Follow Us :              

Tingkatkan Kepekaan Sosial, Gubernur Ajak Mahasiswa Unimus Ikut Cegah Stunting

  05 September 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 55 
Kategori :
Bagikan :


Tingkatkan Kepekaan Sosial, Gubernur Ajak Mahasiswa Unimus Ikut Cegah Stunting

05 September 2022 | 14:00:00 | dibaca : 55
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak sekitar 3.448 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) untuk praktik langsung ikut membantu pencegahan stunting. Selain mengasah kepekaan sosial, mahasiswa juga bisa mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama kuliah. 

"Di Unimus ini kan ada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa kita ajak untuk peduli mengasah kepekaan sosialnya. Social capital yang dimiliki, harapan kita, bisa dipraktikkan," kata Gubernur usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Unimus, Senin (5/9/2022). 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang saat ini sedang giat menekan jumlah stunting. Sejumlah program telah dilakukan termasuk di antaranya Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) atau pendampingan untuk ibu hamil dan one student one client atau satu mahasiswa mendampingi seorang ibu hamil. 

"Kita lagi bergerak ini. Ada (program) penurunan stunting, bagaimana menjaga kesehatan ibu-anak, khususnya mereka yang sedang hamil. Kami punya program one student one client. Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu sebenarnya perhatian pada ibu hamil," katanya. 

Berdasarkan data, sekitar 20 persen ibu hamil di Jateng bermasalah. Mereka membutuhkan pendampingan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Mahasiswa dan perguruan tinggi bisa mengambil peran untuk mendampingi mereka sampai melahirkan dan memastikan ibu dan anaknya selamat. 

"Kalau itu bisa didampingi oleh teman-teman mahasiswa maka learning process-nya, mereka belajar bagaimana mendampingi. Dosennya membimbing. Maka ini merdeka belajar yang konkret. Stuntingnya (juga) bisa kita cegah," jelas Gubernur. 

Terkait teknis, perguruan tinggi bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Mahasiswa yang ikut serta dalam one student one client kemudian bisa mendapatkan apresiasi, baik nilai akademik maupun nilai praktik di masyarakat. 

"Kita bisa kerja sama dengan Unimus. Mahasiswa kita ajak dan kita kasih perhatian, reward, dan apresiasi kepada mereka agar selama ia kuliah pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan," terangnya. 

Saat kuliah umum tersebut Gubernur juga sempat melakukan tanya jawab dengan sejumlah mahasiswa. Pada mahasiswa yang aktif bertanya, ia memberi hadiah. Ada yang mendapat uang SPP satu semester, ada pula yang mendapatkan hadiah buku dan produk UMKM.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak sekitar 3.448 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) untuk praktik langsung ikut membantu pencegahan stunting. Selain mengasah kepekaan sosial, mahasiswa juga bisa mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama kuliah. 

"Di Unimus ini kan ada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa kita ajak untuk peduli mengasah kepekaan sosialnya. Social capital yang dimiliki, harapan kita, bisa dipraktikkan," kata Gubernur usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Unimus, Senin (5/9/2022). 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang saat ini sedang giat menekan jumlah stunting. Sejumlah program telah dilakukan termasuk di antaranya Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) atau pendampingan untuk ibu hamil dan one student one client atau satu mahasiswa mendampingi seorang ibu hamil. 

"Kita lagi bergerak ini. Ada (program) penurunan stunting, bagaimana menjaga kesehatan ibu-anak, khususnya mereka yang sedang hamil. Kami punya program one student one client. Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu sebenarnya perhatian pada ibu hamil," katanya. 

Berdasarkan data, sekitar 20 persen ibu hamil di Jateng bermasalah. Mereka membutuhkan pendampingan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Mahasiswa dan perguruan tinggi bisa mengambil peran untuk mendampingi mereka sampai melahirkan dan memastikan ibu dan anaknya selamat. 

"Kalau itu bisa didampingi oleh teman-teman mahasiswa maka learning process-nya, mereka belajar bagaimana mendampingi. Dosennya membimbing. Maka ini merdeka belajar yang konkret. Stuntingnya (juga) bisa kita cegah," jelas Gubernur. 

Terkait teknis, perguruan tinggi bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Mahasiswa yang ikut serta dalam one student one client kemudian bisa mendapatkan apresiasi, baik nilai akademik maupun nilai praktik di masyarakat. 

"Kita bisa kerja sama dengan Unimus. Mahasiswa kita ajak dan kita kasih perhatian, reward, dan apresiasi kepada mereka agar selama ia kuliah pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan," terangnya. 

Saat kuliah umum tersebut Gubernur juga sempat melakukan tanya jawab dengan sejumlah mahasiswa. Pada mahasiswa yang aktif bertanya, ia memberi hadiah. Ada yang mendapat uang SPP satu semester, ada pula yang mendapatkan hadiah buku dan produk UMKM.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu