Follow Us :              

Atasi Inflasi, Gubernur Minta Kadin Jateng Bantu Pengamanan Stok Komoditas

  11 July 2022  |   11:30:00  |   dibaca : 279 
Kategori :
Bagikan :


Atasi Inflasi, Gubernur Minta Kadin Jateng Bantu Pengamanan Stok Komoditas

11 July 2022 | 11:30:00 | dibaca : 279
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pengurus Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah (Kadin Jateng) untuk turut serta menekan laju inflasi. Walaupun operasi pasar telah dilakukan namun inflasi di Jawa Tengah masih cukup tinggi. 

"Kadin saya minta langsung ke lapangan. Hari ini kita punya problem, lingkungan bisnis sedang berubah luar biasa, sangat turbulensi (terguncang). Inflasi kita sudah berbahaya. Kalau nasional itu sudah 3  plus minus 1, ini sudah 4, artinya ini sudah merah zonanya," terang Gubernur usai menerima Pengurus Kadin Jateng di Rumah Dinas Puri Gedeh, Senin (11/7/2022). 

Gubernur menjelaskan beberapa komoditi yang membuat inflasi sudah diketahui di antaranya ada cabai, bawang merah. Inflasi juga terjadi diantaranya karena kebijakan pemerintah menaikkan harga beberapa barang dan jasa (administer price). 

Satu hal yang menjadi perhatian Gubernur terkait kenaikan harga beberapa komoditi di Jateng, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, yang justru surplus di Jateng. Komoditi-komoditi tersebut ia perkirakan sebagian besar telah terdistribusi ke luar Jateng. 

"Kita harus bisa menyesuaikan (stok) agar inflasi terkendali. Kadin kita minta terlibat, bagaimana kontrol cabai, siapa (pemain) di industri itu. Bagaimana mengontrol bawang merah, siapa yang ada di industri itu," jelasnya. 

Selain itu, Gubernur meminta Kadin Jateng juga mengevaluasi kebutuhan dunia dagang dan industri saat ini. Khususnya dalam menyikapi kondisi lingkungan yang  berubah dan tidak dapat diprediksi seperti yang sedang terjadi. Terkait hal ini Kadin diminta untuk mendesain bersama dengan dinas-dinas terkait agar dapat keluar dari kondisi sulit. 

"Apa kebijakan dari pemerintah, kemudian ada yang mendapatkan insentif dan mana yang harus mendapatkan disinsentif. Maka saya minta kepada Kadin sekarang betul-betul bisa tune in (terhubung) dengan sektor yang ada di pemerintah, dalam hal ini dinas-dinas. Kalau mereka bisa duduk bersama, mendesain bersama, harapannya kita bisa mencari alternatif (cara) agar kita bisa keluar dari kesulitan ini," katanya. 

Pada Juni 2022, inflasi Jateng mencapai 4,97 persen. Guna mengatasi masalah ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menggelar operasi pasar di enam daerah, yaitu Kota Semarang, Surakarta, Tegal Purwokerto, Kudus dan Cilacap. 

Langkah lainnya, Pemprov Jateng juga menggerakkan BUMD, misalnya dengan memberikan penugasan public service obligation (PSO) pada PT Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) Perseroda agar membeli beberapa komoditas yang berpotensi naik harga. 

Begitu juga terkait potensi kenaikan harga gas dan pupuk. Gubernur mendorong agar masyarakat dilatih untuk membuat pupuk sendiri dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah. 

"Maka kita hati-hati. (Apakah) minyak, pertalite, mau naik lagi atau tidak? Kalau kebijakan (pemerintah) dinaikan, pasti akan mendorong inflasi. Maka saya minta mereka (Kadin) terjun," ujarnya memperingatkan. 

Ketua Umum Kadin Jateng Harry Nuryanto membenarkan adanya permintaan dari Gubernur agar pihaknya bersinergi dengan  Pemprov Jateng, khususnya dalam menanggulangi inflasi yang terus naik. 

"Nanti dari bidang-bidang kami yang terkait dengan perdagangan, bisa bersinergi untuk menekan laju inflasi yang ada. Kita akan terjun ke pasar, melakukan (pantauan) banyaknya perputaran perekonomian di Jawa Tengah. Kita juga komunikasi dengan Bank Indonesia untuk saling menjalin kerja sama mengatasi ini," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada pengurus Kamar Dagang dan Industri Jawa Tengah (Kadin Jateng) untuk turut serta menekan laju inflasi. Walaupun operasi pasar telah dilakukan namun inflasi di Jawa Tengah masih cukup tinggi. 

"Kadin saya minta langsung ke lapangan. Hari ini kita punya problem, lingkungan bisnis sedang berubah luar biasa, sangat turbulensi (terguncang). Inflasi kita sudah berbahaya. Kalau nasional itu sudah 3  plus minus 1, ini sudah 4, artinya ini sudah merah zonanya," terang Gubernur usai menerima Pengurus Kadin Jateng di Rumah Dinas Puri Gedeh, Senin (11/7/2022). 

Gubernur menjelaskan beberapa komoditi yang membuat inflasi sudah diketahui di antaranya ada cabai, bawang merah. Inflasi juga terjadi diantaranya karena kebijakan pemerintah menaikkan harga beberapa barang dan jasa (administer price). 

Satu hal yang menjadi perhatian Gubernur terkait kenaikan harga beberapa komoditi di Jateng, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, yang justru surplus di Jateng. Komoditi-komoditi tersebut ia perkirakan sebagian besar telah terdistribusi ke luar Jateng. 

"Kita harus bisa menyesuaikan (stok) agar inflasi terkendali. Kadin kita minta terlibat, bagaimana kontrol cabai, siapa (pemain) di industri itu. Bagaimana mengontrol bawang merah, siapa yang ada di industri itu," jelasnya. 

Selain itu, Gubernur meminta Kadin Jateng juga mengevaluasi kebutuhan dunia dagang dan industri saat ini. Khususnya dalam menyikapi kondisi lingkungan yang  berubah dan tidak dapat diprediksi seperti yang sedang terjadi. Terkait hal ini Kadin diminta untuk mendesain bersama dengan dinas-dinas terkait agar dapat keluar dari kondisi sulit. 

"Apa kebijakan dari pemerintah, kemudian ada yang mendapatkan insentif dan mana yang harus mendapatkan disinsentif. Maka saya minta kepada Kadin sekarang betul-betul bisa tune in (terhubung) dengan sektor yang ada di pemerintah, dalam hal ini dinas-dinas. Kalau mereka bisa duduk bersama, mendesain bersama, harapannya kita bisa mencari alternatif (cara) agar kita bisa keluar dari kesulitan ini," katanya. 

Pada Juni 2022, inflasi Jateng mencapai 4,97 persen. Guna mengatasi masalah ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menggelar operasi pasar di enam daerah, yaitu Kota Semarang, Surakarta, Tegal Purwokerto, Kudus dan Cilacap. 

Langkah lainnya, Pemprov Jateng juga menggerakkan BUMD, misalnya dengan memberikan penugasan public service obligation (PSO) pada PT Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) Perseroda agar membeli beberapa komoditas yang berpotensi naik harga. 

Begitu juga terkait potensi kenaikan harga gas dan pupuk. Gubernur mendorong agar masyarakat dilatih untuk membuat pupuk sendiri dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah. 

"Maka kita hati-hati. (Apakah) minyak, pertalite, mau naik lagi atau tidak? Kalau kebijakan (pemerintah) dinaikan, pasti akan mendorong inflasi. Maka saya minta mereka (Kadin) terjun," ujarnya memperingatkan. 

Ketua Umum Kadin Jateng Harry Nuryanto membenarkan adanya permintaan dari Gubernur agar pihaknya bersinergi dengan  Pemprov Jateng, khususnya dalam menanggulangi inflasi yang terus naik. 

"Nanti dari bidang-bidang kami yang terkait dengan perdagangan, bisa bersinergi untuk menekan laju inflasi yang ada. Kita akan terjun ke pasar, melakukan (pantauan) banyaknya perputaran perekonomian di Jawa Tengah. Kita juga komunikasi dengan Bank Indonesia untuk saling menjalin kerja sama mengatasi ini," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu