Follow Us :              

Hadapi VUCA, Gubernur Sepakat Pemanfaatan Teknologi Harus Dilakukan

  23 August 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 64 
Kategori :
Bagikan :


Hadapi VUCA, Gubernur Sepakat Pemanfaatan Teknologi Harus Dilakukan

23 August 2022 | 09:00:00 | dibaca : 64
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sepakat dengan pakar pemasaran, Hermawan Kertajaya, perubahan dunia tidak bisa dihindari, terutama soal teknologi. Human 5.0 menuntut sumberdaya manusia unggul yang creativity (kreatifitas), inovation (inovasi), enterpreneurship (kewirausahaan) dan leadership (kepemimpinan). 

“Kreatif Inovatif bagi saya keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan, kalau nggak ada ini kita habis. Menurut saya ini empat sekawan yang bisa dipegang karena betul-betul kita menghadapi situasi VUCA. Mau perusahaan, pemerintah, semua pasti akan melakukan perubahan karena di tengah sesuatu yang tidak pasti itu nilai-nilai ini menjadi sangat penting,” ujar Gubernur usai menghadiri acara Pembukaan Indonesia Mark Plus Festival 2022 Joglo Semar Bangkit, di Hotel Santika, Semarang, Selasa (23/8). 

VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) adalah kondisi yang mengacu pada lingkungan bisnis yang semakin bergejolak, kompleks, dan semakin tidak pasti biasanya sejak satu dekade terakhir. “Hampir semua yang beliau ceritakan itu tantangan-tantangan dimana teori VUCA diobrolkan terus menerus dan saat ini terjadi. Dari cerita itu, pak Hermawan itu cocok dengan human 5.0,” katanya.Gubernur 

Hermawan Kertajaya dalam paparannya menjelaskan, pada bukunya Human 5.0, yang dia tulis bersama Philip Kotler dan akan rilis tahun depan, disebutkan creativity, inovation, enterpreneurship dan leadership ibarat punokawan yang tidak terpisahkan. Tidak kalah penting, Human 5.0 juga harus sadar teknologi. 

“Saya mau bawa pesan, jangan anti teknologi. Harus dipakai. Karena akhirnya manusia tidak bisa menghindari teknologi,” tandasnya. 

Selain menghadirkan paparan dari Hermawan Kertajaya, acara Pembukaan Indonesia Mark Plus Festival juga diisi dengan penyerahan penghargaan pelayanan publik bagi instansi pemerintah, kesehatan, perusahaan media hingga perorangan. Terdapat sepuluh kota/kabupaten di Jateng yang menerima penghargaan tersebut.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sepakat dengan pakar pemasaran, Hermawan Kertajaya, perubahan dunia tidak bisa dihindari, terutama soal teknologi. Human 5.0 menuntut sumberdaya manusia unggul yang creativity (kreatifitas), inovation (inovasi), enterpreneurship (kewirausahaan) dan leadership (kepemimpinan). 

“Kreatif Inovatif bagi saya keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan, kalau nggak ada ini kita habis. Menurut saya ini empat sekawan yang bisa dipegang karena betul-betul kita menghadapi situasi VUCA. Mau perusahaan, pemerintah, semua pasti akan melakukan perubahan karena di tengah sesuatu yang tidak pasti itu nilai-nilai ini menjadi sangat penting,” ujar Gubernur usai menghadiri acara Pembukaan Indonesia Mark Plus Festival 2022 Joglo Semar Bangkit, di Hotel Santika, Semarang, Selasa (23/8). 

VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) adalah kondisi yang mengacu pada lingkungan bisnis yang semakin bergejolak, kompleks, dan semakin tidak pasti biasanya sejak satu dekade terakhir. “Hampir semua yang beliau ceritakan itu tantangan-tantangan dimana teori VUCA diobrolkan terus menerus dan saat ini terjadi. Dari cerita itu, pak Hermawan itu cocok dengan human 5.0,” katanya.Gubernur 

Hermawan Kertajaya dalam paparannya menjelaskan, pada bukunya Human 5.0, yang dia tulis bersama Philip Kotler dan akan rilis tahun depan, disebutkan creativity, inovation, enterpreneurship dan leadership ibarat punokawan yang tidak terpisahkan. Tidak kalah penting, Human 5.0 juga harus sadar teknologi. 

“Saya mau bawa pesan, jangan anti teknologi. Harus dipakai. Karena akhirnya manusia tidak bisa menghindari teknologi,” tandasnya. 

Selain menghadirkan paparan dari Hermawan Kertajaya, acara Pembukaan Indonesia Mark Plus Festival juga diisi dengan penyerahan penghargaan pelayanan publik bagi instansi pemerintah, kesehatan, perusahaan media hingga perorangan. Terdapat sepuluh kota/kabupaten di Jateng yang menerima penghargaan tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu