Follow Us :              

Terima Pesan Khusus dari para Ulama, Gubernur Sowan ke Mbah Munif dan Kiai Fathurrohman 

  20 March 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 35 
Kategori :
Bagikan :


Terima Pesan Khusus dari para Ulama, Gubernur Sowan ke Mbah Munif dan Kiai Fathurrohman 

20 March 2026 | 09:00:00 | dibaca : 35
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Menjelang Lebaran 2026, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., berkunjung atau sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo Mranggen, K.H. Munif Muhammad Zuhri (Mbah Munif), dan Pengasuh Ponpes Al-Ittihad Poncol Bringin Kabupaten Semarang, K.H. Fathurrohman Thohir, pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam kunjungan itu, Gubernur menerima pesan khusus dari dua ulama tersebut. Ia diminta selalu mengedepankan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. 

Selain itu, Gubernur juga mendapatkan hadiah khusus dari Mbah Munif berupa kacamata hitam. Kacamata tersebut diberikan dan dipakaikan langsung oleh Mbah Munif. Benda itu menjadi hadiah kedua yang diterima oleh Gubernur dari Mbah Munif, setelah pada 2024 lalu, ia mendapatkan sebuah tongkat berukir.

Sebelum momen itu, Gubernur dan Mbah Munif berbincang cukup lama. Pengasuh Ponpes Girikusumo itu kembali mengingatkan pesan yang dulu pernah ia sampaikan dua tahun lalu.

Ternyata, pesan itu tak pernah dilupakan, bahkan terus dilakukan oleh Gubernur, yaitu menebar senyum kepada masyarakat dan berjuang untuk mengangkat kesejahteraan mereka. Kemudian, Gubernur membeberkan apa saja yang sudah dilakukannya bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

Berbagai program dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menyentuh pelosok-pelosok desa di Jateng. Kemudian, ada program penuntasan kemiskinan yang dilakukan secara komprehensif, gotong royong, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Selanjutnya, ada program Santri Obah yang ditujukan untuk para santri dan pengasuh pondok pesantren.

"Masalah kemiskinan itu kami cari akarnya, indikasinya apa saja, lalu kami intervensi. Jadi kami gerak bersama. Rencana pembangunan juga kami buat roadmap-nya (peta jalan), seluruh kabupaten/kota, bersama fokus pada program yang sama, sehingga tidak diecer-ecer," ucap Gubernur kepada Mbah Munif.

Ia juga menerima masukan dari Mbah Munif untuk menyelesaikan pembangunan akses Jalan Mranggen-Ungaran yang terputus akibat longsor. Sebab, jalan itu merupakan jalur alternatif yang biasa dipakai masyarakat untuk memangkas jarak tempuh. 

Sebelum berkunjung ke kediaman Mbah Munif, Gubernur lebih dulu sowan ke kediaman K.H. Fathurrohman Thohir di Kompleks Ponpes Al-Ittihad Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang. 

Di sana obrolan hangat juga terjalin antara Gubernur, Kiai Fathurrohman, dan keluarganya, serta beberapa santri. 

Kiai Fathurrohman pun sempat menyinggung adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Terkait hal itu, Gubernur menyampaikan bahwa memang ada kenaikan harga, tetapi tidak di semua komoditas pangan. Paling menonjol, kenaikan harga pada komoditas cabai. Kenaikan ini dikarenakan faktor tanam dan panen pada musim hujan. Selain itu, masyarakat juga belum terbiasa dengan cabai yang dikeringkan.

"Memang ada kenaikan harga, tetapi alhamdulillah soal penimbunan bahan pokok penting sudah tidak ada. Kami sudah coba intervensi untuk menurunkan harga cabai," kata Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG — Menjelang Lebaran 2026, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., berkunjung atau sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Girikusumo Mranggen, K.H. Munif Muhammad Zuhri (Mbah Munif), dan Pengasuh Ponpes Al-Ittihad Poncol Bringin Kabupaten Semarang, K.H. Fathurrohman Thohir, pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam kunjungan itu, Gubernur menerima pesan khusus dari dua ulama tersebut. Ia diminta selalu mengedepankan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat. 

Selain itu, Gubernur juga mendapatkan hadiah khusus dari Mbah Munif berupa kacamata hitam. Kacamata tersebut diberikan dan dipakaikan langsung oleh Mbah Munif. Benda itu menjadi hadiah kedua yang diterima oleh Gubernur dari Mbah Munif, setelah pada 2024 lalu, ia mendapatkan sebuah tongkat berukir.

Sebelum momen itu, Gubernur dan Mbah Munif berbincang cukup lama. Pengasuh Ponpes Girikusumo itu kembali mengingatkan pesan yang dulu pernah ia sampaikan dua tahun lalu.

Ternyata, pesan itu tak pernah dilupakan, bahkan terus dilakukan oleh Gubernur, yaitu menebar senyum kepada masyarakat dan berjuang untuk mengangkat kesejahteraan mereka. Kemudian, Gubernur membeberkan apa saja yang sudah dilakukannya bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

Berbagai program dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menyentuh pelosok-pelosok desa di Jateng. Kemudian, ada program penuntasan kemiskinan yang dilakukan secara komprehensif, gotong royong, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Selanjutnya, ada program Santri Obah yang ditujukan untuk para santri dan pengasuh pondok pesantren.

"Masalah kemiskinan itu kami cari akarnya, indikasinya apa saja, lalu kami intervensi. Jadi kami gerak bersama. Rencana pembangunan juga kami buat roadmap-nya (peta jalan), seluruh kabupaten/kota, bersama fokus pada program yang sama, sehingga tidak diecer-ecer," ucap Gubernur kepada Mbah Munif.

Ia juga menerima masukan dari Mbah Munif untuk menyelesaikan pembangunan akses Jalan Mranggen-Ungaran yang terputus akibat longsor. Sebab, jalan itu merupakan jalur alternatif yang biasa dipakai masyarakat untuk memangkas jarak tempuh. 

Sebelum berkunjung ke kediaman Mbah Munif, Gubernur lebih dulu sowan ke kediaman K.H. Fathurrohman Thohir di Kompleks Ponpes Al-Ittihad Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang. 

Di sana obrolan hangat juga terjalin antara Gubernur, Kiai Fathurrohman, dan keluarganya, serta beberapa santri. 

Kiai Fathurrohman pun sempat menyinggung adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Terkait hal itu, Gubernur menyampaikan bahwa memang ada kenaikan harga, tetapi tidak di semua komoditas pangan. Paling menonjol, kenaikan harga pada komoditas cabai. Kenaikan ini dikarenakan faktor tanam dan panen pada musim hujan. Selain itu, masyarakat juga belum terbiasa dengan cabai yang dikeringkan.

"Memang ada kenaikan harga, tetapi alhamdulillah soal penimbunan bahan pokok penting sudah tidak ada. Kami sudah coba intervensi untuk menurunkan harga cabai," kata Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu