Follow Us :              

Sidak Pasar Mranggen, Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pemain Harga Migor

  14 April 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 264 
Kategori :
Bagikan :


Sidak Pasar Mranggen, Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pemain Harga Migor

14 April 2022 | 14:00:00 | dibaca : 264
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

DEMAK -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak terkait persediaan dan harga minyak goreng curah di Pasar Mranggen, Kamis (14/4). Berkat ketegasannya, minyak yang semula Rp20 ribu per liter, hari itu langsung turun menjadi Rp16 ribu per liter.  

Temuan tingginya harga minyak goreng curah di Pasar Mranggen ditemukan Ganjar saat ia menyapa beberapa pedagang sembako di lantai dua. Pada Ganjar, seorang pedagang bernama Sri di pasar tersebut mengaku hampir semua bahan pokok mengalami kenaikan harga. Hal itu ditanggapi Ganjar dengan menanyakan harga minyak goreng curah. 

“Bu minyak (goreng) jualan nggak? Curahnya dapet nggak?" tanya Ganjar. 

“Nggak Pak, cuma dapat sekali. Itu tempatnya sudah kosong. Di sini yang jual cuma satu di bawah,” kata Bu Sri. 

Saat bertanya hal yang sama pada pedagang lainnya, Ganjar mendengar harga yang diberikan toko tersebut sangat mahal, Rp25 ribu per liter. Guna mestikan informasi tersebut, Ganjar turun mendatangi toko penjual minyak goreng tersebut. 

“Mas sampean (Anda) jual minyak harganya berapa? Kok kata pedagang lain Rp20 ribu. Sampeyan jangan begitu karena ini sudah diusahakan supaya dapat semua murah,” ujar Ganjar kepada pedagang minyak goreng curah tersebut. 

“Nggak Pak Rp16ribu- Rp 17ribu,” tutur pedagang itu yang langsung dibantah oleh para pedagang lain. 

Merasa informasi yang diberikan pedagang minyak goreng tersebut tidak benar, seorang pedagang tahu, Munadiroh mengungkapkan pengalamannya. Ia mengatakan selama ini penjual minyak tersebut menjual minyak goreng curah Rp 19 ribu- Rp 20 ribu per liter. 

“Saya sudah turun temurun jualan di sini, boleh beli minyak tapi yang kemasan itu mahal. Padahal saya jualan sekali jualan butuh sepuluh kilo, ini ada Pak Ganjar baru ngasih murah,” tuturnya. 

Usai sidak, Ganjar menegaskan pada seluruh pihak untuk tidak bermain harga minyak goreng curah. Ia mengatakan, temuan-temuan seperti inilah yang membuat Presiden Joko Widodo marah. 

“Maka titip pada kepolisian, kalau ada begitu tidak usah ragu, ditindak saja. Dia mau kembalikan ke harga baru atau kita tindak saja. Kalau tidak mau, ya tidak usah dikasih lagi,” pungkasnya.


Bagikan :

DEMAK -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak terkait persediaan dan harga minyak goreng curah di Pasar Mranggen, Kamis (14/4). Berkat ketegasannya, minyak yang semula Rp20 ribu per liter, hari itu langsung turun menjadi Rp16 ribu per liter.  

Temuan tingginya harga minyak goreng curah di Pasar Mranggen ditemukan Ganjar saat ia menyapa beberapa pedagang sembako di lantai dua. Pada Ganjar, seorang pedagang bernama Sri di pasar tersebut mengaku hampir semua bahan pokok mengalami kenaikan harga. Hal itu ditanggapi Ganjar dengan menanyakan harga minyak goreng curah. 

“Bu minyak (goreng) jualan nggak? Curahnya dapet nggak?" tanya Ganjar. 

“Nggak Pak, cuma dapat sekali. Itu tempatnya sudah kosong. Di sini yang jual cuma satu di bawah,” kata Bu Sri. 

Saat bertanya hal yang sama pada pedagang lainnya, Ganjar mendengar harga yang diberikan toko tersebut sangat mahal, Rp25 ribu per liter. Guna mestikan informasi tersebut, Ganjar turun mendatangi toko penjual minyak goreng tersebut. 

“Mas sampean (Anda) jual minyak harganya berapa? Kok kata pedagang lain Rp20 ribu. Sampeyan jangan begitu karena ini sudah diusahakan supaya dapat semua murah,” ujar Ganjar kepada pedagang minyak goreng curah tersebut. 

“Nggak Pak Rp16ribu- Rp 17ribu,” tutur pedagang itu yang langsung dibantah oleh para pedagang lain. 

Merasa informasi yang diberikan pedagang minyak goreng tersebut tidak benar, seorang pedagang tahu, Munadiroh mengungkapkan pengalamannya. Ia mengatakan selama ini penjual minyak tersebut menjual minyak goreng curah Rp 19 ribu- Rp 20 ribu per liter. 

“Saya sudah turun temurun jualan di sini, boleh beli minyak tapi yang kemasan itu mahal. Padahal saya jualan sekali jualan butuh sepuluh kilo, ini ada Pak Ganjar baru ngasih murah,” tuturnya. 

Usai sidak, Ganjar menegaskan pada seluruh pihak untuk tidak bermain harga minyak goreng curah. Ia mengatakan, temuan-temuan seperti inilah yang membuat Presiden Joko Widodo marah. 

“Maka titip pada kepolisian, kalau ada begitu tidak usah ragu, ditindak saja. Dia mau kembalikan ke harga baru atau kita tindak saja. Kalau tidak mau, ya tidak usah dikasih lagi,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu