Follow Us :              

Pemprov Jateng Intensifkan Pelatihan Kebencanaan bagi Penyandang Disabilitas

  07 August 2025  |   10:00:00  |   dibaca : 247 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Intensifkan Pelatihan Kebencanaan bagi Penyandang Disabilitas

07 August 2025 | 10:00:00 | dibaca : 247
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SALATIGA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya agar para penyandang disabilitas di wilayahnya mendapat akses pelatihan tanggap kebencanaan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan saat ada kejadian bencana. 

Pelatihan itu baik yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng. 

"Kawan-kawan difabel benar-benar ikut andil, bukan hanya mendonorkan darah. Akan tetapi juga dilatih oleh PMI dan BPBD dalam (pelatihan) kebencanaan yang ada di Jawa Tengah," ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, di Auditorium Univesitas Islam Negeri (UIN) Salatiga pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Hingga kini, pelatihan kebencanaan bagi para penyandang disabilitas terus dilakukan. Tersisa 8 daerah yang belum dijangkau dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jateng.

"Yang belum, Insyaallah pada tahun ini akan ditambahkan lagi. Jadi, kebencanaan ini tidak memandang difabel atau tidak. Akan tetapi mereka harus benar-benar tanggap," ucap Wagub.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (LIDi PB) Kabupaten Semarang, Ratna W., mengatakan, layanan inklusi disabilitas pada bidang kebencanaan dinilai sangat penting agar kejadian bencana bisa tertangani dengan baik. 

Sebagai informasi, layanan inklusi disabilitas adalah upaya yang dilakukan untuk memastikan para penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama, untuk berpartisipasi dalam semua aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan layanan publik, tanpa adanya diskriminasi.

Sejauh ini, layanan kebencanaan masih memakai standar umum, padahal masing-masing disabilitas memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, keterlibatan difabel dalam pelatihan kebencanaan ini sangat penting, agar bisa memberikan warna pada praktik inklusinya.

Dalam acara Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, ada sebanyak 2.140 orang penerima penghargaan. Ribuan orang itu, terdiri dari 1.614 pendonor sebanyak 50 kali dan 526 pendonor sebanyak 75 kali.

Pada kesempatan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng menyalurkan 10 unit kursi roda, 10 pasang kruk atau alat bantu jalan, 10 paket Al-Quran braille untuk Yayasan Komunitas Sahabat Mata, serta menyerahkan dana bantuan Pembangunan Rumah Sahabat untuk Semua Ragam Disabilitas sebesar Rp20 juta.

Selain itu, penyaluran dana kebencanaan untuk wilayah Sirampok, Kabupaten Brebes sebesar Rp190.500.000,- dari PMI se-Jawa Tengah.


Bagikan :

SALATIGA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya agar para penyandang disabilitas di wilayahnya mendapat akses pelatihan tanggap kebencanaan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan saat ada kejadian bencana. 

Pelatihan itu baik yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng. 

"Kawan-kawan difabel benar-benar ikut andil, bukan hanya mendonorkan darah. Akan tetapi juga dilatih oleh PMI dan BPBD dalam (pelatihan) kebencanaan yang ada di Jawa Tengah," ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, di Auditorium Univesitas Islam Negeri (UIN) Salatiga pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Hingga kini, pelatihan kebencanaan bagi para penyandang disabilitas terus dilakukan. Tersisa 8 daerah yang belum dijangkau dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jateng.

"Yang belum, Insyaallah pada tahun ini akan ditambahkan lagi. Jadi, kebencanaan ini tidak memandang difabel atau tidak. Akan tetapi mereka harus benar-benar tanggap," ucap Wagub.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (LIDi PB) Kabupaten Semarang, Ratna W., mengatakan, layanan inklusi disabilitas pada bidang kebencanaan dinilai sangat penting agar kejadian bencana bisa tertangani dengan baik. 

Sebagai informasi, layanan inklusi disabilitas adalah upaya yang dilakukan untuk memastikan para penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama, untuk berpartisipasi dalam semua aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan layanan publik, tanpa adanya diskriminasi.

Sejauh ini, layanan kebencanaan masih memakai standar umum, padahal masing-masing disabilitas memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, keterlibatan difabel dalam pelatihan kebencanaan ini sangat penting, agar bisa memberikan warna pada praktik inklusinya.

Dalam acara Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, ada sebanyak 2.140 orang penerima penghargaan. Ribuan orang itu, terdiri dari 1.614 pendonor sebanyak 50 kali dan 526 pendonor sebanyak 75 kali.

Pada kesempatan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng menyalurkan 10 unit kursi roda, 10 pasang kruk atau alat bantu jalan, 10 paket Al-Quran braille untuk Yayasan Komunitas Sahabat Mata, serta menyerahkan dana bantuan Pembangunan Rumah Sahabat untuk Semua Ragam Disabilitas sebesar Rp20 juta.

Selain itu, penyaluran dana kebencanaan untuk wilayah Sirampok, Kabupaten Brebes sebesar Rp190.500.000,- dari PMI se-Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu