Follow Us :              

Mediasi Dipimpin Taj Yasin, Dua Pengurus RSI Sultan Hadlirin Jepara Sepakat Islah

  15 November 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 115 
Kategori :
Bagikan :


Mediasi Dipimpin Taj Yasin, Dua Pengurus RSI Sultan Hadlirin Jepara Sepakat Islah

15 November 2022 | 10:00:00 | dibaca : 115
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

JEPARA - Persoalan dualisme kepengurusan yayasan di RSI Sultan Hadlirin Jepara mulai menemukan titik terang. Mediasi dilakukan terhadap dua pihak pengurus yayasan di kantor Bupati Jepara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Wagub menyebut prioritas utama yang harus dipertimbangkan adalah faktor pelayanan masyarakat. Sehingga, dia meminta agar masalah ini segera diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kedua-duanya ingin membangun rumah sakit (RSI) biar lebih baik lagi. Kita tunggu, nanti kesepakatan kedua belah pihak mau islah, jadi tidak ada keberlanjutan (dualisme). Saat ini mau kita lakukan rapat untuk membentuk pengurus-pengurus baru," kata Taj Yasin, Selasa (15/11/2022).

Wagub menginstruksikan kepada para pihak pengurus yayasan tidak bersikukuh pada pendapat masing-masing. Apabila berlarut-larut, lanjutnya, maka dikhawatirkan pelayanan kesehatan terhadap rumah sakit bisa terganggu.

"Yang menjadi nawacita kita semua adalah bagaimana, bukan di pengurusnya, namun bagaimana (pelayanan) RSI ini bisa eksis. Tetap bisa berkembang syukur-syukur dari tipe B nanti bisa menjadi ke tipe A," tambahnya.

Sebagai informasi, kepengurusan yayasan di RSI Sultan Hadlirin mengalami dualisme. Diketahui, pengurus yayasan baru juga melakukan pemberhentian direktur RSI yang seharusnya masih aktif menjabat sampai tahun 2024.


Bagikan :

JEPARA - Persoalan dualisme kepengurusan yayasan di RSI Sultan Hadlirin Jepara mulai menemukan titik terang. Mediasi dilakukan terhadap dua pihak pengurus yayasan di kantor Bupati Jepara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Wagub menyebut prioritas utama yang harus dipertimbangkan adalah faktor pelayanan masyarakat. Sehingga, dia meminta agar masalah ini segera diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kedua-duanya ingin membangun rumah sakit (RSI) biar lebih baik lagi. Kita tunggu, nanti kesepakatan kedua belah pihak mau islah, jadi tidak ada keberlanjutan (dualisme). Saat ini mau kita lakukan rapat untuk membentuk pengurus-pengurus baru," kata Taj Yasin, Selasa (15/11/2022).

Wagub menginstruksikan kepada para pihak pengurus yayasan tidak bersikukuh pada pendapat masing-masing. Apabila berlarut-larut, lanjutnya, maka dikhawatirkan pelayanan kesehatan terhadap rumah sakit bisa terganggu.

"Yang menjadi nawacita kita semua adalah bagaimana, bukan di pengurusnya, namun bagaimana (pelayanan) RSI ini bisa eksis. Tetap bisa berkembang syukur-syukur dari tipe B nanti bisa menjadi ke tipe A," tambahnya.

Sebagai informasi, kepengurusan yayasan di RSI Sultan Hadlirin mengalami dualisme. Diketahui, pengurus yayasan baru juga melakukan pemberhentian direktur RSI yang seharusnya masih aktif menjabat sampai tahun 2024.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu