Follow Us :              

Konser Kemerdekaan Indonesia-Korsel, Gubernur: Mempererat Hubungan Antarnegara

  19 August 2022  |   18:00:00  |   dibaca : 295 
Kategori :
Bagikan :


Konser Kemerdekaan Indonesia-Korsel, Gubernur: Mempererat Hubungan Antarnegara

19 August 2022 | 18:00:00 | dibaca : 295
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan konser kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Korea di Jawa Tengah merupakan spirit untuk mempererat hubungan antara Indonesia-Korea Selatan yang sudah berlangsung lama. Terlebih tanggal kemerdekaan kedua negara yang hanya terpaut dua hari. 

"Kami senang karena Korea Selatan dan Indonesia punya hari kemerdekaan yang hampir bersamaan. Korsel tanggal 15 Agustus 1945, kita tanggal 17 Agustus 1945. Hari ini masyarakat Korsel yang ada di Jawa Tengah merayakan konser kemerdekaan bersama. Indah sekali," ungkapnya usai menghadiri konser kemerdekaan Indonesia dan Korea Selatan di Rajawali Semarang Cultural Center, Jumat (19/8/2022). 

Gubernur menuturkan, baik Indonesia maupun Korea Selatan memiliki kemiripan dalam sejarah masa lalu. Kesamaan itu juga diperlihatkan dalam video singkat mengenai masa-masa menuju kemerdekaan kedua negara. 

"Korea Selatan dan Indonesia hampir mirip, punya sejarah masa lalu yang tidak sama-sama baik dan tadi sepintas diceritakan bagaimana kondisi Korea Selatan menjelang kemerdekaan dan Indonesia menjelang kemerdekaan, ya hampir-hampir sama. Inilah yang membikin semangat kita untuk makin menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri," terangnya. 

Pada kesempatan itu Gubernur juga mengutip sebuah ungkapan untuk menyebutkan kemerdekaan Korea Selatan. Ungkapan itu adalah "Gwangbokjeol" yang menurutnya memiliki makna secara harfiah yang sangat luar biasa yaitu "Pemulihan Hari Cahaya". 

"Mudah-mudahan ini lebih mempererat hubungan antara kedua negara. Politiknya, bisnisnya, pendidikannya, keseniannya,  masyarakatnya. Sehingga dalam situasi yang sulit kita akan bersama-sama untuk bergandengan tangan agar hubungan kerjasama dua negara jauh lebih baik."

Hal itu senada dengan yang dikatakan Ketua Asosiasi Korea Selatan di Jawa Tengah, Chae Hwan, dalam sambutannya. Ia mengatakan, sejarah kemerdekaan kedua negara diraih setelah puluhan tahun dijajah. Kesamaan itu yang membuat hubungan Korea Selatan dan Indonesia yang terjalin sejak lama begitu kuat. 

"Indonesia dan Korea Selatan memiliki sejarah sedih yang sama dan kita adalah teman. Kita berbagi sejarah sedih bersama dan berkembang bersama, kemudian maju bersama," ujarnya menegaskan.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan konser kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Korea di Jawa Tengah merupakan spirit untuk mempererat hubungan antara Indonesia-Korea Selatan yang sudah berlangsung lama. Terlebih tanggal kemerdekaan kedua negara yang hanya terpaut dua hari. 

"Kami senang karena Korea Selatan dan Indonesia punya hari kemerdekaan yang hampir bersamaan. Korsel tanggal 15 Agustus 1945, kita tanggal 17 Agustus 1945. Hari ini masyarakat Korsel yang ada di Jawa Tengah merayakan konser kemerdekaan bersama. Indah sekali," ungkapnya usai menghadiri konser kemerdekaan Indonesia dan Korea Selatan di Rajawali Semarang Cultural Center, Jumat (19/8/2022). 

Gubernur menuturkan, baik Indonesia maupun Korea Selatan memiliki kemiripan dalam sejarah masa lalu. Kesamaan itu juga diperlihatkan dalam video singkat mengenai masa-masa menuju kemerdekaan kedua negara. 

"Korea Selatan dan Indonesia hampir mirip, punya sejarah masa lalu yang tidak sama-sama baik dan tadi sepintas diceritakan bagaimana kondisi Korea Selatan menjelang kemerdekaan dan Indonesia menjelang kemerdekaan, ya hampir-hampir sama. Inilah yang membikin semangat kita untuk makin menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri," terangnya. 

Pada kesempatan itu Gubernur juga mengutip sebuah ungkapan untuk menyebutkan kemerdekaan Korea Selatan. Ungkapan itu adalah "Gwangbokjeol" yang menurutnya memiliki makna secara harfiah yang sangat luar biasa yaitu "Pemulihan Hari Cahaya". 

"Mudah-mudahan ini lebih mempererat hubungan antara kedua negara. Politiknya, bisnisnya, pendidikannya, keseniannya,  masyarakatnya. Sehingga dalam situasi yang sulit kita akan bersama-sama untuk bergandengan tangan agar hubungan kerjasama dua negara jauh lebih baik."

Hal itu senada dengan yang dikatakan Ketua Asosiasi Korea Selatan di Jawa Tengah, Chae Hwan, dalam sambutannya. Ia mengatakan, sejarah kemerdekaan kedua negara diraih setelah puluhan tahun dijajah. Kesamaan itu yang membuat hubungan Korea Selatan dan Indonesia yang terjalin sejak lama begitu kuat. 

"Indonesia dan Korea Selatan memiliki sejarah sedih yang sama dan kita adalah teman. Kita berbagi sejarah sedih bersama dan berkembang bersama, kemudian maju bersama," ujarnya menegaskan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu