan ungkapan "Bis Holobis Kuntul Baris". Menurut Wagub, ungkapan tersebut sangat kental dengan ajakan bagi masyarakat untuk gotong royong. 

"Ada tokoh besar di Indonesia yang pernah menggunakan ungkapan ini untuk mengusir penjajah, itu Bung Karno. Dulu waktu Indonesia masih terpisah-pisah, susah untuk melawan penjajah. Ketika Bung Karno menyebut Holobis Kuntul Baris, (masyarakat) sadar, sudah saatnya guyub rukun," paparnya. 

Atas pencapaian yang telah diraih selama 42 tahun kiprahnya di dunia kesenian tradisional, Taj Yasin mengucapkan rasa terima kasih. Selain itu, Wagub juga menyampaikan harapan agar di usia 42 Teater Lingkar semakin matang dan bersemangat dalam melestarikan kesenian dan kebudayaan leluhur.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyerahkan wayang Parikesit kepada dalang muda Ki Sindhunata Gesit Widiharto. Parikesit yang merupakan cucu tokoh Pandawa, Arjuna, diharapkan menjadi simbol kesejahteraan bagi Indonesia setelah mengalami terpaan pandemi Covid-19. 

Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen pada pagelaran Wayang Malam Jumat Kliwon, dalam rangka HUT ke-42 Teater Lingkar Semarang di auditorium RRI Semarang, Kamis (24/03/2022). 

Wagub menjelaskan, Parikesit sebagai tokoh raja yang lahir setelah perang Bharatayudha merupakan pengambaran tepat upaya kebangkitan Indonesia pasca pandemi. 

"Parikesit ini adalah simbol dari raja yang lahir setelah ada peperangan Bharatayudha, perang yang kacau balau. Setelah kita perang dengan Covid-19, sekarang muncul Parikesit. Insyaallah lambang ini menunjukkan bahwa akan muncul kesejahteraan setelah pandemi Covid-19. Saya berikan ke mas Dalang," kata Taj Yasin diikuti tepuk tangan penonton. 

Dalam sambutannya, Taj Yasin menyebutkan bahwa kebudayaan nenek moyang harus dilestarikan oleh generasi muda. Karena itu upaya yang telah dilakukan oleh teater yang sudah 28 tahun menggelar pertunjukkan Wayang Kulit di Kota Semarang ini, patut diapresiasi. 

Bukan hanya itu, Wagub juga merasa senang menyaksikan Teater Lingkar Semarang bisa menampilkan Karawitan yang dilakukan oleh anak-anak. Dia memuji upaya mereka karena mampu mengajak anak-anak mencintai kesenian dan kebudayaan bangsa. 

"Saya lihat, Karawitan yang diasuh Teater Lingkar yang sudah berusia 40 (tahun lebih), sudah menemukan bakat-bakat (anak) yang baru dilatih seminggu, dan sudah terlihat (hasilnya). Artinya ini adalah hadiah yang harus kita syukuri dari Tuhan, bahwa budaya Jawa itu tidak habis. Budaya ini masih ada yang meneruskan," tambahnya. 

Taj Yasin meyakini, untuk terus melestarikan kebudayaan nenek moyang diperlukan peran dari seluruh elemen masyarakat. Upaya gotong royong harus selalu ditegakkan agar kesenian tradisi yang bernilai tinggi tidak pudar di mata dunia. 

Turut dikisahnkan, bahwa presiden pertama Indonesia pernah menyerukan ungkapan "Bis Holobis Kuntul Baris". Menurut Wagub, ungkapan tersebut sangat kental dengan ajakan bagi masyarakat untuk gotong royong. 

"Ada tokoh besar di Indonesia yang pernah menggunakan ungkapan ini untuk mengusir penjajah, itu Bung Karno. Dulu waktu Indonesia masih terpisah-pisah, susah untuk melawan penjajah. Ketika Bung Karno menyebut Holobis Kuntul Baris, (masyarakat) sadar, sudah saatnya guyub rukun," paparnya. 

Atas pencapaian yang telah diraih selama 42 tahun kiprahnya di dunia kesenian tradisional, Taj Yasin mengucapkan rasa terima kasih. Selain itu, Wagub juga menyampaikan harapan agar di usia 42 Teater Lingkar semakin matang dan bersemangat dalam melestarikan kesenian dan kebudayaan leluhur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu