Follow Us :              

Gubernur Siap Dukung Upaya Pemkot Solo dan UNS Bawa UMKM Pameran ke Paris

  09 November 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 160 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Siap Dukung Upaya Pemkot Solo dan UNS Bawa UMKM Pameran ke Paris

09 November 2022 | 10:00:00 | dibaca : 160
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SURAKARTA - Kerjasama pentahelix yang dilakukan antara Pemerintah Kota Surakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), dan Bank Jateng berhasil membawa UMKM di Solo ekspor ke Prancis. Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Solo Techno Park, Rabu (9/11). 

Nantinya, produk dari UMKM yang didirikan oleh UNS yang telah dikurasi tersebut akan dipamerkan di La Maison de I’indonesie di Paris. 

Terdapat dua UMKM yang masuk dalam kategori layak dipamerkan yang berupa kerajinan tangan. Ada furnitur, tekstil berupa kain pantai dan produk fashion. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, kerjasama ini contoh yang bisa direplikasi daerah lainnya. 

“Perguruan tinggi itu punya riset, punya mahasiswa,  punya konsep merdeka belajar. Praktik saja. Bisa direplikasi sistemnya,” terang Gubernur usai melepas truk kontainer bermuatan ekspor dengan nilai harga dasar Rp133 juta. 

Jika satu perguruan tinggi bisa bergerak untuk mendampingi sejumlah UMKM dan kemudian dikurasi. Sehingga produknya berkualitas dan bisa didorong naik kelas untuk kemudian diekspor. 

“Nah kerja sama ini harapan kita menjadi satu model, saya meyakini polanya tidak cukup hanya sekadar pameran tapi harus jualan. Maka temanya hari ini dari expo ke ekspor. Itu menurut saya paling bagus,” tegasnya. 

Tidak cukup sampai di situ, pemerintah juga turut memfasilitasi. Khususnya kedutaan besar di luar negeri. Salah satunya dengan membeli toko dan dijadikan ‘Rumah Indonesia’. 

“Sehingga orang akan terbiasa saat dia membutuhkan sesuatu dengan keunikan ala Indonesia, dia tahu harus kemana,” katanya. 

Langkah tersebut menurut Gubernur bisa ditempuh sebagai usaha melibatkan banyak instrumen untuk membawa UMKM Jawa Tengah naik kelas. “Ini bagian dari cara kita menggerakkan UKM yang ada di Jawa Tengah yang musti naik kelas dan mereka bisa ekspor,” tandasnya. 

Sebagai informasi, sampai dengan triwulan II jumlah UMKM binaan provinsi Jawa Tengah sebanyak 178.821 dengan omzetnya mencapai Rp68,484 T. Nilai assetnya sebesar Rp38,8 T dan menyerap tenaga kerja hingga 1,3 juta orang. 

Gubernur menyadari terkait pendanaan itu bukan perkara mudah. Guna mengatasi masalah tersebut, Bank Jateng saat ini sudah siap dengan berbagai macam skema kredit untuk membantu. 

“Makanya kenapa kita bikin kredit Mitra Jateng 25, Kredit Milenial. Itu sebenarnya kita pakai untuk menyikapi situasi seperti ini, agar BPD seperti Bank Jateng betul-betul fit pada setiap kondisi dan setiap waktu,” tegasnya. 

Anggia, salah satu pelaku UMKM yang mendapat kredit milenial senilai Rp10 juta mengaku sangat senang mendapat kredit ini.  “Bunganya murah dan ada cashback. Bisa dijangkau sama saya, karena bunganya cuma 7 persen dan insyaallah mau dibayar setahun. Kalau itu bisa (rutin cicil) nanti dapat cashback lima persen Pak,” terang Anggia pada Gubernur. 

Bila Anggia menyampaikan tentang akses permodalan, Ninik Satroredjo sebagai produsen kain pantai, dia mengaku masih kesulitan untuk mendapat tenaga SDM yang sesuai. Selain soal SDM, Ninik juga masih mengalami kesulitan dalam mengurus perizinan. 

Wes nek urusan perizinan ben tak bantu, pokoke dodolan wae (Urusan perizinan biar saya bantu, pokoknya jualan saja),” tegasnya. 

Saat Gubernur hendak meninggalkan lokasi, beberapa wartawan menanyakan terkait kebijakan Pemkot Solo dan Salatiga yang menghapus rencana anggaran pengadaan mobil listrik di tahun 2023 mendatang. Menanggapi hal itu, Gubernur lugas mengatakan, “Kalau masih ada prioritas lain ya tidak apa apa.”


Bagikan :

SURAKARTA - Kerjasama pentahelix yang dilakukan antara Pemerintah Kota Surakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), dan Bank Jateng berhasil membawa UMKM di Solo ekspor ke Prancis. Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Solo Techno Park, Rabu (9/11). 

Nantinya, produk dari UMKM yang didirikan oleh UNS yang telah dikurasi tersebut akan dipamerkan di La Maison de I’indonesie di Paris. 

Terdapat dua UMKM yang masuk dalam kategori layak dipamerkan yang berupa kerajinan tangan. Ada furnitur, tekstil berupa kain pantai dan produk fashion. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, kerjasama ini contoh yang bisa direplikasi daerah lainnya. 

“Perguruan tinggi itu punya riset, punya mahasiswa,  punya konsep merdeka belajar. Praktik saja. Bisa direplikasi sistemnya,” terang Gubernur usai melepas truk kontainer bermuatan ekspor dengan nilai harga dasar Rp133 juta. 

Jika satu perguruan tinggi bisa bergerak untuk mendampingi sejumlah UMKM dan kemudian dikurasi. Sehingga produknya berkualitas dan bisa didorong naik kelas untuk kemudian diekspor. 

“Nah kerja sama ini harapan kita menjadi satu model, saya meyakini polanya tidak cukup hanya sekadar pameran tapi harus jualan. Maka temanya hari ini dari expo ke ekspor. Itu menurut saya paling bagus,” tegasnya. 

Tidak cukup sampai di situ, pemerintah juga turut memfasilitasi. Khususnya kedutaan besar di luar negeri. Salah satunya dengan membeli toko dan dijadikan ‘Rumah Indonesia’. 

“Sehingga orang akan terbiasa saat dia membutuhkan sesuatu dengan keunikan ala Indonesia, dia tahu harus kemana,” katanya. 

Langkah tersebut menurut Gubernur bisa ditempuh sebagai usaha melibatkan banyak instrumen untuk membawa UMKM Jawa Tengah naik kelas. “Ini bagian dari cara kita menggerakkan UKM yang ada di Jawa Tengah yang musti naik kelas dan mereka bisa ekspor,” tandasnya. 

Sebagai informasi, sampai dengan triwulan II jumlah UMKM binaan provinsi Jawa Tengah sebanyak 178.821 dengan omzetnya mencapai Rp68,484 T. Nilai assetnya sebesar Rp38,8 T dan menyerap tenaga kerja hingga 1,3 juta orang. 

Gubernur menyadari terkait pendanaan itu bukan perkara mudah. Guna mengatasi masalah tersebut, Bank Jateng saat ini sudah siap dengan berbagai macam skema kredit untuk membantu. 

“Makanya kenapa kita bikin kredit Mitra Jateng 25, Kredit Milenial. Itu sebenarnya kita pakai untuk menyikapi situasi seperti ini, agar BPD seperti Bank Jateng betul-betul fit pada setiap kondisi dan setiap waktu,” tegasnya. 

Anggia, salah satu pelaku UMKM yang mendapat kredit milenial senilai Rp10 juta mengaku sangat senang mendapat kredit ini.  “Bunganya murah dan ada cashback. Bisa dijangkau sama saya, karena bunganya cuma 7 persen dan insyaallah mau dibayar setahun. Kalau itu bisa (rutin cicil) nanti dapat cashback lima persen Pak,” terang Anggia pada Gubernur. 

Bila Anggia menyampaikan tentang akses permodalan, Ninik Satroredjo sebagai produsen kain pantai, dia mengaku masih kesulitan untuk mendapat tenaga SDM yang sesuai. Selain soal SDM, Ninik juga masih mengalami kesulitan dalam mengurus perizinan. 

Wes nek urusan perizinan ben tak bantu, pokoke dodolan wae (Urusan perizinan biar saya bantu, pokoknya jualan saja),” tegasnya. 

Saat Gubernur hendak meninggalkan lokasi, beberapa wartawan menanyakan terkait kebijakan Pemkot Solo dan Salatiga yang menghapus rencana anggaran pengadaan mobil listrik di tahun 2023 mendatang. Menanggapi hal itu, Gubernur lugas mengatakan, “Kalau masih ada prioritas lain ya tidak apa apa.”


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu