Follow Us :              

Kawal Minyak Goreng Bersubsidi, Ganjar : Agar Tidak Ada Calo, Pabrik Distribusikan Langsung ke Pedagang

  05 April 2022  |   12:00:00  |   dibaca : 794 
Kategori :
Bagikan :


Kawal Minyak Goreng Bersubsidi, Ganjar : Agar Tidak Ada Calo, Pabrik Distribusikan Langsung ke Pedagang

05 April 2022 | 12:00:00 | dibaca : 794
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Selasa (5/4/2022). Dia menanyakan penyebab keterlambatan pasokan 3000 ton minyak goreng curah untuk Jawa Tengah yang seharusnya sudah datang pada 3-4 April 2022. 

Aby, Manajer Perwakilan PT PPI Jawa Tengah yang menjelaskan bahwa terdapat permasalahan keterlambatan pengiriman minyak goreng dari Kalimantan ke Jawa Tengah. Ia mengatakan, kiriman pasokan minyak goreng curah baru akan datang pada Rabu besok. 

"Problemnya dari kesiapan produsen Pak, dan lama perjalanan dari Kalimantan ke sini. Besok juga yang datang hanya 2600 ton," ucapnya. 

Pendengar penjelasan tersebut Ganjar terlihat kecewa. Ia bukan hanya menyayangkan terjadinya keterlambatan ini, tetapi ia juga sangat kecewa dengan adanya penurunan jumlah pasokan yang akan dikirim, dari 3000 ton menjadi 2600 ton.  

Agar masyarakat tidak merasa dipermaikan, Ganjar meminta PT PPI untuk memastikan kapan kedatangan minyak goreng curah itu. Ia juga meminta agar laporan distribusi diberikan setiap hari agar segera bisa mengantisipasi lebih cepat jika terjadi kendala. 

"Ini semua sudah menjerit Pak, saya minta bantuannya. Kalau njenengan (Anda) kesulitan, langsung lapor ke kita, biar bisa dibantu. Nanti saya bantu telponkan pejabat-pejabat yang di atas sana," tegasnya. 

Selain ke PT PPI, Ganjar juga mengecek pasokan minyak goreng curah di anak perusahaan BUMN lainnya, yaitu PT RNI. Bukan hanya BUMN, pemasok minyak goreng curah dari swasta, yakni PT Best, juga menjalani pengecekan. Terkait berkurangnya jumlah kuota pasokan minyak goreng curah, Gubernur mengatakan dirinya akan mengkomunikasikan hal ini dengan pemerintah pusat. 

"Kalau 2600 ton ya hitung-hitungan kita hanya dua minggu, makanya kita akan hitung nantinya, termasuk mengoptimalkan yang dari PT RNI untuk datang lagi. Selain itu, dari perusahaan swasta seperti PT Best ini juga bisa menyulami (tambahkan)," pungkasnya. 

Usai pengecekan stok, Gubernur juga melakukan pengecekan minyak goreng curah di Pasar Bulu Kota Semarang. Dalam sidak tersebut, ia menemukan harga minyak goreng curah masih berkisar Rp20-22 ribu perliter. 

"Minyak goreng curah susah Pak, harganya juga sama-sama mahal. Mending jual yang kemasan," kata Tini, salah satu pedagang. 

Tini mengatakan, akibat sulitnya pasokan, harganya minyak goreng curah di tingkat pedagang menjadi masih di atas Rp18 ribu perliter. 

"Makanya kami jual ke konsumen Rp20-22 ribu pak perliter. Kalau tidak begitu, ya tidak untung," ucapnya. 

Dari para pedagang, Ganjar menemukan banyak cerita terkait tingginya harga minyak goreng curah. 

"Informasi yang kita dapat dari pedagang, ternyata banyak pemainnya. Kalau seperti ini, relatif konsumen tidak akan dapat harga Rp14 ribu. Maka sistemnya harus diubah, model distribusinya harus tertutup. Namanya subsidi, harus diberikan satu persatu dan langsung ke pedagang," tegasnya. 

Untuk mengantisipasi adanya permainan harga, maka pihaknya akan memastikan minyak goreng subsidi betul-betul sampai langsung ke tangan yang membutuhkan. 

"Mungkin penting juga ada semacam identitas pedagang untuk menebus minyak goreng ini, sebab kalau tidak selalu ada permainan. Ada middleman (calo) yang bermain dan ambil untung banyak. Selain itu, gagasan dulu pabrik mendistribusikan dan mengawasi langsung ke pedagang itu menurut saya bagus dan bisa diterapkan," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Selasa (5/4/2022). Dia menanyakan penyebab keterlambatan pasokan 3000 ton minyak goreng curah untuk Jawa Tengah yang seharusnya sudah datang pada 3-4 April 2022. 

Aby, Manajer Perwakilan PT PPI Jawa Tengah yang menjelaskan bahwa terdapat permasalahan keterlambatan pengiriman minyak goreng dari Kalimantan ke Jawa Tengah. Ia mengatakan, kiriman pasokan minyak goreng curah baru akan datang pada Rabu besok. 

"Problemnya dari kesiapan produsen Pak, dan lama perjalanan dari Kalimantan ke sini. Besok juga yang datang hanya 2600 ton," ucapnya. 

Pendengar penjelasan tersebut Ganjar terlihat kecewa. Ia bukan hanya menyayangkan terjadinya keterlambatan ini, tetapi ia juga sangat kecewa dengan adanya penurunan jumlah pasokan yang akan dikirim, dari 3000 ton menjadi 2600 ton.  

Agar masyarakat tidak merasa dipermaikan, Ganjar meminta PT PPI untuk memastikan kapan kedatangan minyak goreng curah itu. Ia juga meminta agar laporan distribusi diberikan setiap hari agar segera bisa mengantisipasi lebih cepat jika terjadi kendala. 

"Ini semua sudah menjerit Pak, saya minta bantuannya. Kalau njenengan (Anda) kesulitan, langsung lapor ke kita, biar bisa dibantu. Nanti saya bantu telponkan pejabat-pejabat yang di atas sana," tegasnya. 

Selain ke PT PPI, Ganjar juga mengecek pasokan minyak goreng curah di anak perusahaan BUMN lainnya, yaitu PT RNI. Bukan hanya BUMN, pemasok minyak goreng curah dari swasta, yakni PT Best, juga menjalani pengecekan. Terkait berkurangnya jumlah kuota pasokan minyak goreng curah, Gubernur mengatakan dirinya akan mengkomunikasikan hal ini dengan pemerintah pusat. 

"Kalau 2600 ton ya hitung-hitungan kita hanya dua minggu, makanya kita akan hitung nantinya, termasuk mengoptimalkan yang dari PT RNI untuk datang lagi. Selain itu, dari perusahaan swasta seperti PT Best ini juga bisa menyulami (tambahkan)," pungkasnya. 

Usai pengecekan stok, Gubernur juga melakukan pengecekan minyak goreng curah di Pasar Bulu Kota Semarang. Dalam sidak tersebut, ia menemukan harga minyak goreng curah masih berkisar Rp20-22 ribu perliter. 

"Minyak goreng curah susah Pak, harganya juga sama-sama mahal. Mending jual yang kemasan," kata Tini, salah satu pedagang. 

Tini mengatakan, akibat sulitnya pasokan, harganya minyak goreng curah di tingkat pedagang menjadi masih di atas Rp18 ribu perliter. 

"Makanya kami jual ke konsumen Rp20-22 ribu pak perliter. Kalau tidak begitu, ya tidak untung," ucapnya. 

Dari para pedagang, Ganjar menemukan banyak cerita terkait tingginya harga minyak goreng curah. 

"Informasi yang kita dapat dari pedagang, ternyata banyak pemainnya. Kalau seperti ini, relatif konsumen tidak akan dapat harga Rp14 ribu. Maka sistemnya harus diubah, model distribusinya harus tertutup. Namanya subsidi, harus diberikan satu persatu dan langsung ke pedagang," tegasnya. 

Untuk mengantisipasi adanya permainan harga, maka pihaknya akan memastikan minyak goreng subsidi betul-betul sampai langsung ke tangan yang membutuhkan. 

"Mungkin penting juga ada semacam identitas pedagang untuk menebus minyak goreng ini, sebab kalau tidak selalu ada permainan. Ada middleman (calo) yang bermain dan ambil untung banyak. Selain itu, gagasan dulu pabrik mendistribusikan dan mengawasi langsung ke pedagang itu menurut saya bagus dan bisa diterapkan," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu