Follow Us :              

Miliki Banyak Kawasan Industri Potensial, Dubes Australia Dorong para Pengusaha Investasi di Jawa Tengah

  13 August 2025  |   09:30:00  |   dibaca : 487 
Kategori :
Bagikan :


Miliki Banyak Kawasan Industri Potensial, Dubes Australia Dorong para Pengusaha Investasi di Jawa Tengah

13 August 2025 | 09:30:00 | dibaca : 487
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Australia akan mendorong para pengusaha di negaranya untuk menanamkan investasi di Jawa Tengah, mengingat ada banyak kawasan industri yang tersedia di provinsi ini. 

Hal itu disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, saat bertemu dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, di kantornya pada Rabu, 13 Agustus 2025.

"Harapan saya, investasi dari Australia di Jawa Tengah bisa masuk 10 besar. Sampai sekarang, investasi dari Australia ada, tetapi dalam jumlah yang mungkin kurang dari optimal," ucapnya.

Tak hanya itu, Rod Brazier juga akan menginformasikan kepada para pengusaha di Australia terkait keberadaan kawasan industri di Jateng, agar mereka tertarik berinvestasi di provinsi ini. 

Hingga kini, para pengusaha asal Australia banyak yang sudah berinvestasi di Indonesia, khususnya di Kota Batam, Kepulauan Riau, karena ada kawasan ekonomi khusus di wilayah tersebut. 

Dubes Australia mengungkapkan, dalam waktu dekat ada rombongan investor yang akan datang ke Indonesia. Rencananya, Jateng akan diusulkan sebagai lokasi yang dikunjungi agar rombongan bisa datang langsung ke kawasan industri. 

“Kalau investor dari Australia melihat kawasan industri di sini, mudah-mudahan mereka tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, saat ini investasi dari Australia di Jawa Tengah masih berada di peringkat 20, baik ekspor maupun impor. 

Ia mengungkapkan, Dubes Australia berkeinginan untuk meningkatkan nilai investasi di Jateng hingga masuk ke peringkat 10 besar.

"Beliau (Dubes Australia), sangat tertarik dan jatuh cinta sama Jawa Tengah," ujar Gubernur. 

Dalam 5 tahun terakhir, investasi tertinggi dari Australia di Jateng terjadi pada semester I tahun 2025 dengan nilai sebesar Rp24,584 miliar. Sektor investasinya, antara lain perdagangan dan reparasi, pertambangan, industri karet dan plastik, serta sektor lainnya. 

Adapun tiga perusahaan Australia dengan nilai investasi terbesar pada periode 2021-2025 semester I, yakni Indomus Trading Solutions (perdagangan dan reparasi) di Kota Semarang, Alexis Pradana Mineral (pertambangan) di Kabupaten Wonogiri, dan Boyz Entertainment Program (jasa lainnya) di Kabupaten Sukoharjo.

"Hari ini kita lakukan (penjajakan) kerja sama, di antaranya perdagangan, kemudian tourism (pariwisata), dan investasi. Beliau sangat berharap, (bisa) berinvestasi di kawasan industri (yang ada di Jateng)," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, Jawa Tengah memiliki sejumlah kawasan industri potensial, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Jateng Land Industrial Park Sayung (JIPS).

Kemudian, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Batang Industrial Park (BIP), dan Kawasan Industri Aviarna. 

Sejauh ini, banyak produk Jateng yang sudah diekspor ke Australia. Pada tahun 2025, produk-produk utama yang diekspor, antara lain pakaian dan aksesoris pakaian; perabotan; alas kaki dan pelindung kaki; kayu dan barang dari kayu; garam, belerang, tanah, dan batu; mutiara alam; barang dari kulit; serta ikan, molusca, dan invertebrata lainnya.

Sementara barang ekspor yang berpotensi untuk dipromosikan ke pasar Australia, di antaranya perabot kayu; saus dan olahannya; sandaran kepala dan tangan; alas kaki olahraga; keramik dari porselen; baju tidur dan piyama wanita; tas tangan dan kasur dari bahan lain, selain karet seluler atau plastik.

Dalam kesempatan itu, juga dibahas terkait rencana untuk memperpanjang periode Kerja Sama Sister Province antara Jawa Tengah dengan Queensland. 

"Tidak kalah penting, kita akan menjajaki kerja sama dengan Queensland. Jadi nanti akan kita perpanjang, karena waktu (kerja samanya sudah) habis. Duta Besar akan memfasilitasi perpanjangan (waktu Kerja Sama) Sister Province dengan Queensland, terutama (kerja sama di bidang) pertanian maupun pendidikan," katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Australia akan mendorong para pengusaha di negaranya untuk menanamkan investasi di Jawa Tengah, mengingat ada banyak kawasan industri yang tersedia di provinsi ini. 

Hal itu disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, saat bertemu dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, di kantornya pada Rabu, 13 Agustus 2025.

"Harapan saya, investasi dari Australia di Jawa Tengah bisa masuk 10 besar. Sampai sekarang, investasi dari Australia ada, tetapi dalam jumlah yang mungkin kurang dari optimal," ucapnya.

Tak hanya itu, Rod Brazier juga akan menginformasikan kepada para pengusaha di Australia terkait keberadaan kawasan industri di Jateng, agar mereka tertarik berinvestasi di provinsi ini. 

Hingga kini, para pengusaha asal Australia banyak yang sudah berinvestasi di Indonesia, khususnya di Kota Batam, Kepulauan Riau, karena ada kawasan ekonomi khusus di wilayah tersebut. 

Dubes Australia mengungkapkan, dalam waktu dekat ada rombongan investor yang akan datang ke Indonesia. Rencananya, Jateng akan diusulkan sebagai lokasi yang dikunjungi agar rombongan bisa datang langsung ke kawasan industri. 

“Kalau investor dari Australia melihat kawasan industri di sini, mudah-mudahan mereka tertarik untuk menanamkan modal di Indonesia," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, saat ini investasi dari Australia di Jawa Tengah masih berada di peringkat 20, baik ekspor maupun impor. 

Ia mengungkapkan, Dubes Australia berkeinginan untuk meningkatkan nilai investasi di Jateng hingga masuk ke peringkat 10 besar.

"Beliau (Dubes Australia), sangat tertarik dan jatuh cinta sama Jawa Tengah," ujar Gubernur. 

Dalam 5 tahun terakhir, investasi tertinggi dari Australia di Jateng terjadi pada semester I tahun 2025 dengan nilai sebesar Rp24,584 miliar. Sektor investasinya, antara lain perdagangan dan reparasi, pertambangan, industri karet dan plastik, serta sektor lainnya. 

Adapun tiga perusahaan Australia dengan nilai investasi terbesar pada periode 2021-2025 semester I, yakni Indomus Trading Solutions (perdagangan dan reparasi) di Kota Semarang, Alexis Pradana Mineral (pertambangan) di Kabupaten Wonogiri, dan Boyz Entertainment Program (jasa lainnya) di Kabupaten Sukoharjo.

"Hari ini kita lakukan (penjajakan) kerja sama, di antaranya perdagangan, kemudian tourism (pariwisata), dan investasi. Beliau sangat berharap, (bisa) berinvestasi di kawasan industri (yang ada di Jateng)," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, Jawa Tengah memiliki sejumlah kawasan industri potensial, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Jateng Land Industrial Park Sayung (JIPS).

Kemudian, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kawasan Industri Batang Industrial Park (BIP), dan Kawasan Industri Aviarna. 

Sejauh ini, banyak produk Jateng yang sudah diekspor ke Australia. Pada tahun 2025, produk-produk utama yang diekspor, antara lain pakaian dan aksesoris pakaian; perabotan; alas kaki dan pelindung kaki; kayu dan barang dari kayu; garam, belerang, tanah, dan batu; mutiara alam; barang dari kulit; serta ikan, molusca, dan invertebrata lainnya.

Sementara barang ekspor yang berpotensi untuk dipromosikan ke pasar Australia, di antaranya perabot kayu; saus dan olahannya; sandaran kepala dan tangan; alas kaki olahraga; keramik dari porselen; baju tidur dan piyama wanita; tas tangan dan kasur dari bahan lain, selain karet seluler atau plastik.

Dalam kesempatan itu, juga dibahas terkait rencana untuk memperpanjang periode Kerja Sama Sister Province antara Jawa Tengah dengan Queensland. 

"Tidak kalah penting, kita akan menjajaki kerja sama dengan Queensland. Jadi nanti akan kita perpanjang, karena waktu (kerja samanya sudah) habis. Duta Besar akan memfasilitasi perpanjangan (waktu Kerja Sama) Sister Province dengan Queensland, terutama (kerja sama di bidang) pertanian maupun pendidikan," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu