Follow Us :              

Lestarikan Tradisi dan Budaya Daerah, Gubernur Jateng dan Menko AHY Ikut Prosesi Cukur Rambut Gimbal 

  24 August 2025  |   08:00:00  |   dibaca : 814 
Kategori :
Bagikan :


Lestarikan Tradisi dan Budaya Daerah, Gubernur Jateng dan Menko AHY Ikut Prosesi Cukur Rambut Gimbal 

24 August 2025 | 08:00:00 | dibaca : 814
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengikuti prosesi cukur rambut gimbal atau anak bajang dalam rangkaian acara Dieng Culture Festival (DCF) 2025. 

Tradisi cukur rambut gimbal itu dilaksanakan di Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Dalam acara itu, Gubernur dan Menko AHY mendapatkan permintaan khusus dari seorang anak bajang untuk memotong rambut gimbalnya. Anak itu diketahui bernama Faiza Ahmad Al-Afghani (7) asal Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Total ada 8 anak bajang yang rambut gimbalnya dicukur dalam ritual tersebut. Sebelum dilakukan pemotongan rambut, anak-anak dari berbagai daerah itu mengajukan sejumlah persyaratan unik, seperti meminta mainan mobil-mobilan, sepeda, dan lain sebagainya.

Tradisi yang digelar di Kawasan Dieng ini memukau banyak wisatawan, yang datang khusus untuk menyaksikan langsung ritual potong rambut gimbal anak bajang tersebut. 

Salah seorang wisatawan asal Denpasar Bali, Desi, mengaku bahwa ia sengaja datang untuk menyaksikan langsung Dieng Culture Festival (DCF) 2025.

"Bagus. Semalam ada pesta lampion, sekarang ada ini (potong rambut gimbal). Bagus ya. Jadi kami yang dari luar kota paham benar, Dieng seperti apa. Prosesinya menarik. Saya juga baru tahu kalau ada anak gimbal di sini," katanya.

Pada kesempatan itu, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa ia baru pertama kali mengikuti prosesi cukur rambut gimbal. Menurutnya, tradisi ini penuh dengan nilai-nilai budaya nusantara, sehingga tradisi ini perlu terus dilestarikan. 

Diketahui, pemotongan rambut gimbal anak-anak itu diyakini sebagai simbol pengawalan agar mereka tumbuh menjadi remaja dengan pribadi yang lebih baik. 

“Ini sebuah makna bahwa semakin kita mengawal putra putri kita, harapannya (anak-anak) bisa memiliki karakter yang baik, kepribadian yang baik, nilai-nilai religius, juga cinta pada negaranya," ucapnya. 

Ia menceritakan, dirinya juga terkesan dengan acara Simphony Dieng yang digelar di Lapangan Pandawa pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Ribuan masyarakat termasuk wisatawan dalam negeri dan luar negeri menikmati pertunjukan musik yang memukau di tengah suasana alam yang indah.

"Kita harapkan, semakin maju pariwisatanya dan budayanya," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, tradisi ruwatan potong rambut gimbal ini harus dilestarikan. Ia bahkan mendukung agar ritual tersebut dapat diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia. 

"Tradisi ini akan kita perbesar, biar turis mancanegara melihat, sehingga turisnya banyak. Sudah pas kalau saya dan Menko (Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) datang ke sini, untuk membesarkan acara prosesi potong rambut gimbal, (agar acara ini bisa) menjadi destinasi wisata Internasional," katanya.


Bagikan :

BANJARNEGARA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengikuti prosesi cukur rambut gimbal atau anak bajang dalam rangkaian acara Dieng Culture Festival (DCF) 2025. 

Tradisi cukur rambut gimbal itu dilaksanakan di Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Dalam acara itu, Gubernur dan Menko AHY mendapatkan permintaan khusus dari seorang anak bajang untuk memotong rambut gimbalnya. Anak itu diketahui bernama Faiza Ahmad Al-Afghani (7) asal Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Total ada 8 anak bajang yang rambut gimbalnya dicukur dalam ritual tersebut. Sebelum dilakukan pemotongan rambut, anak-anak dari berbagai daerah itu mengajukan sejumlah persyaratan unik, seperti meminta mainan mobil-mobilan, sepeda, dan lain sebagainya.

Tradisi yang digelar di Kawasan Dieng ini memukau banyak wisatawan, yang datang khusus untuk menyaksikan langsung ritual potong rambut gimbal anak bajang tersebut. 

Salah seorang wisatawan asal Denpasar Bali, Desi, mengaku bahwa ia sengaja datang untuk menyaksikan langsung Dieng Culture Festival (DCF) 2025.

"Bagus. Semalam ada pesta lampion, sekarang ada ini (potong rambut gimbal). Bagus ya. Jadi kami yang dari luar kota paham benar, Dieng seperti apa. Prosesinya menarik. Saya juga baru tahu kalau ada anak gimbal di sini," katanya.

Pada kesempatan itu, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa ia baru pertama kali mengikuti prosesi cukur rambut gimbal. Menurutnya, tradisi ini penuh dengan nilai-nilai budaya nusantara, sehingga tradisi ini perlu terus dilestarikan. 

Diketahui, pemotongan rambut gimbal anak-anak itu diyakini sebagai simbol pengawalan agar mereka tumbuh menjadi remaja dengan pribadi yang lebih baik. 

“Ini sebuah makna bahwa semakin kita mengawal putra putri kita, harapannya (anak-anak) bisa memiliki karakter yang baik, kepribadian yang baik, nilai-nilai religius, juga cinta pada negaranya," ucapnya. 

Ia menceritakan, dirinya juga terkesan dengan acara Simphony Dieng yang digelar di Lapangan Pandawa pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Ribuan masyarakat termasuk wisatawan dalam negeri dan luar negeri menikmati pertunjukan musik yang memukau di tengah suasana alam yang indah.

"Kita harapkan, semakin maju pariwisatanya dan budayanya," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, tradisi ruwatan potong rambut gimbal ini harus dilestarikan. Ia bahkan mendukung agar ritual tersebut dapat diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia. 

"Tradisi ini akan kita perbesar, biar turis mancanegara melihat, sehingga turisnya banyak. Sudah pas kalau saya dan Menko (Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) datang ke sini, untuk membesarkan acara prosesi potong rambut gimbal, (agar acara ini bisa) menjadi destinasi wisata Internasional," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu