Follow Us :              

Pentas Gending Bung Karno, Ganjar : Regenerasi Seniman Tari Harus Terus Dilakukan

  26 June 2022  |   07:00:00  |   dibaca : 220 
Kategori :
Bagikan :


Pentas Gending Bung Karno, Ganjar : Regenerasi Seniman Tari Harus Terus Dilakukan

26 June 2022 | 07:00:00 | dibaca : 220
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SOLO - Gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Kota Solo makin meriah, Minggu (26/6) pagi. Penampilan rampak 550 penari Gatot Kaca yang menari dengan indahnya mengundang decak kagum para pengunjung. Tari kolosal ini merupakan bagian dari pentas Gending Bung Karno dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. 

Melihat semangat warga, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mengaku sangat optimis, kepribadian dalam kebudayaan bisa terus dilestarikan. Keberadaan seniman cilik, Alexander Arrondya Iswara Bumi yang masih berusia 9 tahun namun menguasai banyak gerakan tarian tradisional, menurutnya adalah salah satu bukti regenerasi terus dilakukan. 

Terkesan dengan semangat dan talenta siswa kelas 4 SD itu, selain diajak Ngevlog bareng, sebagai apresiasi Ganjar juga memberikan sebuah tablet dan sejumlah tabungan di Bank Jateng. 

"Ini puncak acara Bulan Bung Karno, kemarin kita buat acara banyak sekali UMKM pelatihan, kesehatan, pertanian, berdoa saat haul dengan Habib Syech, bersalawat dan tadi malam konser Trisakti dengan band-band dan tari lokal yang luar biasa bagusnya. Lalu hari ini ternyata banyak seniman-seniman Solo, pelajar, mereka menari di car free day (hari tanpa kendaraan bermotor) yang ada di Solo ini. Itu menggembirakan. Saya diajari menari menjadi Gatotkaca," katanya. 

Ganjar Pranowo, terlihat bahagia melihat antusias masyarakat terhadap seni tradisional. Menurutnya ini salah satunya mewujudkan Trisakti Bung Karno, yakni berkepribadian di bidang kebudayaan. 

"Luar biasa itu, dari tadi malam saya ketemu dia menari Dolanan, hari ini menarik Gatot Kaca. Entah berapa tarian yang ia kuasai. Gerakannya, waduh hebat betul. Jadi kita semakin yakin bahwa kita akan menjadi bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan," pungkasnya. 

Terkait pelaksanaan flashmob, acara ini dimulai pukul 06.00 WIB yang ditandai dengan dimulainya para seniman menari di tengah jalan seiring alunan musik  gamelan berkumandang. Masyarakat antusias berdesakan ingin melihat pertunjukan tersebut, terlebih saat Ganjar Pranowo juga ikut menari bersama. 

"Pak Ganjar, keren sampeyan (Anda menarik). Ternyata Pak Ganjar pintar nari, luwes banget gerakannya," seru seorang pengunjung sambil mengabadikan moment tersebut. Beberapa pengunjung lainnya juga sama antusiasnya. 

Aksi Ganjar Pranowo ini menarik para pengunjung lainnya untuk bergabung, menari bersama. Flashmob tari Gatot Kaca menjadi kian meriah. Tidak hanya warga, para seniman tari yang tampil hari itu terlihat bangga dan bahagia. 

"Tentu kami sebagai seniman bangga sekali, bisa menari bersama warga. Apalagi Pak Ganjar juga ikut menari bersama. Campur aduk rasanya, bangga tapi juga sampai bingung mau nari karena tempatnya sempit akibat antusias warga yang begitu besar," kata Guntur, 39, salah satu seniman tari asal Solo. Pada Gubernur ia memiliki harapan, agar acara seperti ini lebih sering diselenggarakan untuk menarik minat generasi muda.


Bagikan :

SOLO - Gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi Kota Solo makin meriah, Minggu (26/6) pagi. Penampilan rampak 550 penari Gatot Kaca yang menari dengan indahnya mengundang decak kagum para pengunjung. Tari kolosal ini merupakan bagian dari pentas Gending Bung Karno dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. 

Melihat semangat warga, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mengaku sangat optimis, kepribadian dalam kebudayaan bisa terus dilestarikan. Keberadaan seniman cilik, Alexander Arrondya Iswara Bumi yang masih berusia 9 tahun namun menguasai banyak gerakan tarian tradisional, menurutnya adalah salah satu bukti regenerasi terus dilakukan. 

Terkesan dengan semangat dan talenta siswa kelas 4 SD itu, selain diajak Ngevlog bareng, sebagai apresiasi Ganjar juga memberikan sebuah tablet dan sejumlah tabungan di Bank Jateng. 

"Ini puncak acara Bulan Bung Karno, kemarin kita buat acara banyak sekali UMKM pelatihan, kesehatan, pertanian, berdoa saat haul dengan Habib Syech, bersalawat dan tadi malam konser Trisakti dengan band-band dan tari lokal yang luar biasa bagusnya. Lalu hari ini ternyata banyak seniman-seniman Solo, pelajar, mereka menari di car free day (hari tanpa kendaraan bermotor) yang ada di Solo ini. Itu menggembirakan. Saya diajari menari menjadi Gatotkaca," katanya. 

Ganjar Pranowo, terlihat bahagia melihat antusias masyarakat terhadap seni tradisional. Menurutnya ini salah satunya mewujudkan Trisakti Bung Karno, yakni berkepribadian di bidang kebudayaan. 

"Luar biasa itu, dari tadi malam saya ketemu dia menari Dolanan, hari ini menarik Gatot Kaca. Entah berapa tarian yang ia kuasai. Gerakannya, waduh hebat betul. Jadi kita semakin yakin bahwa kita akan menjadi bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan," pungkasnya. 

Terkait pelaksanaan flashmob, acara ini dimulai pukul 06.00 WIB yang ditandai dengan dimulainya para seniman menari di tengah jalan seiring alunan musik  gamelan berkumandang. Masyarakat antusias berdesakan ingin melihat pertunjukan tersebut, terlebih saat Ganjar Pranowo juga ikut menari bersama. 

"Pak Ganjar, keren sampeyan (Anda menarik). Ternyata Pak Ganjar pintar nari, luwes banget gerakannya," seru seorang pengunjung sambil mengabadikan moment tersebut. Beberapa pengunjung lainnya juga sama antusiasnya. 

Aksi Ganjar Pranowo ini menarik para pengunjung lainnya untuk bergabung, menari bersama. Flashmob tari Gatot Kaca menjadi kian meriah. Tidak hanya warga, para seniman tari yang tampil hari itu terlihat bangga dan bahagia. 

"Tentu kami sebagai seniman bangga sekali, bisa menari bersama warga. Apalagi Pak Ganjar juga ikut menari bersama. Campur aduk rasanya, bangga tapi juga sampai bingung mau nari karena tempatnya sempit akibat antusias warga yang begitu besar," kata Guntur, 39, salah satu seniman tari asal Solo. Pada Gubernur ia memiliki harapan, agar acara seperti ini lebih sering diselenggarakan untuk menarik minat generasi muda.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu