Follow Us :              

Muria Trail Run 2026 Hadirkan Lari, Wisata, dan Konservasi dalam Satu Event

  04 July 2026  |   04:45:00  |   dibaca : 7 
Kategori :
Bagikan :


Muria Trail Run 2026 Hadirkan Lari, Wisata, dan Konservasi dalam Satu Event

04 July 2026 | 04:45:00 | dibaca : 7
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG — Gelaran Muria Trail Run 2026 di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus, akan diselenggarakan pada 1–2 Agustus 2026. Bahkan, ratusan peserta sudah mendaftarkan diri untuk meramaikan ajang tahunan tersebut. 

Guna mempromosikan dan menyambut acara tersebut, para panitia menggelar Road to Muria Trail Run di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 100 pelari dari 13 komunitas lari dan trail run ini dibuka dan diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Provisni Jawa Tengah, Sumarno.

Para peserta mengikuti fun run 5K sebelum diperkenalkan lebih dekat dengan konsep dan pengalaman yang ditawarkan Muria Trail Run tahun ini.

Sekda mengatakan, banyaknya penyelenggaraan trail run di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya mengembangkan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.

"Kita pinginnya nanti di seluruh Jawa Tengah ada event trail run. Ini bagian kita untuk pengembangan sport tourism di Jawa Tengah," katanya.

Ia juga mengajak komunitas lari untuk ikut meramaikan Muria Trail Run 2026 yang akan berlangsung bulan depan di lereng Gunung Muria.

Event Director Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, mengatakan bahwa Road to Muria Trail Run di Semarang merupakan rangkaian promosi, di mana sebelumnya sudah dua kali digelar di Kudus.

Melalui kegiatan ini, panitia ingin memperkenalkan Muria Trail Run kepada komunitas lari di Semarang dan sekitarnya. 

Ia mengatakan, Muria Trail Run tidak hanya menawarkan pengalaman berlari di alam, tetapi juga mengusung konsep Eco Green Sport Tourism dengan semangat Stride for Sustainability, yakni menggabungkan olahraga, pariwisata, dan kepedulian terhadap kelestarian kawasan lereng Gunung Muria.

"Event ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga mengangkat isu konservasi lingkungan. Kami ingin peserta menikmati keindahan Muria sekaligus ikut menjaga kelestarian alamnya," ujar Yuda.

Memasuki penyelenggaraan di tahun kedua, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta berpartisipasi atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga awal Juli, sekitar 80% kuota telah terisi. Saat ini, pendaftaran Muria Trail Run masih dibuka hingga 18 Juli 2026.

Muria Trail Run 2026 menyediakan kategori 8K, 15K, 30K, dan 45K, serta 2 kategori master untuk nomor 30K dan 45K bagi pelari berusia 40 tahun ke atas.

Tak hanya menyuguhkan lintasan menantang di lereng Gunung Muria, penyelenggaraan tahun ini juga mengangkat tema "Hajatan Rahtawu". Peserta akan disambut dengan nuansa pesta kampung lengkap dengan kuliner khas, dekorasi tradisional, hingga keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam penyelenggaraan acara.

Yuda mengungkapkan, konsep tersebut dihadirkan agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga, mulai dari penyediaan penginapan, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

"Kami ingin melibatkan sebanyak-banyaknya warga (agar mereka) tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat langsung, sehingga dampak ekonominya akan lebih terasa," katanya. 

Selain itu, panitia juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Bahkan, seluruh peserta mendapat perlindungan asuransi. Tak hanya itu, panitia terus mengampanyekan prinsip safety first, termasuk mengingatkan para peserta untuk menyesuaikan kategori lomba dengan kemampuan fisik masing-masing.


Bagikan :

SEMARANG — Gelaran Muria Trail Run 2026 di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus, akan diselenggarakan pada 1–2 Agustus 2026. Bahkan, ratusan peserta sudah mendaftarkan diri untuk meramaikan ajang tahunan tersebut. 

Guna mempromosikan dan menyambut acara tersebut, para panitia menggelar Road to Muria Trail Run di Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 100 pelari dari 13 komunitas lari dan trail run ini dibuka dan diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Provisni Jawa Tengah, Sumarno.

Para peserta mengikuti fun run 5K sebelum diperkenalkan lebih dekat dengan konsep dan pengalaman yang ditawarkan Muria Trail Run tahun ini.

Sekda mengatakan, banyaknya penyelenggaraan trail run di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya mengembangkan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.

"Kita pinginnya nanti di seluruh Jawa Tengah ada event trail run. Ini bagian kita untuk pengembangan sport tourism di Jawa Tengah," katanya.

Ia juga mengajak komunitas lari untuk ikut meramaikan Muria Trail Run 2026 yang akan berlangsung bulan depan di lereng Gunung Muria.

Event Director Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, mengatakan bahwa Road to Muria Trail Run di Semarang merupakan rangkaian promosi, di mana sebelumnya sudah dua kali digelar di Kudus.

Melalui kegiatan ini, panitia ingin memperkenalkan Muria Trail Run kepada komunitas lari di Semarang dan sekitarnya. 

Ia mengatakan, Muria Trail Run tidak hanya menawarkan pengalaman berlari di alam, tetapi juga mengusung konsep Eco Green Sport Tourism dengan semangat Stride for Sustainability, yakni menggabungkan olahraga, pariwisata, dan kepedulian terhadap kelestarian kawasan lereng Gunung Muria.

"Event ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga mengangkat isu konservasi lingkungan. Kami ingin peserta menikmati keindahan Muria sekaligus ikut menjaga kelestarian alamnya," ujar Yuda.

Memasuki penyelenggaraan di tahun kedua, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta berpartisipasi atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga awal Juli, sekitar 80% kuota telah terisi. Saat ini, pendaftaran Muria Trail Run masih dibuka hingga 18 Juli 2026.

Muria Trail Run 2026 menyediakan kategori 8K, 15K, 30K, dan 45K, serta 2 kategori master untuk nomor 30K dan 45K bagi pelari berusia 40 tahun ke atas.

Tak hanya menyuguhkan lintasan menantang di lereng Gunung Muria, penyelenggaraan tahun ini juga mengangkat tema "Hajatan Rahtawu". Peserta akan disambut dengan nuansa pesta kampung lengkap dengan kuliner khas, dekorasi tradisional, hingga keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam penyelenggaraan acara.

Yuda mengungkapkan, konsep tersebut dihadirkan agar manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga, mulai dari penyediaan penginapan, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

"Kami ingin melibatkan sebanyak-banyaknya warga (agar mereka) tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat langsung, sehingga dampak ekonominya akan lebih terasa," katanya. 

Selain itu, panitia juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Bahkan, seluruh peserta mendapat perlindungan asuransi. Tak hanya itu, panitia terus mengampanyekan prinsip safety first, termasuk mengingatkan para peserta untuk menyesuaikan kategori lomba dengan kemampuan fisik masing-masing.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu