Follow Us :              

Selenggarakan PeSOnas 2022, Gubernur Jateng Tuai Pujian Menpora

  04 July 2022  |   19:00:00  |   dibaca : 130 
Kategori :
Bagikan :


Selenggarakan PeSOnas 2022, Gubernur Jateng Tuai Pujian Menpora

04 July 2022 | 19:00:00 | dibaca : 130
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Pembukaan Pekan Special Olympics Nasional (PeSOnas) 2022 di Semarang berlangsung meriah, Senin (4/7/2022). Ajang yang diperuntukan bagi anak-anak difabelitas intelektual ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali. 

"Terima kasih untuk semua yang telah hadir. Saya berharap betul besok bertandingnya sportif. Yang kalah tidak boleh menangis, yang menang tidak boleh jumawa (sombong) karena kita bersaudara. Setuju?" kata Ganjar yang langsung disambut dengan seruan setuju dari para atlet peserta PeSOnas yang ada di Holy Studium Semarang. 

Ganjar Pranowo yang hadir didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat itu juga menceritakan pengalamannya menyaksikan aksi atlet disabilitas Indonesia di Dubai. Penuh kekaguman Ganjar mengaku takjub dengan kemampuan atlet-atlet disabilitas Indonesia di kancah internasional. Kemampuan mereka yang hebat sangat sebanding dengan slogan "Aku Bintangnya" yang menjadi motto acara PeSOnas 2022. 

"Anak-anak ini top, luar biasa. Dari yang ikut (PeSOnas) ini ternyata banyak yang pernah dapat emas. Kalau kita katakan mereka bintangnya, itu benar adanya. Bagi saya dan siapa pun yang tidak pernah dapat emas atau mengikuti pertandingan olahraga di luar negeri, hari ini kita akan belajar dari mereka yang penuh sportifitas, integritas, dan semangat," ujarnya. 

Apresiasi yang tinggi diberikan Ganjar kepada para panitia yang dapat mewujudkan perhelatan tersebut, yang diikuti sekitar 22 Provinsi dari seluruh Indonesia. 

"Terima kasih kepada kawan-kawan, karena sudah menyiapkan ini dengan luar biasa. Kita siapkan tempat yang bagus agar bisa menampung banyak. Kita juga berikan pelayanan yang baik supaya besok bertandingnya berlangsung sportif," 

Apresiasi penyelenggaraan acara juga datang dari Menpora. Dia mengaku bangga pada Pemerintah Provinsi Jateng yang memiliki perhatian besar kepada atlet disabilitas. 

Menpora menilai provinsi Jateng patut menjadi panutan bagi daerah lain atas perhatiannya yang besar pada perkembangan olahraga disabilitas. 

"Nanti akhir bulan sampai 11 Agustus Jateng juga akan jadi tuan rumah Asean Paragames. Ini patut kita apresiasi dan banggakan. Terima kasih kepada Pak Ganjar sebagai gubernur yang telah menyiapkan. Saya sempat berpikir seandainya pemda di seluruh Indonesia punya perhatian yang sama, maka akan membangkitkan dan menumbukan ajang paralympic kita," ujarnya. 

Menpora menjelaskan, penyelenggaraan PeSOnas sangat sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mendukung dan mendorongan prestasi atlet-atlet, baik yang difabel ataupun yang non-difabel. 

"Kami menargetkan pada tahun 2045 Indonesia masuk lima besar peringkat dunia. Baik untuk atlet difabel maupun non-difabel. Ini bentuk keseriusan dan dukungan dari Presiden Joko Widodo menyetarakan apresiasi atlet difabel dengan non-difabel," ungkapnya. 

Ketua Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (Soina) Warsito Ellwein menerangkan, pada penyelenggaraan PeSOna pertama kali ini, terdapat 12 cabang olahraga dan seni budaya yang pertandingankan. Diantaranya, renang, bulu tangkis, bola tangan, bola basket, senam ritmik, tenis meja, sepak bola, futsal, boccee, bola voli, atletik, dan  tari olahraga. 

Selain pertandingan, ada pula kegiatan non kompetisi seperti healty atlet, congres family,  neuroscience dan seni budaya. Total terdapat 1.118 atlet dan 606 pendamping atau ofisial yang terlibat. Seluruh kegiatan dipusatkan di Kota Semarang dan berlangsung dari tanggal 3-8 Juli 2022. 

"Kami menyebut mereka anak bertalenta khusus, bukan lagi disabilitas intelektual. Kita ingin agar anak-anak ini diberi ruang yang aman, nyaman, guyub (ramah) dan rukun, serta bahagia, agar mereka bisa berkarya mengembangkan potensi dan berguna bagi diri sendiri, masyarakat, serta negara," terang Warsito.


Bagikan :

SEMARANG - Pembukaan Pekan Special Olympics Nasional (PeSOnas) 2022 di Semarang berlangsung meriah, Senin (4/7/2022). Ajang yang diperuntukan bagi anak-anak difabelitas intelektual ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali. 

"Terima kasih untuk semua yang telah hadir. Saya berharap betul besok bertandingnya sportif. Yang kalah tidak boleh menangis, yang menang tidak boleh jumawa (sombong) karena kita bersaudara. Setuju?" kata Ganjar yang langsung disambut dengan seruan setuju dari para atlet peserta PeSOnas yang ada di Holy Studium Semarang. 

Ganjar Pranowo yang hadir didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat itu juga menceritakan pengalamannya menyaksikan aksi atlet disabilitas Indonesia di Dubai. Penuh kekaguman Ganjar mengaku takjub dengan kemampuan atlet-atlet disabilitas Indonesia di kancah internasional. Kemampuan mereka yang hebat sangat sebanding dengan slogan "Aku Bintangnya" yang menjadi motto acara PeSOnas 2022. 

"Anak-anak ini top, luar biasa. Dari yang ikut (PeSOnas) ini ternyata banyak yang pernah dapat emas. Kalau kita katakan mereka bintangnya, itu benar adanya. Bagi saya dan siapa pun yang tidak pernah dapat emas atau mengikuti pertandingan olahraga di luar negeri, hari ini kita akan belajar dari mereka yang penuh sportifitas, integritas, dan semangat," ujarnya. 

Apresiasi yang tinggi diberikan Ganjar kepada para panitia yang dapat mewujudkan perhelatan tersebut, yang diikuti sekitar 22 Provinsi dari seluruh Indonesia. 

"Terima kasih kepada kawan-kawan, karena sudah menyiapkan ini dengan luar biasa. Kita siapkan tempat yang bagus agar bisa menampung banyak. Kita juga berikan pelayanan yang baik supaya besok bertandingnya berlangsung sportif," 

Apresiasi penyelenggaraan acara juga datang dari Menpora. Dia mengaku bangga pada Pemerintah Provinsi Jateng yang memiliki perhatian besar kepada atlet disabilitas. 

Menpora menilai provinsi Jateng patut menjadi panutan bagi daerah lain atas perhatiannya yang besar pada perkembangan olahraga disabilitas. 

"Nanti akhir bulan sampai 11 Agustus Jateng juga akan jadi tuan rumah Asean Paragames. Ini patut kita apresiasi dan banggakan. Terima kasih kepada Pak Ganjar sebagai gubernur yang telah menyiapkan. Saya sempat berpikir seandainya pemda di seluruh Indonesia punya perhatian yang sama, maka akan membangkitkan dan menumbukan ajang paralympic kita," ujarnya. 

Menpora menjelaskan, penyelenggaraan PeSOnas sangat sejalan dengan program pemerintah pusat untuk mendukung dan mendorongan prestasi atlet-atlet, baik yang difabel ataupun yang non-difabel. 

"Kami menargetkan pada tahun 2045 Indonesia masuk lima besar peringkat dunia. Baik untuk atlet difabel maupun non-difabel. Ini bentuk keseriusan dan dukungan dari Presiden Joko Widodo menyetarakan apresiasi atlet difabel dengan non-difabel," ungkapnya. 

Ketua Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (Soina) Warsito Ellwein menerangkan, pada penyelenggaraan PeSOna pertama kali ini, terdapat 12 cabang olahraga dan seni budaya yang pertandingankan. Diantaranya, renang, bulu tangkis, bola tangan, bola basket, senam ritmik, tenis meja, sepak bola, futsal, boccee, bola voli, atletik, dan  tari olahraga. 

Selain pertandingan, ada pula kegiatan non kompetisi seperti healty atlet, congres family,  neuroscience dan seni budaya. Total terdapat 1.118 atlet dan 606 pendamping atau ofisial yang terlibat. Seluruh kegiatan dipusatkan di Kota Semarang dan berlangsung dari tanggal 3-8 Juli 2022. 

"Kami menyebut mereka anak bertalenta khusus, bukan lagi disabilitas intelektual. Kita ingin agar anak-anak ini diberi ruang yang aman, nyaman, guyub (ramah) dan rukun, serta bahagia, agar mereka bisa berkarya mengembangkan potensi dan berguna bagi diri sendiri, masyarakat, serta negara," terang Warsito.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu