Follow Us :              

Ikut Lapak Ganjar, Sate Khas Kebumen Tembus Belgia hingga Jepang

  29 October 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 256 
Kategori :
Bagikan :


Ikut Lapak Ganjar, Sate Khas Kebumen Tembus Belgia hingga Jepang

29 October 2022 | 10:00:00 | dibaca : 256
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

KEBUMEN  - Siapa bilang menu khas daerah tidak bisa tembus pasar mancanegara? Sate ambal khas Kabupaten Kebumen sudah membuktikannya. Salah satu kuliner khas Jawa Tengah ini berhasil tembus pasar luar negeri dan semakin dikenal sejak ikut progam Lapak Ganjar. 

Menurut pemilik produk Sate Ambal Kebumen Allisha Food, Titin Agustinah, dirinya mendapatkan manfaat usai ikut Lapak Ganjar. Padahal semula dia tak menyangka akan direpost di media sosial Instagram @Lapak Ganjar dan akun @ganjar_pranowo.  Awalnya Titin follow akun Lapak Ganjar dan pak Ganjar (@ganjar_pranowo) pada edisi spesial sate. 

"Alhamdulillah kami mendapat kesempatan dengan direpost Lapak Ganjar dan Pak Ganjar. Alhamdulillah setelah direpost viewer Instagram kami jadi meningkat. Followernya juga bertambah," kata Titin di tempat produksinya di Desa Tambakrejo RT 01/RW 03, Kecamatan Bulupesantren, Kebumen. 

Tidak hanya follower instagram produknya saja yang meninggkat, jumlah pesanan produknya juga meningkat. Peningkatannya hingga 30-40 paket per hari. Selain itu pemasarannya juga makin meluas. Pesanan datang dari kalangan umum maupun pesanan dari instansi baik tingkat pemerintah provinsi maupun tingkat pusat. Jika sebelum direpost di Lapak Ganjar, penjualan hanya sekitar Kabupaten Kebumen, Yogyakarta hingga Bali, kini pesanan sampai luar negeri. 

"Alhamdulillah setelah direpost Lapak Ganjar, kami mendapat beberapa pesanan dari luar negeri. Seperti dari Hongkong, Belgia, dan Jepang , Malaysia. Hongkong, Singapura dan Taiwan itu sudah rutin. Alhamdulillah kemarin pesanan baru dari Belgia dan Jepang itu setelah mengikuti Lapak Ganjar," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, dengan meningkatnya penjualan, pihaknya juga bisa menambah lapangan kerja di sekitar lingkungan. Dalam hal ini, terang dia, Titin mampu memberdayakan ibu rumah tangga di lingkungannya untuk bekerja. Total karyawan saat ini sekitar 13 orang. 

"Ibu-ibu di sini yang kerja sudah ada yang tiga sampai lima tahun sudah kami gaji dengan UMR Kabupaten Kebumen," bebernya. 

Banyaknya manfaat yang ia rasakan dari Lapak Ganjar, Titin mengajak UMKM lain untuk mengikuti program tersebut agar usaha mereka juga semakin berkembang. Dia juga berterima kasih kepada gubernur yang telah membantu menginisiasi lapak online yang sangat membantu promosi UMKM.

Pada kesempatan itu, Titin juga mengenalkan sekilas produknya. Sate ambal merupakan sate khas Kebumen yang dibuat dari daging ayam pilihan dan menggunakan sambal tempe sebagai pelengkapnya. 

Produk sate itu dikemas dengan cara marinasi, serta pembakarannya menggunakan arang batik. Sebab selain memberikan cita rasa juga sebagai pengawet alami. 

Sate juga dikemas dalam aluminium foil empat layer dengan proses suhu tinggi. Produk sate juga telah berhasil teruji secara laboratorium dan secara klinis. Sehingga mempunyai umur simpan hingga di atas enam bulan atau tepatnya 412 hari.


Bagikan :

KEBUMEN  - Siapa bilang menu khas daerah tidak bisa tembus pasar mancanegara? Sate ambal khas Kabupaten Kebumen sudah membuktikannya. Salah satu kuliner khas Jawa Tengah ini berhasil tembus pasar luar negeri dan semakin dikenal sejak ikut progam Lapak Ganjar. 

Menurut pemilik produk Sate Ambal Kebumen Allisha Food, Titin Agustinah, dirinya mendapatkan manfaat usai ikut Lapak Ganjar. Padahal semula dia tak menyangka akan direpost di media sosial Instagram @Lapak Ganjar dan akun @ganjar_pranowo.  Awalnya Titin follow akun Lapak Ganjar dan pak Ganjar (@ganjar_pranowo) pada edisi spesial sate. 

"Alhamdulillah kami mendapat kesempatan dengan direpost Lapak Ganjar dan Pak Ganjar. Alhamdulillah setelah direpost viewer Instagram kami jadi meningkat. Followernya juga bertambah," kata Titin di tempat produksinya di Desa Tambakrejo RT 01/RW 03, Kecamatan Bulupesantren, Kebumen. 

Tidak hanya follower instagram produknya saja yang meninggkat, jumlah pesanan produknya juga meningkat. Peningkatannya hingga 30-40 paket per hari. Selain itu pemasarannya juga makin meluas. Pesanan datang dari kalangan umum maupun pesanan dari instansi baik tingkat pemerintah provinsi maupun tingkat pusat. Jika sebelum direpost di Lapak Ganjar, penjualan hanya sekitar Kabupaten Kebumen, Yogyakarta hingga Bali, kini pesanan sampai luar negeri. 

"Alhamdulillah setelah direpost Lapak Ganjar, kami mendapat beberapa pesanan dari luar negeri. Seperti dari Hongkong, Belgia, dan Jepang , Malaysia. Hongkong, Singapura dan Taiwan itu sudah rutin. Alhamdulillah kemarin pesanan baru dari Belgia dan Jepang itu setelah mengikuti Lapak Ganjar," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, dengan meningkatnya penjualan, pihaknya juga bisa menambah lapangan kerja di sekitar lingkungan. Dalam hal ini, terang dia, Titin mampu memberdayakan ibu rumah tangga di lingkungannya untuk bekerja. Total karyawan saat ini sekitar 13 orang. 

"Ibu-ibu di sini yang kerja sudah ada yang tiga sampai lima tahun sudah kami gaji dengan UMR Kabupaten Kebumen," bebernya. 

Banyaknya manfaat yang ia rasakan dari Lapak Ganjar, Titin mengajak UMKM lain untuk mengikuti program tersebut agar usaha mereka juga semakin berkembang. Dia juga berterima kasih kepada gubernur yang telah membantu menginisiasi lapak online yang sangat membantu promosi UMKM.

Pada kesempatan itu, Titin juga mengenalkan sekilas produknya. Sate ambal merupakan sate khas Kebumen yang dibuat dari daging ayam pilihan dan menggunakan sambal tempe sebagai pelengkapnya. 

Produk sate itu dikemas dengan cara marinasi, serta pembakarannya menggunakan arang batik. Sebab selain memberikan cita rasa juga sebagai pengawet alami. 

Sate juga dikemas dalam aluminium foil empat layer dengan proses suhu tinggi. Produk sate juga telah berhasil teruji secara laboratorium dan secara klinis. Sehingga mempunyai umur simpan hingga di atas enam bulan atau tepatnya 412 hari.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu